alexametrics
Rabu, 12 Agustus 2020
Rabu, 12 Agustus 2020

Suplai 6,68 Kilo Ganja Aceh Diduga Dikendalikan dari Lapas Mataram

MATARAM-Narapidana berinisial Z alias Leter belum juga kapok. Warga Karang Bagu Cakranegara  itu diduga mengendalikan peredaran gelap  narkoba dari dalam penjara. “Keterlibatan L (Leter) ini masih kita selidiki. Masih kita kembangkan,” kata Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto, Selasa (14/7).

Leter divonis Pengadilan Negeri Mataram selama 15 tahun penjara, Agustus 2016 silam.  Dia terbukti melanggar pasal 114 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan barang bukti 1,5 ons sabu.

Terbongkarnya dugaan narkoba dikendalikan dari dalam Lembaga Pemasyarakatan ini berawal dari penangkapan terduga pengedar  berinisial S dan RT. Penangkapan terhadap dua pengedar tersebut berdasarkan informasi masyarakat. ”Kita menangkap mereka dengan sistem under cover (menyamar),” jelasnya.

Anggota menyamar membeli narkoba jenis ganja kepada Leter. Polisi memesan sekitar 10 kilogram.

Selanjutnya, Leter mengutus tersangka S untuk meladeni anggota yang menyamar membeli narkoba jenis ganja. S pun meladeni.

Anggota polisi dan S bertemu dirumah tersangka RT. Lokasinya di belakang salah satu toko baju di wilayah Punia, Mataram, pekan lalu.

RT dan S langsung dibekuk di rumahnya. Dari hasil penggeledahan ditemukan barang bukti berupa ganja. ”Beratnya, 6,68 kilogram,” jelasnya.

Dari hasil interogasi, RT mengaku barang tersebut milik seorang Napi di Lapas Mataram berinisial Z alias Leter.“Terkait dengan dikendalikan dari dalam Lapas belum bisa dipastikan. Karena masih penyelidikan,” terangnya.

Dari keterangan pelaku, barang tersebut dikirim melalui Aceh. Barang tersebut tidak langsung dikirim ke Mataram. Terlebih dahulu singgah di wilayah Lombok Timur (Lotim). ”Kita belum pastikan pengirimannya melalui jalur darat atau udara,” ungkapnya.

Guntur mengatakan, penangkapan itu menjadi sebuah prestasi. Namun, prihatin bagi masyarakat. ”Di masa pandemi ini masih banyak masyarakat yang menyalahgunakan narkotika dan obat-obatan terlarang,” keluhnya.

Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson mengatakan, Leter memang seorang narapidana. Dia terjerat kasus narkoba sebelumnya. ”Itu kan dia (leter),” kata Elyas sambil menunjuk ke arah tersangka.

Penyelidik sudah meminta Leter untuk dipinjam dari Lapas Mataram. Langkah itu dilakukan untuk proses penyelidikan. ”Kita bon dia (Leter) untuk proses penyelidikan,” jelasnya.

Elyas menjelaskan, jika dihitung per kilo-nya seharga Rp 11 juta. Sedangkan, berat barang 6,68 kilogram. ”Harganya sekitaran Rp 66 juta. Tetapi, mereka membeli barang ini pasti jauh lebih murah. Ya, kisaran Rp 35 juta hingga Rp 40 juta,” bebernya.

Saat ini, penyelidik masih bekerja. Guna mengembangkan kasus tersebut. ”Ini pemain lama, mereka pasti memiliki jaringan. Kita masih telusuri itu,” kata Elyas.

Dari perbuatannya, tersangka dijerat pasal 111 ayat (2), pasal 114 ayat (2), 132 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman seumur hidup. (arl/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona di Lombok tengah Lockdown Dusun Tetap Jadi Pilihan

Pencegahan penularan covid-19 di Lombok Tengah terus dilakukan pemkab. “Harapannya, jangan ada lagi yang positif,” kata sekretaris gugus tugas Covid-19 Murdi pada Lombok Post, Senin (10/8).

Kabar Baik, Pemerintah Izinkan Pengiriman TKI ke Luar Negeri

Pemerintah telah membuka peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) alias Tenaga Kerja Indonesia (TKI). Hanya saja, rekrutmen terbatas pada tenaga kerja terlatih sektor formal.

Tempat Hiburan di Lobar Tak Patuh Cegah Korona, Dewan : Segel Saja!

DPRD Lombok Barat (Lobar) memberi atensi penerapan protokol pencegahan covid. Terutama untuk tempat hiburan malam. ”Kami support penegak hukum dan pemerintah. Kalau ada yang membandel, segel saja,” kata Ketua Fraksi Demokrat DPRD Lobar Indra Jaya Usman, Senin (10/8).

Pasangan Makmur-Ahda Tersandera SK PKB

MATARAM--Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda tersandera SK dukungan dari PKB. Tanpa PKB, pasangan ini kemungkinan besar tak bisa bertarung di Pilkada Kota Mataram.

FK Unram Prediksi Puncak Penularan Korona di NTB Bulan Ini

Peneliti dari Fakultas Kedokteran Universitas Mataram sempat memprediksi Bulan Agustus ini menjadi puncak pandemi Covid-19. Namun, trend Covid-19 justru perlahan menurun.

Bantu Siswa Belajar, Masjid Al-Falah Monjok Siapkan Internet Gratis

Inovasi Takmir Masjid Al-Falah Kelurahan Monjok patut ditiru. Terutama oleh takmir masjid di Kota Mataram. Karena, mereka menyiapkan internet gratis bagi siswa dan mahasiswa yang saat ini sedang menerapkan metode belajar dalam jaringan (daring).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks