alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

Tampung Warga Ahmadiyah, Wisma Transito Mataram Bakal Diubah Jadi Rusunawa

MATARAM-Kehidupan Jamaah Ahmadiyah di Wisma Transito belum banyak berubah. Harapan untuk hidup layak, masih terus dibicarakan pemerintah. ”Dalam jangka panjang, akan jadi keputusan secara nasional. Untuk penanganan yang utuh dan terpadu,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang.

Pekan kemarin, Kantor Staf Presiden (KSP) melakukan konferensi video. Terkait penanganan Jamaah Ahmadiyah di lokasi pengungsian. Forum ini diikuti juga Pemkab Lombok Timur, Pemkot Mataram, dan Pemprov NTB.

”Kita juga berikan masukan di sana,” ujar Aweng, sapaan karibnya.

Khusus untuk penanganan covid, Jamaah Ahmadiyah disebut Aweng sudah tertangani dengan baik. Bantuan-bantuan dari pemerintah juga diberikan. Seperti JPS Gemilang dari Pemprov NTB hingga bantuan sosial dari Kemensos.

Selain itu, dari 35 kepala keluarga di sana, tidak ada satu orang yang terpapar covid. ”Bantuan yang menjadi hak mereka, sudah disalurkan. Seperti PKH, BPNT, sampai JPS Gemilang,” tuturnya.

Dalam jangka panjang, pemerintah belum mengambil keputusan konkret soal nasib Jamaah Ahmadiyah. Pembicaraan masih terus dilakukan. Terutama untuk penanganan secara utuh dan terpadu.

Aweng menerangkan, keputusan jangka panjang berkaitan dengan kelayakan tempat tinggal mereka. Termasuk lokasinya. Juga bagaimana para Jamaah Ahmadiyah bisa berinteraksi dengan warga lingkungan sekitar, dengan baik.

”Prinsipnya berdampingan dengan damai. Saling hormat menghormati antara satu dengan yang lainnya,” kata Aweng.

Meski belum ada keputusan pasti, Aweng menyebut sudah ada kesepahaman yang terjalin. Antara KSP, Pemprov NTB, Pemkab Lotim, dan Pemkot Mataram. Seperti, bagaimana untuk memberikan penanganan yang mendasar. Berkaitan dengan tempat layak untuk mereka tinggali.

Soal tempat tinggal ini, pemerintah sebelumnya merencanakan untuk membangun rusunawa. Atau, rumah tapak untuk Jamah Ahmadiyah. Hanya saja, hingga sekarang belum bisa terealisasi.

Disinggung soal itu, Aweng menolak anggapan bahwa pemkot menemui jalan buntu. Yang terjadi, komunikasi Pemkot Mataram dengan Kementeria PUPR terputus. Sehingga rencana pembangunan rusunawa atau rumah tapak, tak kunjung diwujudkan.

Sehingga, komunikasi tersebut nantinya akan dilanjutkan KSP. ”Nanti KSP yang melakukan komunikasi dengan (Kementerian) PUPR,” ucap Aweng.

Soal apakah rumah tapak atau rusunawa yang nanti akan dibangun, semuanya diserahkan kepada pemerintah pusat. Meski begitu, ada tawaran dari Gubernur NTB untuk membangun rusunawa di Wisma Transito. Tempat pengungsian Jamaah Ahmadiyah sekarang.

”Itu tawaran gubernur, bangun rusunawa di asrama Transito. Saya kira rumah tapak atau rusunawa, dua-duanya bagus,” tandas Aweng. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lomba Kampung Sehat Bawa Berkah untuk Warga

Lomba kampung sehat di Lombok Tengah ternyata membawa keberkahan bagi warga. “Salah satunya, keberkahan perputaran ekonomi,” ujar Kapolsek Pringgarata AKP Suherdi, Senin (13/7).

Katanya Gak Boleh, Kok Ritel Modern di Lotim Makin Menjamur?

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Lotim memberikan lampu hijau bagi para investor yang hendak berinvestasi. Termasuk kehadiran ritel modern yang oleh beberapa pihak dianggap membunuh pedagang kecil. “Lotim ini zona hijau untuk berinvestasi,” kata  Kepala DPMPTSP Muksin pada Lombok Post, Senin (13/7).

Yuk.. Beli Sayur Segar di Embung Bengkel, Praya : Bisa Petik Sendiri!

Petani dan Pemerintah Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya Lombok Tengah, mencoba meniru budi daya sayur di Sembalun, Lombok Timur. Berikut ulasannya.

Sempat Bebas Korona, Lombok Utara “Merah” Lagi

Sempat zero case (nol kasus) positif Covid-19, pertahanan KLU dalam melawan virus Korona jebol lagi. Dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas tertanggal 13 Juli, ada dua pasien positif yang tengah dirawat, dan satu orang meninggal dunia.

Polemik di Tanjung Bias, BPN Sarankan Pemdes Senteluk Gugat ke PTUN

Polemik sempadan Pantai Tanjung Bias yang belakangan diketahui memiliki sertifikat lahan milik pribadi belum menemui titik terang. Permintaan pemerintah desa agar Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lombok Barat (Lobar) membatalkan sertifikat lahan tersebut belum bisa terpenuhi.

Warga Lobar Boleh Ikuti Pemakaman Pasien Korona, Ini Syaratnya

Kasus pemulangan paksa jenazah pasien Covid-19 kian marak. Yang terbaru kasus warga Desa Mekarsari yang memulangkan paksa jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.
Enable Notifications.    Ok No thanks