alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Kontrak Fasilitator Rumah Gempa Habis, Laporan Pertanggungjawaban Belum Beres

MATARAM-Laporan pertanggungjawaban (LPJ) dana pembangunan rumah tahan gempa (RTG) belum beres. Baru tuntas 70 persen. ”Batasnya sampai 31 Juli ini. Kita kejar sisanya untuk 30 persen itu,” kata Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Akhmad Muzaki, Senin (15/6).

LPJ yang sudah tuntas sekitar 9.898 unit rumah. Kata Zaki, berdasarkan SK penetapan, jumlah penerima bantuan gempa untuk perbaikan rumah, mencapai 14.140 unit. Artinya, yang belum tuntas penyelesaian LPJ sekitar 4.242 unit rumah.

Penyelesaian LPJ terkendala kontrak fasilitator. Yang habis pada 25 Maret lalu. Padahal, fasilitator ini yang membantu warga. Dalam penyelesaian LPJ untuk bantuan perbaikan rumah yang mereka terima.

”Untuk Mataram, pengerjaan fisik kita sudah 100 persen. Cuma laporannya saja yang belum selesai,” ujarnya.

Mengenai fasilitator yang habis kontrak, diakui Zaki sedikit memperlambat penyelesaian LPJ. Tapi, selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) untuk dana gempa di Kota Mataram, ia telah menjalin komunikasi dengan fasilitator. Meminta mereka turun kembali untuk membantu masyarakat.

Sehingga, walaupun telah habis kontrak, beberapa fasilitator bersedia membantu penyusunan LPJ. ”Untuk Kota Mataram, komunikasi kami baik dengan fasilitator. Masyarakat tetap dibantu. Ini kan kewajiban kita bersama juga,” tuturnya.

Pengerjaan rumah rusak akibat gempa 2018 lalu, dilakukan hingga SK ke-10. BPBD Kota Mataram, berencana melanjutkan perbaikan rumah. Tapi, khusus untuk kategori rusak sedang dan ringan. Yang nantinya masuk di tahap ke-11.

Secara keseluruhan, dana stimulan yang diterima Pemkot Mataram sebesar Rp 271,5 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 250 miliar telah disalurkan ke rekening masyarakat. Adapun yang telah ditransfer ke rekening pokmas sebanyak Rp 249,8 miliar.

Zaki mengatakan, unit rumah yang bakal diperbaiki mencapai 1.404. Dengan perkiraan biaya mencapai Rp20 miliar. ”Itu pengajuan tambahan. Belum bisa kita kerjakan, karena belum ada izin untuk menggunakan dana sisa,” kata Zaki.

Dalam pengerjaan tahap I hingga X, terdapat sisa dana sebesar Rp21,6 miliar. Dana tersebut ditarik dari rekening warga yang tidak memenuhi persyaratan untuk menerima bantuan.

Untuk penerima tambahan, sudah diajukan Pemkot Mataram ke pemerintah pusat. Bahkan sudah dilakukan review serta persetujuan. Yang jadi kendala, pusat belum memberi izin untuk penggunaan dana sebesar Rp21,6 miliar.

Pemkot berharap sisa dana tersebut bisa dimanfaatkan untuk pembiaayaan di tahap XI. ”Cukup untuk perbaikan di tahap tambahan itu. Sekarang dananya ada di rekening BPBD atas nama PPK,” ucapnya.

Kata Zaki, BPBD masih menunggu arahan lagi dari pemerintah pusat. Apakah diberi izin menggunakan atau justru anggaran tersebut ditarik kembali. ”Semua bergantung pusat. Bisa saja nanti dana diarahkan melalui mekanisme hibah setelah masa transisi yang berakhir di 31 Juli,” tandas Zaki. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks