alexametrics
Jumat, 26 Februari 2021
Jumat, 26 Februari 2021

Jatah Pupuk Subsidi Petani Mataram Jauh dari Kebutuhan

MATARAM-Jatah pupuk subsidi di Kota Mataram jauh dari kata cukup. Dari kebutuhan sekitar 2 ribu ton, Kota Mataram hanya mendapat jatah 586 ton per tahun dari Kementerian Pertanian.

“Kita hanya dapat seperempat dari kebutuhan,” kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram H Mutawalli pada Lombok Post, Kamis (14/1) lalu.

Jika dibagi tiga atau per musim, maka petani di Kota Mataram akan mendapat jatah pupuk subsidi per sekali tanam kurang dari 200 ton. Sehingga, mau tak mau, para petani terpaksa membeli pupuk non subsidi.

“Lumayan harganya pupuk non subsidi. Per kilogram Rp 6 ribu lebih,” kata dia. Beda dengan pupuk subsisi per kilogram harganya Rp 2,8 ribu. “Kalau dulu harga pupuk subbsidi Rp 1,8 ribu per kilogram,” imbuh mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mataram ini.

Namun, kekurangan pupuk subsidi di Kota Mataram tidak membuat petani panik. Sebab, lahan pertanian di Mataram tidak terlalu luas seperti daerah lainnya. “Pupuk ini biasanya dibeli di pengecer. Petani yang beli langsung, tanpa melalui kelompok tani (poktan),” terang dia.

Biasanya, kata dia, jika terjadi kekurangan pupuk subsidi terjadi realokasi antar kecamatan dan kabupaten/kota. Pupuk yang belum dipakai di daerah lain bisa didrop ke Kota Mataram. “Ini biasanya kita lakukan jika ada kekurangan pupuk subsidi,” kata dia.

Haerudin, salah seorang petani di Lingkungan Tegal, Kecamatan Sandubaya mengatakan, langkanya pupuk subsidi dirasakan sudah lama. “Sudah sejak dua bulan lalu (langka). Makanya, mau tidak mau kita pakai pupuk non subsidi,” keluhnya. (jay/r3)

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications   OK No thanks