alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Kemenpar Gelontorkan Rp 3,8 Miliar untuk Penataan Kota Tua Ampenan

MATARAM-Penataan kawasan Kota Tua Ampenan telah menjadi permasalahan klasik yang selalu dihadapi Pemkot Mataram. Kawasan yang digadang-gadang menjadi pusat pariwisata kota, nyatanya sampai saat ini masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Di beberapa tempat, bangunan sudah dipenuhi dengan coret-coretan dan ada yang nyaris roboh.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengatakan, pemkot tidak bisa menangani sendiri persoalan ini. Karena butuh dana yang cukup besar untuk melakukan penataan. “Makanya pada setiap kesempatan, kami selalu meminta dukungan stakeholder dan pemprov agar bisa meneruskan keinginan kita (pemkot) ke pemerintah pusat,” terangnya, kemarin (15/3).

Mohan mengaku, hal yang paling dilematis dalam melakukan penataan, pasti berhadapan dengan masyarakat yang menjadi pemilik bangunan tua itu. Sebab yang terjadi selama ini, bangunan kebanyakan tidak ditempati dan pemanfaatannya berakhir sebagai gudang. “Kalau sudah jadi gudang, praktis kan tidak terawat,” keluh Mohan.

Berbicara penataan, Pemkot Mataram selama ini sudah menyanggupi untuk perbaikan-perbaikan dalam skala kecil. seperti pengecatan untuk mempertahankan kondisi dan suasana khas Kota Tua. Namun kembali lagi, kalau pemkot diinstruksikan untuk menata ulang secara keseluruhan, tentu saja APBD Kota Mataram tidak mampu untuk itu.

Sehingga melalui Dispar NTB, pemkot telah menyampaikan permohonan bantuan dukungan, untuk penataan kawasan Kota Tua Ampenan. Mohan menjelaskan, tahun ini pemkot kebagian anggaran sebesar Rp 3,8 miliar dari Kemenpar. Untuk menata kawasan PKL, ornamen-ornamen, infrastruktur, dan fasilitas pendukung lainnya.

“Tentu saja kita tidak bisa sendiri dalam menangani persoalan penataan ini, sebab butuh biaya yang cukup besar,” ungkapnya.

Sementara, dalam rangka sosialisasi awal, Mohan menyebut kalau Dispar Kota Mataram telah bertemu dengan para pegiat pariwisata. Tujuannya untuk mendengarkan usulan semua pihak dan mempersiapkan masterplan penataan.

Karena itu, Mohan sebenarnya memiliki harapan besar pada masyarakat di sekitar kawasan Kota Tua Ampenan, bahwa harus bisa memahami apa yang menjadi target pemerintah. Untuk menjaga tatanan kawasan itu, pemkot bahkan pernah melayangkan surat agar masyarakat bisa bersinergi membantu pemerintah.

“Sebab harus ada upaya kerja keras untuk bisa mengajak masyarakat, mau menjaga bangunan di sana, dan masyarakat sudah harus mempersiapkan diri dalam menyambut ini,” tandasnya. (yun/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks