alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Lampu Jalan Padam Rawan Kejahatan, Pemkot Mataram : Risiko Warga yang Bersangkutan!

MATARAMKetua DPRD Mataram hingga kepolisian meminta Pemkot Mataram mengevaluasi pemadaman lampu jalan selama jam malam. Namun sepertinya Pemkot akan terus mematikan lampu  dengan alasan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Jam malam itu bukan cuma memadamkan lampu jalan atau penandaan dengan bunyi sirine,” kata Komandan Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati, Jumat (15/5).

Sebelumnya sejumlah pihak meminta jam malam dilakukan tanpa pemadaman lampu jalan. Alasannya pemadaman berpotensi memicu kejahatan dan membahayakan pengguna jalan.

Kebijakan jam malam yang dikeluarkan Pemkot Mataram, supaya masyarakat tidak beraktivitas di malam hari. Tidak terjadi kerumunan yang bisa membuka peluang penyebaran Covid-19 lebih luas lagi.

Bayu mengatakan, jam malam mulai diberlakukan dari pukul 22.00 Wita. Hingga pukul 06.00 Wita. Setiap hari. Dengan cara melakukan pemadaman lampu jalan. Terutama yang berada di jalan-jalan protokol.

Selama jam malam, masyarakat tetap diimbau agar diam di rumah masing-masing. Di waktu bersamaan, petugas dari TNI, Polri, Satpol PP, maupun unsur pengamanan lainnya, melakukan patroli.

”Kalau ada yang masih keluar di jam tersebut, kita anggap sebagai pelanggar aturan jam malam,” ujar Bayu.

Kebijakan jam malam bukan saja mematikan lampu jalan, tapi juga seluruh penerangan di taman kota. Seperti Taman Sangkareang, Taman Pantai Ampenan, dan Taman Sangkareang. Ini dibarengi dengan meminta tempat hiburan agar tidak beroperasi.

Perilaku warga yang melanggar jam malam, sangat tidak dibenarkan, kata Bayu. Bila ada kejadian yang menimpa mereka di jalanan, apalagi terjadi saat jam malam, Bayu menyebut sebagai risiko pelanggar.

Dengan mematikan lampu penerangan jalan, pemkot bermaksud agar warga tidak beraktivitas di luar rumah. Hanya saja, kondisi tersebut membuka peluang terjadinya tindak kejahatan di jalanan.

”Risiko warga yang bersangkutan. Karena memang seharusnya sudah tidak ada warga yang berkeliaran selama jam malam,” kata Bayu.

Di sisi lain, kebijakan jam malam membuat Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) secara tidak langsung melakukan efisiensi. Menghemat biaya untuk pembayaran listrik dari lampu penerangan jalan umum (PJU).

Kadis Perkim Kota Mataram H Kemal Islam mengatakan, biasanya tagihan untuk PJU mencapai Rp2 miliar setiap bulannya. ”Tentu ada efisiensi. Karena sebulan belakangan lampu PJU dimatikan,” kata Kemal.

Hanya saja, Kemal belum mengetahui secara pasti berapa jumlah penurunan tagihan akibat pemberlakuan jam malam tersebut. Sebab, kebijakan mematikan lampu PJU baru dilakukan satu bulan terakhir.

”Tagihan untuk bulan Mei belum saya dapatkan. Itu untuk pemakaian selama April,” kata Kemal. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks