alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Baru Tiga Kecamatan Punya RDRT

MATARAM-Pascarevisi Perda RTRW Kota Mataram disahkan, pekerjaan rumah (PR) yang harus segera diselesaikan adalah penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) wilayah kota. Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura mengatakan, saat dirinya menjabat jadi kepala dishub, ada tiga kecamatan yang sudah ada RDTR-nya. Yakni, Kecamatan Mataram, Ampenan, dan Cakranegara. “Yang itu sudah kami susun, tinggal tiga lagi sisanya,” jelasnya,

Sementara tiga kecamatan yang belum adalah Sandubaya, Sekarbela dan Selaparang. Kata Tura, RDTR ini sangat penting. Sebab di dalamnya akan dijabarkan lebih rinci, soal jenis-jenis kegiatan yang diizinkan, terbatas, bersyarat ataupun dilarang.

“Kalau RTRW kan masih bersifat umum, sementara di RDTR ini akan lebih diperjelas lagi dan mendetail, skala yang dipakai bisa 1:5.000,” kata Tura.

Ia mendorong dalam hal ini Dinas PUPR Kota Mataram, RDTR untuk tiga kecamatan yang tersisa segera dibahas tahun ini. Jangan sampai, investor harus menunggu lagi seperti yang dilakukan pada pengesahan revisi Perda RTRW.

Sehingga, penyusunan RDTR harus dipercepat. Supaya tidak menghambat pelaksanaan perizinan investasi terpadu melalui situs online atau Online Single Submission (OSS). Apalagi RDTR  biasanya ditujukan sebagai dasar perizinan pemanfaatan ruang, seperti tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007.

“Karena RDTR ini bisa menjadi back up data dalam pengeluaran izin, semoga tahun ini bisa selesai,” ujarnya.

Memang penyusunan RDTR ini tidak semudah yang dibayangkan. Karena harus melalui beberapa tahapan. Seperti pelelangan konsultan karena penyusunan RDTR ini masuk dalam proyek. Penyusunan RDTR bisa menelan anggaran lebih dari Rp 300 juta. Kemudian rancangan penyusunan RDTR diseminarkan atau pengujian oleh publik.

“Diundang akademisi, tokoh masyarakat, pemerintah dan lainnya untuk melihat rancangan itu, mendengarkan saran-saran, dimasukkan ke RDTR-nya dan tahapan lainnya,” pungkas Mahmuddin.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Kota Mataram Miftahurrahman menuturkan, pihaknya belum bisa memastikan RDTR disusun tahun ini. Sebab, ia sendiri belum memeriksa apakah kegiatan penyusunan RDTR sudah dianggarkan atau tidak dalam APBD murni 2019. “Karena revisi Perda RTRW juga baru disahkan, nanti saya coba cek anggarannya, ada atau tidak untuk RDTR ini, kalau gak ada gimana kita mau susun,” tutupnya. (yun/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks