alexametrics
Jumat, 25 September 2020
Jumat, 25 September 2020

Wali Kota Sebut Biaya Penyaluran JPS Mataram Rp 540 Juta

MATARAM-Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh membantah biaya distribusi Jaring Pengaman Sosial (JPS) Mataram Rp 1,2 miliar. “Untuk mendistribusikan 26 ribu paket bantuan (biayanya) sebesar Rp 540 juta,” katanya melalui siaran pers yang diterima Koran ini.

Selain itu jumlah paket juga diklarifikasi sebanyak 26 ribu paket. Bukan sebanyak 22.442 paket seperti yang berkembang dalam ekspose refocusing Anggaran I dan II yang dilaksanakan pada Jumat (8/5) lalu.

Menurutnya angka Rp 1,2 miliar itu berasal dari usulan yang masih dalam pembahasan. “Dan disampaikan klarifikasi tentang prihal tersebut dalam pada saat rapat kerja DPRD Kota Mataram dengan TAPD Pemerintah Kota Mataram,” jelasnya.

Ahyar juga menjelaskan bila total penerima bantuan sosial di Kota Mataram sebanyak 70 ribu KK. Antara lain, 44 ribu KK ditangani pemerintah pusat melalui Kemensos dalam bentuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan Bantuan Sosial Tunai (Bansos Tunai).

Selain itu ada 2000 KK lebih penerima JPS ditangani melalui program JPS Gemilang NTB. “(Total nilai) bantuan yang diberikan JPS Mataram sebesar Rp 250 ribu,” terangnya.

Bentuknya itemnya antara lain 10 kg beras, 10 butir telur, 1 liter minyak goreng, 1 kg produk olahan ikan, 4 bungkus biskuit, dan sabun.

Bantuan itu selanjutnya didistribusi ke 50 kelurahan. Di setiap kelurahan ada tim distribusi terdiri dari 6 orang. “Babinsa 1 orang, Babinkamtibmas 1 orang, operator kendaraan roda tiga 2 orang, taruna siaga bencana 1 orang,” rincinya.

Honor yang diterima setiap petugas dalam tim itu masing-masing Rp 300 ribu. “Jangka waktu pendistribusian selama 6 bulan,” ulasnya.

Menurutnya berbagai upaya dilakukan pemerintah dalam upaya membangun transparansi dan percepatan penanganan covid-19. “Juga mendapat pendampingan dari lembaga mitra kerja seperti Kejaksaan, BPKP, dan Inspektorat, sehingga langkah-langkah yang diambil mendapat kepastian hukum,” tegasnya.

Sementara itu untuk penanganan kesehatan jadi prioritas utama pemkot. Beberapa langkah telah ditempuh diantaranya mulai dari isolasi dan pengobatan pasien positif covid-19.

Para pasien hingga kini telah dirawat di RSUD Kota Mataram, RSUP NTB, dan RS Mataram. “Serta kita melakukan contact tracking terhadap masyarakat yang melakukan kontak dengan pasien positif,” pungkasnya. (zad/r2)

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Catat, Kampanye Undang Massa Bisa Dipidana

Seluruh calon kepala daerah yang akan berlaga dalam Pilkada serentak di tujuh kabupaten/kota di NTB telah ditetapkan, kemarin (23/6). Hari ini, para calon kepala daerah tersebut akan melakukan pengundian nomor urut. Kampanye akan dimulai pada 26 September. Seluruh kandidat harus hati-hati berkampanye di masa pandemi. Sebab, mengundang massa dalam kampanye bisa dikenakan pidana.

Dua Sopir Bupati Lotim pun Positif Tertular Covid-19

PELACAKAN kontak erat Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy yang positif terinfeksi Covid-19 masih terus dilakukan. Hingga kemarin, dari kontak erat yang telah menjalani uji usap atau swab, dua orang sopir Bupati Sukiman telah dipastikan positif Covid-19.

Dua Jempol untuk Penanggulangan Covid-19 Desa Bentek Lombok Utara

Desa Bentek meraih juara satu Kampung Sehat di Kecamatan Gangga, Lombok Utara. Berada di pintu masuk Kecamatan Gangga, desa ini memang dua jempol. Bidang kesehatannya oke. Bidang ekonominya mantap. Sementara bidang ketahanan pangannya juga menuai decak kagum. Pokoknya top!

Disdag Kota Mataram Gelar Pasar Rakyat, Warga Antusias

”Kami berterima kasih pada pihak Disdag karena kebutuhan rumah tangga bisa diakomodir sekaligus di sini dengan harga terjangkau,”  kara Nasrullah, lurah Pagutan Barat.

Dapodik Versi Terbaru Buat Bingung, Dikbud NTB Latih Operator Sekolah

Kami rancang untuk yang pulau Lombok dulu,” kata Kepala Seksi  GTK SMK Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Dikbud NTB Mu'azam, Rabu (23/9/2020).

SMK di NTB Mulai Persiapan Ikuti LKS Tingkat Nasional

”Siswa yang ikut, sedang menjalani training center (TC),” kata Kepala SMKN 3 Mataram Ruju Rahmad, Rabu (23/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks