alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Tetap Waspada, Sebagian Besar Pasien Korona di Mataram Tanpa Gejala

MATARAM-Pasien Covid-19 tanpa gejala (OTG) di Kota Mataram harus diwaspadai. Dari 381 pasien positif, sekitar 67 persen pasien OTG.

“Pasien OTG ini yang bahaya. Ditubuhnya ada virus yang bisa menularkan ke orang lain,” kata Akademisi Universitas Mataram (Unram) H dr Hamsu Kadriyan.

Diungkapkan, Pemkot Mataram belum bisa menerapkan new normal. Jika pergerakan masyarakat tidak bisa dibatasi, maka jumlah kasus positif akan terus bertambah.

“Tak hanya pemerintah, harus ada kesadaran masyarakat,” ungkap pria yang juga menjabat dekan Fakultas Kedokteran Unram ini.

Dia menjelaskan, penularan Korona sangat cepat. Satu orang pasien bisa menularkan kepada 15 orang. “Kalau orang yang imunnya kuat mungkin tidak apa-apa jika ditularkan. Tapi bagaimana kalau yang ditularkan itu lansia (lanjut usia) dan orang yang ada penyakit penyertanya,” kata dia.

Diutarakan, pasien OTG kondisinya sehat. Namun di dalam tubuhnya ada virus. Jika OTG beraktivitas, tentu akan menularkan ke yang lainnya.“Ini sangat berbahaya bagi lansia yang usianya 56 tahun ke atas,” imbuhnya.

Dia melihat kasus kematian akibat Covid-19 sangat kecil. Namun jika pasien terus bertambah, maka pasien yang meninggal juga akan bertambah.

Sampai saat ini, dari 350 pasien positif di Kota Mataram, tercatat 18 orang yang meninggal. “Bagaimana jika nantinya yang tertular lansia dan memiliki penyakit Komorbid,” tuturnya.

Hamsu memprediksi puncak kasus Covid-19 akan terjadi Agustus dengan jumlah pasien positif mencapai 5.800 orang. Namun jika pemerintah melakukan pengetatan di sejumlah pintu masuk, maka bisa maju menjadi Juli dengan pasien positif mencapai 2.800 orang. “Saya lihat beberapa pintu masuk di NTB ditutup,” ungkapnya.

Saat ini kata dia, Kota Mataram belum layak menerapkan new normal. Sebab, masuk zona merah. Bahkan Kota Mataram paling banyak kasus positif Covid-19.

Namun begitu ia melihat ada kesadaran dari sejumlah pelaku usaha yang menerapkan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, jaga jarak, dan menerapkan social distancing. “Sekarang bagaimana dengan kesadaran warga,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Usman Hadi mengatakan, dari 350 pasien positif Covid-19 di Kota Mataram sebagian besar pasien OTG.  Tercatat 67 persen pasien OTG dari jumlah tersebut. “Tentu ini sangat membahayakan,” ungkapnya.

Usman membayangkan jika OTG berkunjung ke pasar atau pertemuan lainnya akan menularkan ke orang sekitarnya. Namun demikian, saat ini sejumlah pusat perbelanjaan atau pasar tradisional Kota Mataram menerapkan protokol kesehatan. Seperti menggunakan masker, tempat cuci tangan, handsanitizer, dan hindari kerumunan.

“Ini kita lakukan agar aktivitas masyarakat tetap jalan dengan menerapkan protokol kesehatan,” ungkap Usman. (jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Investasi Triwulan II di NTB Turun, Pencapaian Pertambangan Tertinggi

Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) menyampaikan data realisasi investasi sementara periode triwulan II tahun 2020 hanya mencapai Rp 788 miliar. Jumlah ini menurun dari triwulan sebelumnya Rp 2,1 triliun.

Mencuri Buat Modal Judi, Moyes Diciduk Polisi

Baru enam bulan keluar  dari penjara MR alias Moyes kembali beraksi. ”Pelaku ini mencuri handphone di kawasan Jalan Transmigrasi, Pejanggik, Mataram,” kata Kapolsek Mataram AKP Rafles Girsang, kemarin (9/7).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks