alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Akibat Virus Korona, Destinasi Wisata di Kota Mataram Sepi

MATARAM-Pariwisata Kota Mataram bisa terdampak akibat penyebaran virus Korona. Banyak acara besar, yang berpusat di Kota Mataram, terpaksa ditunda. ”Semua kegiatan yang melibatkan kerumunan massa, itu dipending,” kata Kadispar Kota Mataram H Nizar Denny Cahyadi, kemarin.

Kondisi tersebut berpotensi membuat turun okupansi hotel di Kota Mataram. Karena itu, Dispar Kota Mataram berusaha menyikapi dengan bijak paparan virus Korona dengan kondisi pariwisata kota.

Kata Denny, Dispar belum berpikir untuk melakukan penutupan destinasi wisata Kota Mataram. Meski di sana menjadi tempat berkumpulnya masyarakat. Artinya terbuka peluang terjadinya kontak antara masyarakat.

”Untuk penutupan itu akan kita koordinasikan dengan pimpinan. Juga Pak Sekda,” ujarnya.

Bagi Denny, ditutup atau tidak destinasi, membutuhkan kajian lebih mendalam. Keputusannya bukan diambil Dispar saja. Harus juga melibatkan OPD lain. Terutama untuk menghitung dampak yang akan ditimbulkan.

”Yang pasti kalau ditutup, ada dampak ekonomi bagi masyarakat,” ucap Denny.

Meski begitu, Denny prefer agar destinasi wisata tidak ditutup. Ia memikirkan dampak yang ditimbulkan akan lebih besar. Terutama yang berkaitan dengan perekonomian masyarakat. Belum ditambah lagi dengan persoalan recovery, apabila destinasi ditutup.

Agar destinasi wisata tetap aman bagi pengunjung, Dispar berkoordinasi dengan OPD terkait. Rencananya, seluruh destinasi akan disemprot. Disterilisasi agar tidak ada paparan virus. Selain itu, mereka segera menyiapkan wastafel portabel untuk pengunjung.

”Nanti alatnya akan dibeli Dinas Pertanian dan Dikes,” tutur Denny.

Pencegahan bukan saja dilakukan di sejumlah destinasi. Dispar menyebut sudah membuat surat edaran. Diberikan kepada seluruh hotel dan restoran di Kota Mataram.

Dispar meminta manajemen hotel dan restoran untuk melengkapi sarana kebersihan. Salah satunya menyediakan hand sanitizer. Bila perlu setiap kamar dilengkapi hand sanitizer. ”Itu wajib disediakan untuk tamu. Sebagai langkah pencegahan,” imbuhnya.

Denny juga menyebut manajemen hotel dan restoran harus memikirkan perlindungan karyawannya. Terutama mereka yang melakukan kontak langsung dengan tamu hotel dan pengunjung restoran. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks