alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Lawan Korona, Gerakan Mataram Bermasker Mulai Dikampanyekan

MATARAM-Pemkot Mataram terus mencari cara terbaik dalam memutus mata rantai penyebaran virus Korona. “Selain Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan (PCBL), kita juga sedang mesosilisasikan Gerakan Mataram Bermasker di tengah masyarakat,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa, Kamis (14/5).

Menurut Nyoman, dengan kondisi sosial ekonomi yang serba sulit seperti sekarang ini, masyarakat juga tidak bisa disalahkan. “Karena seperti kata Bapak Presiden, kita juga harus berdamai dengan Korona,” ungkapnya.

Nyoman berpendapat, harus ada ruang kompromi dengan Korona. Sehingga, tidak serta merta semua kegiatan harus terhenti. “Selama masyarakat tetap menjalankan protokoler kesehatan seperti imbauan pemerintah, yakinlah penularan bisa kita tekan,” yakinnya.

Terpisah, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, pemkot tetap mengupayakan. Juga memastikan segala penanganan Covid-19 berjalan dengan baik untuk masyarakat.

Ia juga menegaskan, setiap langkah percepatan penanganan, pemkot mendapat pendampingan dari aparat penegak hukum dan lembaga auditor. Seperti Kejaksaan; Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan; hingga Inspektorat.

”Sehingga langkah-langkah yang diambil mendapat kepastian hukum,” kata Ahyar.

Sementara di sisi lain, pendistribusian bantuan untuk warga terdampak akan terus dilakukan. Bahkan pemkot sudah menurunkan petugas gabungan. Dari unsur TNI, Polri, hingga taruna siaga bencana (Tagana) di Dinas Sosial.

”Jumlahnya enam orang, untuk masing-masing kelurahan,” kata Asisten II Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura, kemarin.

Mereka yang bertugas adalah bhabinkamtibmas, babinsa, operator kendaraan roda tiga sebanyak dua orang. Serta petugas dari tagana, juga sejumlah dua orang. Setiap dari mereka, kata Mahmuddin, diberikan honor sebesar Rp300 ribu selama tiga hari. Sehingga di satu kelurahan, biaya total untuk satu petugas mencapai Rp1,8 juta.

”Target kita itu dropping bantuan dibatasi tiga hari. Itu harus selesai didistribusikan,” ujarnya.

Jika dikalkulasi, anggaran yang digunakan untuk pendistribusian mencapai Rp540 juta. Rinciannya, biaya petugas distribusi di satu kelurahan sebanyak Rp1,8 juta. Artinya, dengan 50 kelurahan se-Kota Mataram, maka dibutuhkan anggaran sejumlah Rp90 juta.

Kemudian, pemkot merencanakan bantuan sembako JPS untuk warga kota selama enam bulan. ”Tinggal dikalikan enam saja. Totalnya jadi Rp540 juta,” kata Mahmuddin.

Anggaran pendistribusian sembako JPS tidak sebesar yang disebutkan salah satu anggota DPRD Kota Mataram. Yang mencapai Rp1,2 miliar. Angka tersebut, diklaim Mahmuddin merupakan usulan yang masih dalam tahap pembahasan.

”Itu baru usulan saja. Finalnya ya Rp540 juta ini,” tuturnya.

Mahmuddin mengatakan, dalam proses pendistribusian sembako JPS, rekanan yang ditunjuk bertanggung jawab mendropping hingga kantor lurah. Adapun distribusi dari kantor lurah hingga masyarakat penerima bantuan, dilakukan tim yang telah ditunjuk. (jay/dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks