alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Gratis, Rapid Test di Mataram Masih Sepi Peminat

MATARAM-Meski gratis, animo masyarakat melakukan rapid test dan swab rendah. “Sehari kadang lima, kadang sepuluh warga memeriksakan diri,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr HL Herman Mahaputra.

Pemkot menyiapkan 3.500 alat rapid test bagi warga Kota Mataram. “Tapi kalau warga merasa dirinya sehat, mana mau rapid test,” ucap pria yang karib disapa dr Jack ini.

Padahal, syarat untuk mendapatkan rapid test gratis ini cukup mudah. Warga tinggal menyerahkan KTP. “Tidak ada biaya apapun. Ini sesuai surat edaran,” ungkap dokter gaul ini.

Begitu juga dengan swab, tidak akan dikenakan biaya bagi warga Kota Mataram. Namun tidak bisa dilakukan semua warga. Syaratnya harus ada keterangan dari Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram. “Kalau swab harus ada pemeriksaan dua kali terlebih dahulu,” ujarnya.

Ditanya soal ada warga diminta bayar rapid test belum lama ini. Jack mengatakan, itu hanya satu orang. Biaya itu pun sudah dikembalikan karena ada kesalahpahaman. “Staf saya hubungi kalau orangnya sudah minta maaf,” terang dia.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Usman Hadi mengatakan, rapid test gratis tidak hanya dilakukan di RSUD Kota Mataram. Melainkan juga di puskesmas yang ada di Kota Mataram. “Kalau ada warga yang ada gejala langsung saja ke puskesmas memeriksakan diri,” pintanya.

Rapid test gratis dilakukan bagi warga Kota Mataram guna mengendalikan penyebaran Korona. Jika hasilnya reaktif tidak langsung dilakukan swab. Melainkan kembali dilakukan rapid test kedua. “Kalau hasilnya dua kali reaktif baru kita swab,” ungkapnya. (jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks