alexametrics
Sabtu, 26 September 2020
Sabtu, 26 September 2020

Pansel Serahkan Nama Calon Kadisnaker

MATARAM-Hasil Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk Kepala Dinas Tenaga sudah diterima Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. Sekda dan Tim Panitia Seleksi (Pansel) langsung menyerahkannya di pendopo.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Baiq Nelly Kusumawati mengatakan, kesekretariatan selanjutnya menunggu arahan dari Ahyar kapan menggelar Mutasi. Menyusul tiga nama yang direkomendasikan tim pansel telah dikantongi wali kota.

“Bisa besok (hari ini, Red) atau minggu depan, tergantung PPK,” kata Nelly.

Seperti diketahui, Pansel punya kewajiban menyerahkan tiga nama dengan nilai tertinggi. Sementara peserta seleksi kali ini diikuti empat orang pejabat. Antara lain Haris A Rasyid (Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup), H Muslim (Kabid Kepemudaan Dispora). Lalu ada nama Hariadi (Camat Mataram), dan Suhartono Toemiran (Sekretaris DP3A).

Nama Muslim paling disorot, menyusul ada masalah hukum (asusila) dengan Baiq Nuril yang sempat jadi pemberitaan media-media nasional. Masalah itu terjadi ketika Muslim masih menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMA 7 Mataram.

“Yang jelas nanti hasilnya tidak akan mengecewakan, tidak seperti yang dikhawatirkan media,” sinyal Nelly saat ditanya soal perankingan.

Nelly enggan memperjelas maksudnya itu. Namun bila dikaitkan dengan pemberitaan tentang Muslim yang sempat membuat heboh tanah air dengan kasusnya bersama Baiq Nuril Maknun, bisa jadi itu tanda Muslim tidak masuk tiga besar.

Namun, apa yang dikatakan Nelly bertolak belakang dengan pernyataan Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito. Menurut Sekda, H Muslim memiliki hak untuk mengikuti seleksi. “Kalau jadi atau tidak kepala dinas, itu tergantung wali kota,” cetusnya.

Lombok Post berupaya mencari informasi tambahan dengan menghubungi ‘orang dalam’. Hasilnya, orang itu menyebutkan Muslim tidak masuk dalam tiga besar.

Menurut informasi ini Muslim punya rekam jejak yang kurang bagus. Sehingga, ia gagal menempati tiga besar. “Iya (diganti posisinya oleh Suhartono),” kata sumber ini.

Suhartono, berhak bersaing bersama dua nama lainnya. Yaitu Hariadi dan Haris. Ranking ini merupakan hasil penilaian murni. Tanpa ada invetervensi kuat dari pihak manapun. Artinya jika komposisi ini berubah, maka dipastikan ada invervensi yang dilakukan oleh seseorang.

“Ini tanpa intervensi, murni,” tegasnya.

Lantas kira-kira siapa yang akan terpilih?

Sumber ini belum bisa memastikan siapa yang akan naik. Menyusul Ahyar belum mau menggelar mutasi hari ini. Sebab ada agenda yang tak bisa dilewatkan wali kota.

“Ia (Ahyar) maunya minggu depan,” terangnya.

Namun ada sinyal, Kepala Dinas Tenaga Kerja yang akan terpilih yakni Hariadi, Camat Mataram. Hariadi berpeluang menggantikan posisi almarhum Abdul Latif Nadjib. Karena selain punya track record yang baik. Hariadi juga masuk dalam perankingan.

“Hanya pilihannya (Ahyar) sering berubah-ubah di last minute,” ujarnya.

Saat ini kandidat paling kuat memang Hariadi. Tapi dua nama lain berpeluang juga untuk menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja. Seperti misalnya Hartono yang juga menantu dari mantan Wali Kota Mataram HL Mas’ud.

“Semua masih punya peluang, karena pelantikan diundur satu minggu lagi,” terangnya.

Para pejabat punya peluang untuk ‘beratraksi’ dan lobi-lobi. Sehingga kecondongan Ahyar pada Hariadi bisa saja berubah nantinya.

Sementara itu tentangan karir Muslim tidak hanya datang dari hasil pansel. Aktivis perempuan NTB ikut mengamati perkembangan mutasi di Kota Mataram. Nur Janah salah satu aktivis perempuan NTB, berharap pemkot benar-benar mempertimbangkan track record Muslim.

“Ya saya rasa kalau menunggu keputusan hukum, apakah dia (Muslim) bersalah atau tidak, saya tidak ada waktu lagi,” kata Janah.

Pandangan perempuan NTB saat ini tertuju pada jalannya mutasi. Apakah kepala daerah akan kembali memberi peluang bagi Muslim untuk menikmati promosi lagi. Setelah kasusnya yang membuat heboh banyak orang.

Atau sebaliknya memberi peluang pada pejabat lain yang lebih dipercaya publik.

“Saya rasa inilah saatnya partisipasi publik ikut jadi bahan pertimbangan Pansel (Panitia Seleksi),” harapnya.

Mereka diminta mempertimbangkan empat nama itu dengan baik. Terutama track record-nya. Bagaimanapun nama Muslim sudah kadung membawa persepsi, buruk bagi Pemerintah Kota Mataram. Kecuali pemkot menurutnya ingin buat sensasi.

“Kasus itu kan tamparan keras bagi Pemkot Mataram,” cetusnya. (zad/jay/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Pilwali Mataram, HARUM satu SALAM dua MUDA tiga BARU empat

Pengundian nomor Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota Mataram dan Wakil Wali Kota Mataram berjalan di bawah protokol Pandemi Covid-19 dengan ketat, pukul 19.00 wita-selesai semalam.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks