alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Dampak Korona, 57 Perusahaan di Mataram Tutup, 1600 Karyawan Dirumahkan

MATARAM-Sebanyak 57 perusahaan di Kota Mataram tutup sementara. Akibatnya, 1.600 warga kehilangan pekerjaan.

“Dari jumlah itu, 1.200 warga yang bekerja di Mataram. Sisanya bekerja di luar Mataram,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaketrans) Kota Mataram Hariadi, kemarin.

Diungkapkan, perusahaan yang banyak tutup dari sektor pariwisata. Hampir semua hotel, restoran di Kota Mataram tutup. Beda dengan sektor jasa dan perdagangan yang masih banyak buka.

Sebut saja, Lombok Epicentrum Mal (LEM) sebentar lagi akan kembali buka. Kondisi ini tentu akan membuat para karyawan yang dirumahkan kembali bekerja. “Di LEM kan banyak tenant. Setiap tenant punya karyawan,” ungkapnya.

Sementara perusahaan lainnya, Hariadi belum tahu kapan akan buka. Karena jumlah warga yang terpapar Covid-19 di Kota Mataram makin bertambah. Kendati demikian, para karyawan yang dirumahkan sudah diusulkan mendapat kartu prakerja dan bantuan jaring pengaman sosial (JPS). “Dua dua kita usulkan,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan JPS selama enam bulan. JPS itu akan diberikan kepada 60.000 warga Kota Mataram.

Jumlah tersebut merupakan perpaduan dari program bantuan sosial dari pemerintah pusat, JPS Gemilang NTB, dan JPS Kota Mataram yang jumlahnya mencapai 42.000 orang. Belum lagi karyawan yang dirumahkan, PHK, penyandang disabilitas, anak terlantar, lansia, UMKM, dan nelayan.

Untuk JPS Kota Mataram, kata Ahyar, akan dimulai April sampai dengan September 2020. Dengan skema pada tiga bulan pertama warga akan diberikan bantuan Rp 250 ribu per bulan per kepala keluarga (KK).

“Bantuan ini dalam bentuk beras, minyak, telur, biskuit, dan masker,” ucap orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Penanganan Covid-19 di Kota Mataram saat ini membutuhkan anggaran Rp 350 miliar. Biaya tersebut hasil relokasi dan refocusing anggaran dengan menyisir pos anggaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kota Mataram.

“Langkah ini sebagai bentuk keseriusan Kota Mataram dalam menangani Covid-19. Serta mengantisipasi dampak sosial yang akan terjadi,” ungkap Ahyar.

Dengan upaya penanganan sosial yang dilakukan, Ahyar  berharap masyarakat mendukung pemerintah dengan tetap menjalankan protokol Covid-19. Melakukan social distancing, physical distancing. “Ini demi kebaikan kita semua,” ungkap Ahyar. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks