alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Bertambah 8.000 Kepala Keluarga Diusulkan Dapat JPS Mataram

MATARAM-Sebanyak 8.000 kepala keluarga (KK) masuk sebagai usulan baru. Untuk penerima jaring pengaman sosial (JPS) tahap kedua. ”Itu usulan dari bawah, kelurahan, dan OPD,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Mataram Hj Baiq Asnayati.

Pemkot Mataram sudah merampungkan pendistribusian JPS untuk tahap pertama. Terakhir, sebanyak 6.521 paket sembako disebar ke-50 kelurahan. Menggenapi kuota penerima tahap pertama sebanyak 19.803 KK.

Asna mengatakan, pendistribusian JPS menemui banyak kendala. Mulai dari mepetnya waktu hingga persoalan data penerima. Pemkot ingin benar-benar memastikan warga yang berhak menerima bantuan.

”Kendalanya banyak. Sampai pengaruhi kinerja kita,” ujarnya.

Meski sempat sangat terlambat dalam pendistribusiannya, persoalan data untuk penerima JPS sudah klir. Tahap pertama, sebanyak 19.803 KK sudah dikunci Dinsos. Sudah tidak ada lagi penggantian penerima. Hingga warga yang menerima dobel bantuan.

Karena data sudah beres, Asna menyakini proses penyaluran di tahap kedua bisa lebih cepat dilakukan. ”Yang tahap kedua untuk Mei itu, kita tetap upayakan didistribusikan pertengahan Juni ini,” kata Asna.

Soal penambahan yang sebanyak 8.000 KK, saat ini masih dilakukan verifikasi dan validasi. Bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil). Mereka yang tidak memenuhi syarat, tidak akan masuk sebagai penerima tambahan.

Dalam prosesnya, Dinsos menggunakan pola verifikasi dan validasi berjalan. Yang dilakukan bersamaan dengan proses pendistribusian JPS. Cara tersebut, diakui Asna berpotensi menimbulkan dobel penerima.

Sehingga harus dilakukan pergantian namanya. Prosesnya melalui musyawarah kelurahan. Yang dihadiri kepala lingkungan, tokoh masyarakat, dan lurah.

Sementara itu, Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan, penambahan penerima JPS, harus diimbangi dengan jumlah penyedia. ”Kemarin waktu di tahap pertama, cuma ada dua rekanan,” kata Mahmuddin.

Kedua rekanan diketahui mendistribusikan sebanyak 19.803 paket untuk tahap pertama. Jumlah tersebut tidak imbang, kata Mahmuddin. Menurut perhitungan mereka, idealnya satu rekanan menghandle 5 ribu paket bantuan. Sehingga proses distribusi bisa lebih cepat dilakukan.

Dengan penambahan penerima untuk tahap kedua, yang diprediksi bisa lebih dari 20 ribu KK, membutuhkan lebih banyak lagi rekanan. ”Tahap kedua ini rencananya kita bagi empat. Untuk empat rekanan,” katanya. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks