alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Antisipasi Penyebaran Virus Korona, Pemkot Mataram Batalkan Semua Event

MATARAM-Pemkot Mataram akhirnya mengambil langkah. Setelah penetapan status siaga darurat bencana non alam yang dilakukan Pemprov NTB. ”Setiap kantor harus disiapkan alat pembersih tangan,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, kemarin.

Untuk aktivitas di Kantor Wali Kota Mataram, juga disiapkan alat pengukur suhu tubuh. Ahyar ingin memastikan setiap pegawai dan masyarakat yang datang, tidak terindikasi terpapar virus Korona.

Pemkot juga mengeluarkan kebijakan lain. Seperti meniadakan dua apel di hari Senin, 23 Maret dan 30 Maret. Sementara di apel kemarin, dokter spesialis paru dan THT dari RSUD Kota Mataram telah memberi penjelasan secara gamblang, bagaimana penyebaran dan antisipasi virus Korona.

Ahyar berharap, penjelasan dari sisi medis bisa disebarluaskan kepada keluarga dan masyarakat. Harapannya tentu agar timbul kewaspadaan, tanpa disertai rasa panik. “Penjelasannya sudah sangat detail dari dokter,” tuturnya.

Kemudian, Pemkot Mataram meniadakan seluruh event publik dalam waktu dekat ini. Tujuannya untuk meminimalisasi peluang terjadinya penyebaran virus. Serta mengurangi interaksi antara individu.

”Kita mewaspadai. Tapi harus tetap diingat juga, jangan panik,” ujar Ahyar.

Masyarakat Jangan Panik!

Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang mengatakan, kepanikan bisa membuat masyarakat dan pemerintah pada posisi yang lebih sulit. Sehingga dengan situasi yang terjadi sekarang ini, harus disikapi secara bijaksana.

Selain kebijakan yang telah diutarakan wali kota, Martawang menyebut pemkot juga mengambil langkah untuk meliburkan kegiatan pendidikan. Dari tingkat PAUD hingga SMP. Dimulai dari kemarin, selama 14 hari.

Hanya saja, kebijakan tersebut bukan berarti anak-anak bebas ke mana-mana. Pelajar tetap memiliki tugas di rumah. Mereka belajar secara daring (online). ”Guru dan sekolah bisa memantau melalui perangkat teknologi yang dimiliki,” kata Aweng, sapaan karibnya.

Guna mendukung kebijakan tersebut, Satpol PP telah diinstruksikan melakukan razia. Memantau kafe maupun ruang publik lainnya, yang biasa dijadikan sebagai lokasi nongkrong pelajar.

”Manakala ada anak-anak yang bermain di luar, kita minta untuk segera pulang,” tuturnya.

Koordinasi via WAG

Lebih lanjut, menghadapi situasi seperti ini, Aweng memastikan pemkot tak akan membentuk posko. Koordinasi antar OPD dilakukan melalui grup WhatsApp (WAG) Mataram Siaga. Keberadaan posko justru dikhawatirkan akan memberi peluang terjadi interaksi.

Instruksi dari wali kota mengenai penyediaan sarana cuci tangan, juga telah ditindaklanjuti. Pengadaannya langsung dilakukan kemarin. ”Kita bukan lebay. Tapi ini bagian kewaspadaan. Karena apa? Kita belum tahu siapa di antara kita yang terpapar, lebih baik mencegah daripada mengobati,” ucap Aweng.

Respons Pemkot Mataram setelah status darurat bencana non alam, sudah mulai terlihat kemarin. Petugas kesehatan dari RSUD Kota Mataram dan Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram melakukan screening di pusat perbelanjaan.

Direktur RSUD Kota Mataram HL Herman Mahaputra mengatakan, petugas medis memeriksa suhu tubuh setiap pengunjung. ”Ini sebagai bagian dari pencegahan. Antisipasi. Jadi tidak perlu panik,” kata dr. Jack, sapaan karibnya.

Pengecekan ini akan dilakukan selama dua hari ke depan. Tapi tidak menutup kemungkinan akan diteruskan selama 14 hari. Tergantung seperti apa respons masyarakat.

Anak Sekolah Jangan Keluyuran

Sementara itu, Kadis Pendidikan Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali mengatakan, orang tua diharapkan bisa menjaga anak-anak selama libur. Tidak membiarkan mereka keluyuran di luar rumah.

”Mengisolasi anak-anak di rumah. Jangan sampai anak-anak ini keluar atau keluyuran,” kata Fatwir.

Sama seperti Aweng, Fatwir menyebut sudah meminta bantuan kepada Satpol PP Kota Mataram. Untuk mengadakan razia. Agar tidak ada anak-anak berstatus pelajar yang nongkrong di luar rumah, selama 14 hari ke depan.

”Siang malam, kita minta razia. Kalau ketemu, dipulangkan langsung ke rumahnya,” ujarnya.

Libur ini berlaku hanya untuk anak didik saja. Sementara guru dan tenaga pendidik lainnya, tetap bekerja seperti biasa. Kata Fatwir, meski tetap masuk, protokol kesehatan harus tetap dijalankan dengan baik. Misalnya, membersihkan tangan dengan sabun maupun hand sanitizer setiap saat.

Disdik Kota Mataram juga akan melakukan proteksi terhadap alat-alat elektronik. Juga ruangan. Yang nantinya akan digunakan sebagai lokasi ujian. ”Itu kita bersihkan semua. Nanti disemprot dengan disinfektan,” jelas Fatwir.

Pantau Stok Sembako

Terpisah, Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin mengatakan, kebutuhan pokok di Kota Mataram akan tetap dipantau. Petugas akan melakukan kontrol kepada suplier maupun distributor.

”Rencananya besok kita turun melakukan pengecekan,” kata Amran.

Sementara itu, Manajer Personalia Ruby Made Suryani mengatakan, pihaknya belum memutuskan untuk melakukan pembatasan pembelian. ”Belum sampai ke sana. Stok juga masih mencukupi,” ujarnya.

Sedangkan di RSUD Kota Mataram, manajemen rumah sakit membatasi jumlah pendamping pasien masuk. “Hanya satu orang yang boleh mendampingi pasien,” tegas Direktur RSUD Kota Mataram HL Herman Mahaputra, kemarin.

Pantauan Koran ini, pengawasan pintu masuk RSUD Kota Mataram cukup ketat. Dua satpam yang berjaga-jaga di lobi membatasi pendamping pasien. Sementara di depan lobi disiapkan hand sanitizer.

Bagi pasien yang masuk, baik melalui IGD maupun lobi terlebih dahulu akan dilakukan pemeriksaan. Sakitnya apa, riwat penyakit apa. Apakah sudah keluar negeri atau ke daerah yang terpapar Korona. Jika tidak ada  indikasi korona, maka akan dilakukan perawatan dengan penyakit diderita. Namun jika ada demam, atau sakit tenggorokan maka akan dibawa ke ruang isolasi. “Kita siapkan dua ruang isolasi,” ujar pria yang karib disapa Jack ini.

Siapkan Alat Pendeteksi Virus

Saat ini, pihaknya akan menyiapkan alat pendeteksi virus Korona. Alat ini masih di Surabaya. “Paling beberapa hari ini alatnya sudah datang,” ungkapnya.

Jack menyarankan warga menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Karena bagaimanapun pola ini salah satu langkah mencegah Covid 19.

Ia tak perlu menyemprotkan disinfektan di rumah sakit. Melainkan bisa menggunakan florin untuk kamar mandi, lift, kursi roda, lantai, dan semua yang berpotensi menjadi media penyebaran virus Korona.

“Tak ada yang bisa menghindar dari virus ini. Caranya hanya dengan pola hidup bersih,” saran Jack.

Ia meminta warga membersihkan rumah. Pakai masker dan hand sanitizer. Sebab, sampai saat ini Korona ini tak ada obatnya. Bahkan kata dia, Korona ini sudah ada sejak zaman dahulu. Hanya saja sekarang namanya menjadi Covid 19.

Salah satu cara melawan Covid 19 adalah memperkuat daya tahan tubuh. Jika tubuh lemah maka  virus ini berdampak pada kematian. “Siapa tahu sudah penyakit mag akut, lagi diserang virus Korona. Jelas ini akan berdampak pada kematian,” jelasnya.

Virus ini kata dia, harus dilawan dengan ketahanan tubuh yang kuat. Untuk itu perlu menjaga kebersihan rumah dan makan makanan sehat.

Tak hanya di rumah sakit, namun antisipasi Korona juga akan dilakukan ditempat keramaian. Seperti di Lombok Epicentrum Mall (LEM). Agar pengunjung merasa nyaman. “Setiap pengunjung LEM akan discreening. Ini kebijakan pak Wali,” ujarnya.

Sementara itu Kasubag Tata Usaha dan Perlengkapan RSUD Kota Mataram Baiq Eni Pratiwi turun berjaga-jaga di lobi. Ia meminta satpam tegas. Jangan sampai  pendamping semuanya di kasi masuk. “Satu pasien hanya ada satu pendamping,” tugas perempuan berjilbab ini. (dit/jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks