alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Suplai 6,68 Kilo Ganja Aceh Diduga Dikendalikan dari Lapas Mataram

MATARAM-Narapidana berinisial Z alias Leter belum juga kapok. Warga Karang Bagu Cakranegara  itu diduga mengendalikan peredaran gelap  narkoba dari dalam penjara. “Keterlibatan L (Leter) ini masih kita selidiki. Masih kita kembangkan,” kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto, Selasa (14/7).

Leter divonis Pengadilan Negeri Mataram selama 15 tahun penjara, Agustus 2016 silam.  Dia terbukti melanggar pasal 114 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan barang bukti 1,5 ons sabu.

Terbongkarnya dugaan narkoba dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan ini berawal dari penangkapan terduga pengedar  berinisial S dan RT. Penangkapan terhadap dua pengedar tersebut berdasarkan informasi masyarakat. ”Kita menangkap mereka dengan sistem under cover (menyamar),” jelasnya.

Anggota menyamar membeli narkoba jenis ganja kepada Leter. Polisi memesan sekitar 10 kilogram.

Selanjutnya, Leter mengutus tersangka S untuk meladeni anggota yang menyamar membeli narkoba jenis ganja. S pun meladeni.

Anggota polisi dan S bertemu dirumah tersangka RT. Lokasinya di belakang salah satu toko baju di wilayah Punia, Mataram, pekan lalu.

RT dan S langsung dibekuk di rumahnya. Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa ganja. ”Beratnya, 6,68 kilogram,” jelasnya.

Dari hasil interogasi, RT mengaku barang tersebut milik seorang Napi di Lapas Mataram berinisial Z alias Leter.“Terkait dengan dikendalikan dari dalam Lapas belum bisa dipastikan. Karena masih penyelidikan,” terangnya.

Dari keterangan pelaku, barang tersebut dikirim melalui Aceh. Barang tersebut tidak langsung dikirim ke Mataram. Terlebih dahulu singgah di wilayah Lombok Timur (Lotim). ”Kita belum pastikan pengirimannya melalui jalur darat atau udara,” ungkapnya.

Guntur mengatakan, penangkapan itu menjadi sebuah prestasi. Namun, prihatin bagi masyarakat. ”Di masa pandemi ini masih banyak masyarakat yang menyalahgunakan narkotika dan obat-obatan terlarang,” keluhnya.

Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson mengatakan, Leter memang seorang narapidana. Dia terjerat kasus narkoba sebelumnya. ”Itu kan dia (leter),” kata Elyas sambil menunjuk ke arah tersangka.

Penyelidik sudah meminta Leter untuk dipinjam dari Lapas Mataram. Langkah itu dilakukan untuk proses penyelidikan. ”Kita bon dia (Leter) untuk proses penyelidikan,” jelasnya.

Elyas menjelaskan, jika dihitung per kilo-nya seharga Rp 11 juta. Sedangkan, berat barang 6,68 kilogram. ”Harganya sekitaran Rp 66 juta. Tetapi, mereka membeli barang ini pasti jauh lebih murah. Ya, kisaran Rp 35 juta hingga Rp 40 juta,” bebernya.

Saat ini, penyelidik masih bekerja. Guna mengembangkan kasus tersebut. ”Ini pemain lama, mereka pasti memiliki jaringan. Kita masih telusuri itu,” kata Elyas.

Dari perbuatannya, tersangka dijerat pasal 111 ayat (2), pasal 114 ayat (2), 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman seumur hidup. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks