alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Dirut RSUD Mataram : Keluarga Boleh Ikut Urus Jenazah Pasien Korona

MATARAM-Pemkot Mataram akan mengeluarkan surat edaran terkait membolehkan keluarga ikut dalam proses pemulasaran atau pemakaman jenazah pasien positif Covid-19.

“Boleh ikut proses pemandian, mengkafani, dan mensalatkan,” kata Direktur RSUD kota Martaram dr HL Herman Mahaputra, Selasa (14/7).

Namun, kebijakan itu ada syaratnya. “Ini hanya untuk keluarga inti. Paling banyak lima orang,” tegasnya.

Keluarga yang ikut juga wajib menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. “Kita sendiri yang siapkan APD-nya,” ujat pria yang karib disapa Jack ini.

Sementara Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, tak hanya dibolehkan ikut pemulasaran jenazah, pihak keluarga juga dibolehkan melakukan prosesi lainnya setelah pemakaman. Seperti pembacaan talqin, zikir, takziah, dan sambutan keluarga. “Ini semua harus dilakukan dengan protokol Covid-19,” ungkapnya.

Ahyar tidak ingin penjemputan paksa jenazah dari pihak keluarga dan warga di RSUD Kota Mataram kembali terulang. Oleh karena itu ia mengambil kebijakan membolehkan pihak keluarga melakukan pemulasaran jenazah. “Intinya, yang penting warga menerapkan protokol Covid-19,” kata Ahyar.

Selama ini, berdasarkan protokol, setiap jenazah covid yang meninggal dunia, harus langsung dikuburkan. Prosesnya dilakukan langsung petugas kesehatan. Tanpa dihadiri keluarga.

Kondisi tersebut menimbulkan gejolak di masyarakat. Hingga beberapa kali RSUD Kota Mataram digeruduk massa. Keluarga almarhum memaksa untuk mengambil jenazah. Agar bisa melakukan pemakaman dengan tata cara Islam.

Kebijakan ini diharapkan Ahyar bisa mengurangi gejolak. Masyarakat juga diharapkan bisa disiplin mengikuti aturan. Apa yang menjadi kebijakan pemerintah bertujuan baik. Untuk menjaga diri dan keluarga.

”Sudah kita siapkan surat edaran untuk ini,” katanya.

Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sebelumnya mengatakan, pemakaman jenazah korban Covid-19 harus diubah. ”Harus ada pembacaan talkin dan takziah. Paling tidak kita menjaga perasaan keluarga yang ditinggalkan,” kata Mohan.

Dia mengatakan, pemakaman jenazah korban Korona tetap bisa dilakukan dengan cara menerapkan protokol kesehatan. Jaga jarak, gunakan masker, cuci tangan, dan tidak berkerumun di satu tempat.

”Memang yang meninggal urusannya selesai dengan dunia. Tapi bagaimana dengan perasaan keluarga yang ditinggalkan,” kata dia.

Mohan melihat proses pemakaman jenazah korban Korona tak lazim. Dia ingin pemakaman seperti ini tak lagi dilakukan. ”Paling tidak, dalam proses pemakaman jenazah melibatkan keluarga yang ditinggalkan,” sarannya. (jay/dit/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks