alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Pencairan Gaji 13 PNS Mataram Ditunda

MATARAM-Pencairan gaji ke-13 untuk ASN Kota Mataram dipastikan ditunda. Akibat pandemi dan proses refocusing anggaran yang dilakukan pemerintah. ”Belum akan dicairkan dalam waktu dekat ini,” kata Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Mataram HM Syakirin Hukmi, Rabu (15/7)

Gaji 13 biasanya mulai dilakukan pencairan menjelang tahun ajaran baru. Untuk membantu biaya pendidikan masuk sekolah para ASN. Hanya saja, hingga selesai proses penerimaan peserta didik baru (PPDB), belum ada tanda-tanda dicairkannya gaji 13.

Kata Syakirin, sejauh ini belum ada instruksi lanjutan dari Kementerian Keuangan. Berkaitan dengan waktu pencairan gaji 13.

BKD masih menunggu kejelasan dari pemerintah pusat. Jika ada keputusan untuk membayar gaji 13 pada bulan ini, BKD akan langsung mentransfer anggaran gaji 13 ke masing-masing rekening ASN.

”Kita posisinya menunggu kebijakan pemerintah pusat. Tidak mungkin keluar dari rel,” ujarnya.

Dari informasi yang ia dapatkan, pemerintah pusat memang menunda pencairan gaji 13. Tidak diberikan di tahun ajaran baru. Bukan saja untuk ASN di Kota Mataram. Tapi kebijakan ini berlaku kepada seluruh ASN di Indonesia.

Langkah ini diambil seiring dengan upaya pemerintah yang melakukan refocusing anggaran. Untuk menangani pandemi covid-19. Sehingga pembiayaan untuk pembayaran gaji 13 harus mengalami penundaan.

”Nanti kita lihat bagaimana keputusan dari pemerintah pusat lagi,” katanya.

Untuk anggaran gaji 13, Pemkot Mataram telah menyediakannya. Yang diberikan pemerintah pusat, melalui Dana Alokasi Umum (DAU). Nilainya berada di kisaran Rp20 miliar hingga Rp25 miliar.

Terkait dengan kepastian waktu pencairan, pemerintah pusat akan mendiskusikannya kembali pada Oktober nanti. Berkaitan dengan nominal komponen besaran dan klasifikasi penerima gaji 13.

”Nanti kita cairkan berdasarkan klasifikasi yang diberikan pemerintah pusat itu,” tandas Syakirin.

Menanggapi mundurnya pencairan gaji 13 ini, para PNS di Kota Mataram mengaku kecewa. Safrudin misalnya. Ia sudah lama menunggu pencairan gaji 13 itu. “Sekarang kita sangat butuh dana untuk biaya anak masuk sekolah,” ungkapnya.

Meski sekolah saat ini digelar secara daring (dari rumah), namun pembayaran biaya sekolah untuk siswa baru berjalan seperti biasa. Tidak ditunda. “Ini benar-benar menyulitkan kami sebagai orang tua,” keluhnya. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Tiga Ribu Desa di Indonesia Tanpa Listrik, 11 Ribu Tak Ada Internet

Peresmian Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) ke-25 oleh Wapres Ma’ruf Amin di Jakarta kemarin (10/8) menjadi hari bersejarah untuk warga Dusun Tumba, Desa Tamaila Utara, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo. Sebab saat itu juga warga bisa merasakan listrik sekaligus sambungan internet.

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks