alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Warga Miskin Mataram Dapat Subsidi Pajak Rp100 Ribu

MATARAM-Pemkot Mataram memberi subsidi pembayaran pajak bumi dan bangunan untuk masyarakat miskin. ”Opsinya Rp100 ribu. Tinggal menunggu SK ditandatangani Wali Kota Mataram,” kata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram HM Syakirin Hukmi, kemarin.

Subsidi ditujukan untuk masyarakat yang masuk basis data terpadu (BDT) di Dinas Sosial (Dinsos). Yang jumlah terakhirnya 41.548 kepala keluarga (KK). Syakirin mengatakan, mereka akan diberi keringanan pembayaran hingga Rp100 ribu.

”Kalau misalnya PPB dia Rp105 ribu, artinya dia cuma bayar Rp5.000. Kalau di bawah Rp100 ribu, bebas. Tidak usah bayar,” jelas Syakirin.

Dengan kebijakan tersebut, berpotensi menurunkan pendapatan dari PBB. Berdasarkan perhitungan BKD, mereka bisa kehilangan hingga Rp3 miliar dari kebijakan subsidi Rp100 ribu untuk warga yang masuk BDT.

”Itu khusus yang sudah pasti bisa kita hitung, berdasarkan jumlah BDT itu,” tuturnya.

Syakirin mengatakan, di masa pandemi ini potensi menurunnya pendapatan pasti terjadi. Apalagi kebijakan mengenai stimulus ekonomi untuk sektor PBB tidak saja menyasarkan warga di BDT. Tapi juga pengusaha sektor perhotelan dan restoran.

”Hotel dan restoran akan mendapat pengurangan juga. Mereka kan juga terdampak dengan kondisi ini,” imbuh Syakirin.

Hanya saja, BKD belum bisa memastikan berapa total angka penurunan PBB dari hotel dan restoran. ”Belum kalau ini. Kita tunggu dulu pengajuan dari mereka,” ujarnya.

Keringanan pembayaran PBB untuk hotel dan restoran diatur dengan ketentuan. Maksimal hanya bisa 50 persen dari total pembayaran. Pengusaha juga diminta untuk melakukan pengajuan ke BKD Kota Mataram.

Syakirin mengatakan, kebijakan tersebut akan direalisasikan setelah keputusannya ditandatangani wali kota Mataram. Setelah itu, BKD akan melakukan sinkronisasi sistem terkait PBB.

Tahun ini, BKD dibebani target PBB hingga Rp27 miliar. Tapi, target ini tidak mungkin tercapai. Berdasarkan perhitungan awal mengenai proyeksi penurunan, capaian PBB maksimal berada di angka Rp17 miliar.

Sementara itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, subsidi PBB diperlukan di masa pandemi. Untuk mengurangi beban masyarakat akibat wabah covid. ”Kita berikan stimulus ekonomi juga untuk pengusaha. Semoga bisa meringankan beban mereka,” kata Ahyar. (dit)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks