alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

MV Sun Princess, Kapal Pesiar Keenam yang Kunjungi Lombok

MATARAM-Keindahan Pulau Lombok tak pernah redup di mata para wisatawan yang menggunakan kapal pesiar. Kemarin, kapal pesiar MV Sun Princess tiba di Lembar. Di lambungnya ada 2.191 wisatawan. Ini adalah kapal pesiar keenam yang datang membawa wisatawan ke Lombok semenjak Januari 2019.

Selain 2.191 orang wisatawan, kapal MV Sun Princess juga membawa 855 orang anak buah kapal. Kapal yang memiliki panjang 261 meter itu datang langsung dari Pelabuhan Darwin, Australia. Tiba di Lembar pukul 06.15 Wita. Selanjutnya, dari Lombok, kapal yang dinakhodai Capten Jon Paul Briyant tersebut akan melanjutkan perjalanannya ke Phu My, salah satu kota di Vietnam.

Karena keterbatasan pelabuhan yang belum bisa disandari kapal pesiar, dari kapal, wisatawan turun menggunakan sekoci. Mereka disambut tabuhan musik Gendang Beleq. Turis yang sebagian paro baya itu nampak terhibur dengan musik penyambutan yang energik.

Lona, salah seorang wisatawan asal Inggris mengaku cukup senang. Ia suka dengan musik tradisional Lombok tersebut. Tapi ia belum bisa memberikan kesan apa-apa tentang Lombok karena baru pertama kali datang.

”Saya belum ke mana-mana jadi belum tahu,” katanya.

Sementara Nicole Elizabeth, warga negara Chili, datang bersama temannya Herman Henrus Bento, salah satu anak buah kapal MV Sun Princess. Dia baru pertama kali datang ke Lombok, dan tertarik karena keindahan alam Lombok yang dilihatnya di internet.

”Saya suka wisata alam dan budaya,” katanya singkat.

 Mereka berencana belanja souvenir ke Mataram dan jalan-jalan ke Pantai Senggigi. Namun saat baru tiba di pelabuhan, hujan mengguyur sehingga dia merasa kurang beruntung bila tidak bisa menikmati suasana pantainya.

Dalam kunjungan tersebut, turis jalan-jalan di Lombok dengan paket one day tour. Mereka berkeliling selama satu hari di Lombok. Ada delapan titik yang dikunjungi seperti Museum, Pasar Seni, Pura Lingsar, Taman Narmada, Pantai Senggigi, Desa Sade. Ada juga yang memilih ke Mandalika, Gili Trawangan, yang mengambil paket menyelam.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal megatakan, MV Sun Princess merupakan kapal pesiar keenam yang masuk ke Lombok tahun ini. Dengan kapasitas kapal pesiar yang cukup besar, ia memperkirakan wisatawan yang diangkut kapal pesiar lebih dari 3.000 orang.

Itu menunjukkan, NTB sudah sangat terbuka dengan wisatawan dan mereka juga paham dengan kondisi pemulihan pascagempa. Informasi detail tentang destinasi juga sudah mereka terima.

Satu operator seperti Lombok Paradise saja mencatat 5.000 wisatawan. Belum dari operator lain. ”Artinya secara destinasi kita sudah recovery (pulih),” katanya.

Tahun 2018, Juli sampai Desember penerimaan kapal pesiar ditutup karena gempa. Januari 2019 baru dibuka lagi. Ia membantah ada pembatalan kapal pesiar karena sampah. Jumlahnya memang turun dari tahun sebelumnya, tapi itu wajar karena mereka menunggu apakah recovery selesai atau belum.

11 Kapal Pesiar akan Datang Lagi

Heri Nur Cahyono, Operator Lombok Paradise mengatakan, tanggal 25 Maret mendatang akan ada lagi kapal pesiar dengan 1.100 penumpang dari Darwin, Australia langsung ke Lombok yang sandar.

Bahkan dalam waktu dekat kurang lebih 11 kapal sudah konfirmasi akan sandar ke Lombok. Satu kapal berkapasitas 1.000 sampai 2.000 orang penumpang.

”Pasti akan membuat Lombok bangkit lagi, lebih ramai lagi,” katanya.

Kedatangan wisaman menunjukkan Lombok sudah pulih. Lombok sudah layak dikunjungi. Mereka akan terus promosi agar Lombok bangkit lagi. Kapal-kapal pesiar besar dia minta datang ke Lombok untuk menghidupkan pariwisata Lombok.

”Tamu-tamu bule saja berani datang ke Lombok apalagi tamu domestik,” katanya.

General Manager Pelindo III Lembar Erry Ardiyanto mebambahkan, kedatangan ribuan wisatawan tentu membawa dampak positif bagi kebangkitan pariwisata di Lombok. Ribuan orang yang turun tentu akan terjadi transaksi berupa jasa transportasi, kemudian berbalanja makanan dan souvenir.

Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan Pelabuhan Lembar, Pelindo III Lembar berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Lembar, Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan Lembar, Polairud, Basarnas, Dinas Pariwisata NTB, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat.

Sementara itu, kehadiran mereka membuat denyut nadi pariwisata hidup kembali. Itu terlihat dari senyum bahagia para sopir bus, pemandu wisata, hingga pedagang souvenir yang menyambut turis asing di pelabuhan.

Salah satunya Herry Sabwan, salah satu pemandu wisata yang memandu para turis. Ia dan rekan-rekannya sangat senang dengan datangnya wisatawan ke Lombok. Itu wajar karena dalam beberapa bulan terakhir, kunjungan wisatawan ke Lombok lumayan sepi. (ili/r8)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks