alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Pasar Mandalika Dijatah Rp 3 M, Cakranegara Rp 2,5 M

MATARAM-Pascagempa, geliat ekonomi di pasar tradisional Kota Mataram mulai bangkit. Akan tetapi, semua hal itu harus dibarengi dengan perbaikan fasilitas. Untuk itulah, Pemkot Mataram melalui program Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan akan merevitalisasi dua pasar tradisional. Yakni, Pasar Mandalika dan Cakranegara.

Alhamdulillah kita dapat Rp 5,5 miliar untuk kegiatan di dua pasar itu,” tegas Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (15/3).

Untuk mendapatkan dana TP itu, pihaknya sudah melengkapi apa saja yang menjadi persyaratan. Setelah itu, penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) juga sudah dirampungkan. Kini tinggal proses terakhir adalah mereview jenis bangunan apa yang akan didirikan pada kedua pasar tradisional itu.

“Kalau sudah direview, kami berharap tidak ada lagi perubahan di tengah jalan, karena kami sudah menandatangani MoU tentang itu, makanya ini yang akan kami kawal kembali,” jelasnya.

Amran mengatakan, terpilihnya Pasar Mandalika dan Cakranegara untuk direvitalisasi karena masih membutuhkan perbaikan fasilitas. Terutama untuk mendukung berbagai macam aktivitas pedagang maupun pembeli. Apalagi Pasar Mandalika merupakan salah satu pasar terbesar di Kota Mataram.

“Pasar Mandalika ibaratnya sudah seperti mercusuar, nantinya bisa dijadikan contoh, karena melihat kondisi sekarang masih jauh dari harapan, makanya direvitalisasi,” ujarnya.

Begitu pun dengan Pasar Cakranegara. Pascagempa, nyaris pasar ini sama sekali belum tersentuh perbaikan. Lokasi pasar yang strategis, kemudian jumlah pedagang yang semakin hari semakin bertambah. Sampai ada yang membangun lapak di pinggir jalan membuat kawasan ini menjadi sangat ramai. Ditambah dengan kegiatan Pemkot Mataram yang saat ini sedang menggalakkan penertiban Kawasan Bisnis Cakranegara (KCB). Revitalisasi Pasar Cakranegara sudah harus dilakukan.

“Mungkin dengan pembangunan sedikit demi sedikit ini, bisa mengatasi persoalan yang ada, kita ingin mengubah wajah kedua pasar ini sesuai dengan kemampuan yang ada,” terang Amran.

Rencananya, anggaran Rp 5,5 miliar itu akan dibagi. Ke Pasar Mandalika sebesar Rp 3 miliar dan Pasar Cakranegara Rp 2,5 miliar. Agar revitalisasi mendapat dukungan dari para pedagang, saat ini Amran sedang berkoordinasi dengan Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito. Supaya diberikan arahan, seperti kapan harus sosialisasi dan yang terkait dengan itu.

Pihaknya pun sudah mendata berapa jumlah pedagang di kedua pasar itu. Kemudian diajukan, agar dicarikan solusi ke mana harus direlokasi sementara waktu. “Kalau sudah tidak ada review lagi dari persiapan Maret dan sosialisasi sampai April, insya Allah Mei ini kami akan eksekusi, doakan saja,” tutupnya.

MATARAM-Pascagempa, geliat ekonomi di pasar tradisional Kota Mataram mulai bangkit. Akan tetapi, semua hal itu harus dibarengi dengan perbaikan fasilitas. Untuk itulah, Pemkot Mataram melalui program Tugas Pembantuan (TP) Kementerian Perdagangan akan merevitalisasi dua pasar tradisional. Yakni, Pasar Mandalika dan Cakranegara.

Alhamdulillah kita dapat Rp 5,5 miliar untuk kegiatan di dua pasar itu,” tegas Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (15/3).

Untuk mendapatkan dana TP itu, pihaknya sudah melengkapi apa saja yang menjadi persyaratan. Setelah itu, penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) juga sudah dirampungkan. Kini tinggal proses terakhir adalah mereview jenis bangunan apa yang akan didirikan pada kedua pasar tradisional itu.

“Kalau sudah direview, kami berharap tidak ada lagi perubahan di tengah jalan, karena kami sudah menandatangani MoU tentang itu, makanya ini yang akan kami kawal kembali,” jelasnya.

Amran mengatakan, terpilihnya Pasar Mandalika dan Cakranegara untuk direvitalisasi karena masih membutuhkan perbaikan fasilitas. Terutama untuk mendukung berbagai macam aktivitas pedagang maupun pembeli. Apalagi Pasar Mandalika merupakan salah satu pasar terbesar di Kota Mataram.

“Pasar Mandalika ibaratnya sudah seperti mercusuar, nantinya bisa dijadikan contoh, karena melihat kondisi sekarang masih jauh dari harapan, makanya direvitalisasi,” ujarnya.

Begitu pun dengan Pasar Cakranegara. Pascagempa, nyaris pasar ini sama sekali belum tersentuh perbaikan. Lokasi pasar yang strategis, kemudian jumlah pedagang yang semakin hari semakin bertambah. Sampai ada yang membangun lapak di pinggir jalan membuat kawasan ini menjadi sangat ramai. Ditambah dengan kegiatan Pemkot Mataram yang saat ini sedang menggalakkan penertiban Kawasan Bisnis Cakranegara (KCB). Revitalisasi Pasar Cakranegara sudah harus dilakukan.

“Mungkin dengan pembangunan sedikit demi sedikit ini, bisa mengatasi persoalan yang ada, kita ingin mengubah wajah kedua pasar ini sesuai dengan kemampuan yang ada,” terang Amran.

Rencananya, anggaran Rp 5,5 miliar itu akan dibagi. Ke Pasar Mandalika sebesar Rp 3 miliar dan Pasar Cakranegara Rp 2,5 miliar. Agar revitalisasi mendapat dukungan dari para pedagang, saat ini Amran sedang berkoordinasi dengan Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito. Supaya diberikan arahan, seperti kapan harus sosialisasi dan yang terkait dengan itu.

Pihaknya pun sudah mendata berapa jumlah pedagang di kedua pasar itu. Kemudian diajukan, agar dicarikan solusi ke mana harus direlokasi sementara waktu. “Kalau sudah tidak ada review lagi dari persiapan Maret dan sosialisasi sampai April, insya Allah Mei ini kami akan eksekusi, doakan saja,” tutupnya. (yun/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gali Terowongan, Napi Narkoba asal China Kabur dari Lapas Tangerang

KAPOLRES Metro Tangerang Kota Kombes Pol Sugeng Hariyanto mengungkapkan, pihaknya menemukan beberapa barang bukti berupa linggis, pahat, obeng dan lainnya yang digunakan terpidana mati kasus narkoba asal Tiongkok tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap empat orang pegawai dan satu orang sipil.

Desa Mantang Masuk Nominasi Juara Lomba Kampung Sehat

Desa Mantang menjadi salah satu desa yang masuk nominasi juara pada Lomba Kampung Sehat di Lombok Tengah. Total ada 10 desa terbaik dari 139 desa dan kelurahan yang mengikuti lomba dari Gumi Tatas Tuhu Trasna.

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks