alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Ini Penyebab Supermarket Bertumbangan

MATARAM-Pihak Giant Ekstra Gegutu memilih tutup mulut. Terkait beredarnya surat yang berisi arahan bagi para vendor atau rekenan menyudahi pengiriman barang ke Giant Ekstra Gegutu. Dalam surat itu, disebutkan supermarket itu akan tutup per tanggal 1 April 2019.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Mataram Dr Iwan Harsono yakin, ambruknya penjualan beberapa supermarket, termasuk Giant Ekstra Gegutu karena ada pengaruh gempa kemarin.

“Saya melihat ini masih dari pengaruh gempa,” kata Iwan.

Lebih lanjut ia mengatakan, kondisi ekonomi Kota Mataram tidak bisa lepas dari kondisi NTB pada umumnya. Satu kesatuan yang utuh dan tak bisa dipisahkan. “Pertumbuhan ekonomi NTB saat ini 3,08 persen. Itu rendah sekali,” kata Iwan.

Padahal sebelumnya, tanpa tambang menurut Iwan, ekonomi NTB di angka 7,1 persen. Amburknya ekonomi NTB ini menandai betapa rapuhnya NTB tanpa pariwisata dan pertanian. Terbukti ketika pariwisata dan pertanian lumpuh selama gempa, ekonomi NTB terjun bebas.

“Makanya kita sempat merevisi RPJMD NTB itu dari targetnya sekitar 7 persen, menjadi 4-5 persen tanpa tambang,” terangnya.

Ambruknya pertumbuhan ekonomi NTB ini, lanjut dia, telah berdampak bagi sektor jasa dan perdagangan di Kota Mataram. Termasuk ikut memantik tutupnya beberapa supermarket dan sepinya mal. Iwan menilai, gempa memang telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian masyarakat.

Karena itu, ia melihat rencana tutupnya Giant sebagai sesuatu yang wajar. Di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi. “Saya rasa ini sesuatu yang logic,” ujar Iwan.

Dalam hukum pasar yang ia pahami, sebuah cabang ritel ditutup menurutnya wajar saat penjualannya tidak sesuai harapan. Pemilik usaha biasanya akan memilih langkah menutup gerai itu untuk sementara waktu. Sampai akhirnya pertumbuhan ekonomi kembali pulih.

“Mengurangi biaya operasional ditutup sementara, nanti kalau sudah normal kan bisa dibuka lagi,” ujarnya.

Iwan mengatakan, peluang bangkit ini pun ia prediksi tidak lama. Antara satu-dua tahun ke depan kondisi itu akan normal kembali. Apalagi rencana gelaran MotoGP di Mandalika, Lombok Tengah diyakini imbasnya akan sampai ke Mataram.

“Sangat besar dampaknya itu bagi ekonomi daerah di NTB, lihat saja nanti,” yakinnya.

Sementara itu, Cokorda Sudira Muliarsa, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram enggan berkomentar. Terksit isu akan tutupnya Giant Ekstra Gegutu.

“Bagaimana saya harus komentar, pemberitahuannya belum kami terima,” kata Cok.

Ia pun belum bisa menghitung berapa pengangguran yang akan bertambah. Jika Giant Ekstra benar-benar tutup per tanggal 1 April mendatang. Saat ini pemkot masih menganggap supermarket itu beroperasi seperti biasanya.

Kalau belum ada pemberitahuan, ya masih beroperasi. Kita lihat saja nanti seperti apa,” tandasnya. (zad/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks