alexametrics
Sabtu, 23 Oktober 2021
Sabtu, 23 Oktober 2021

Retribusi sampah, PKL Mataram Harus Bayar Rp 5 Ribu Per Bulan

MATARAM-Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram akan menarik retribusi sampah dari Pedagang Kaki Lima (PKL) guna meningkatkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Satu PKL akan kita tarik Rp 5 ribu per bulan,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram HM Kemal Islam.

Dia menuturkan, penarikan retribusi sampah bagi PKL akan mulai dilakukan bulan ini. Target untuk retribusi sampah bagi PKL Rp 900 juta per tahun. “Sekarang kami sedang mencetak karcis bukti pembayaran retribusi,”  ujar Kemal.

Dia akan merekrut 30 orang tenaga dan juru pungut retribusi sampah PKL. Bahkan pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Badan Keuangan Daerah (BKD) dan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) terkait penarikan retribusi sampah PKL tersebut. “Sebenarnya kita tinggal jalan saja,” singkatnya.

Ditanya soal target retribusi sampah Rp 6,5 miliar. Dia mengatakan, baru terealisasi sekitar 5,5 persen. Jika target ini tidak tercapai 100 persen, ujar dia, paling tidak bisa sampai 80 atau 90 persen.

“Tapi kita tetap optimis target retribusi bisa tercapai tahun ini,” kata mantan Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Mataram ini.

Sedangkan untuk retribusi sampah hotel, restoran, rumah makan, dan perumahan ujar dia, bekerja sama dengan PT Air Minum Giri Menang. Namun, kata dia, ada juga potensi lain yang bisa digarap untuk retribusi sampah di perusahaan. “Kalau perusahaan retribusi sampah Rp 200 sampai Rp 250 ribu per bulan,” tukasnya.

Lurah Monjok Timur Sumanto menyambut baik rencana DLH yang akan menarik retribusi sampah bagi PKL. Sebagai lurah, dia ingin Kelurahan Monjok Timur bersih dari sampah. “Kita sangat mendukung, apalagi di sini banyak PKL,” ucapnya.

Dia mengatakan, para PKL tentu tidak akan keberatan jika hanya ditarik Rp 5 ribu untuk retribusi sampah per bulan. Jadi, mereka tidak perlu repot membawa sampahnya pulang atau membuang ke TPS. Tinggal dikumpulkan petugas yang akan mengambil. “Ini akan membuat Kota Matatam bersih,” tuturnya. (jay/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks