alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Selama Pandemi Warga Tionghoa NTB Hampir Setiap Hari Salurkan Bantuan

Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) NTB patut diacungi jempol. Di tengah pandemi, mereka begitu gigih membantu warga. Mulai dari bagi-bagi masker hingga sembako gratis.

 

ALI ROJAI, Mataram

 

“TAK hanya masker, kami juga sudah membagikan sembako kepada warga. Bahkan alat pelindung diri (APD) ke berbagai rumah sakit dan puskesmas,” kata Wakil Ketua PSMTI Suriadi, kemarin.

Cuaca sore itu tidak terlalu panas di sekitar Gerbang Tembolak. Pintu masuk Kota Mataram. Sejumlah warga memanfaatkan suasana yang cukup tenang ini dengan menunggu berbuka puasa. Sementara para anggota PSMTI memanfaatkan jalur dua ini untuk membagikan masker kepada pengendara.

“Di titik ini kita bagikan seribu masker,” kata Wakil Ketua PSMTI Suriadi, kemarin.

Tak hanya di Gerbang Tembolak, namun juga semua pintu masuk Kota Mataram mereka datangi. “Sebelum ke sini (Gerbamg Tembolak), kita bagi dulu di Simpang Empat  Bengkel,” terangnya.

Pembagian masker bukan hanya untuk pengendara yang masuk Kota Mataram. Namun juga warga yang keluar dari Kota Mataram melalui jalur Bypass Bandara dibagikan. “Sebenarnya kita utamakan yang masuk Kota Mataram, tapi sesuai arahan pihak kepolisian, kita bagikan bagi pengendara yang keluar Mataram juga,” katanya.

Untuk pembagian masker kepada pengendara, Suriadi menyiapkan sekitar 10 ribu masker kain. Tak hanya itu, ia juga melakukan sosialisasi mencegah penyebaran Korona dengan menggunakan masker setiap keluar rumah. “Kita keliling di perbatasan Kota Mataram dengan Lobar, bagi-bagi masker ke masyarakat,” ucap dia.

Pembagian masker akan terus berlanjut. Sebelumnya, pihaknya sudah membagikan masker di  Simpang Tiga Narmada, Gerimax, Simpang Empat Gunungsari, Simpang Tiga Montong Lombok Barat.

Tak hanya di jalan, namun juga pihaknya blusukan ke pasar tradisional membagikan masker kepada pengunjung dan pedagang. “Di pasar kita belum menyasar semuanya. Baru di Cakranegara, ACC, dan Terminal Mandalika,” ungkap dia.

Secara keseluruhan pihaknya menyiapkan 100 ribu masker. Ia ingin warga yang melakukan aktivitas di luar rumah menggunakan masker. Diutarakan, tidak mungkin warga akan berdiam di rumah di tengah pandemi Covid-19.

“Karena di satu sisi, kan mereka harus mencukupi kebutuhan keluarga. Sehigga mau tidak mau harus keluar rumah untuk bekerja,” terang dia.

Saat ini, kata dia, ada sinyal  dari pemerintah. Warga diberikan kelonggaran melakukan aktivitas di luar rumah. Yang penting masyarakat bisa menjaga diri dari penularan Korona. Dengan cara mengenakan masker. “Jika menunggu waktu normal, tentu ini akan menyulitkan warga Terutama dari segi ekonomi,” tutur dia.

Sekarang saja, lanjut dia, dampak Covid-19 membuat perekonomian lumpuh. Bayangkan saja sektor pariwisata mati total. Hotel tutup dan sejumlah perusahaan merumahkan karyawannya.  “Kita harus melawan Korona dengan mencegah penularannya,” terang dia.

Saat ini  yang terpenting bagaimana bisa menjaga diri dari penularan Covid-19. Warga yang keluar rumah untuk melakukan aktivitas harus menggunakan masker. Jaga jarak. Dan yang penting juga menyiapkan handsanitizer. “Saya rasa ini perlu dilakukan,” ungkapnya.

Dalam waktu dekat ini, Suriadi juga  akan membagikan masker di tempat-tempat keramaian di Kota Mataram. Seperti di simpang empat Cakranegara, simpang lima Airlangga, Jalan Udayana, dan titik keramaian lainnya di Kota Mataram.

Dalam mencegah Korona kata dia, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Namun harus bersama-sama. Warga yang keluar rumah untuk melakukan aktivitas harus menggunakan masker. Begitu juga dengan kantor atau perusahaan bisa menerapkan social dan physical distancing. (*/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Langgar Protokol Kesehatan, Kandidat Bupati Wali Kota Bisa Dipidana

MATARAM-Semua bakal pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilkada serentak di tujuh Kabupaten/Kota di NTB, mendeklarasikan komitmen dan kesiapan mereka mematuhi protokol kesehatan dalam setiap tahapan pilkada. Mereka pun siap menerima sanksi administratif ataupun pidana yang diatur undang-undang.

Empat Hari Razia di NTB, Pelanggar Protokol Korona Capai 1.222 Orang

BARU empat hari operasi yustisi oleh tim gabungan, warga yang terjaring razia masker sudah mencapai 1.222 orang. Sebanyak 30 orang di antaranya merupakan aparatur sipil negara (ASN). Sisanya 1.292 orang masyarakat umum.

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks