alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Islamic Center Nasibmu Kini, di Luar Megah, di Dalam Compang Camping

Digadang-gadang jadi ikon pariwisata halal, kondisi Islamic Center (IC) compang camping. Bocor di mana-mana. Bila tidak segera ditangani kerusakan lebih parah bisa terjadi.

———–

Kondisi masjid Hubbul Wathan IC NTB memperihatinkan. Meski dari luar tampak cantik, namun di dalamnya compang camping. Keretakan terlihat di sana sini. Mulai dari pintu gerbang, anak tangga, tiang, hingga langit-langit masjid.

Pantauan Lombok Post, eskalator dan lift masjid tidak berfungsi. Tempat wudu di lantai dua pun rusak. Akibatnya jamaah harus antre untuk wudu. Di beberapa titik lantai terdapat ember-ember untuk menampung air hujan.

Ahmad, salah seorang warga mengaku tidak terlalu khawatir beribadah ke tempat itu. Namun kerusakan beberapa fasilitas cukup mengganggu. ”Mudahan segera diperbaiki,” katanya.

BUTUH PERBAIKAN: Seorang laki-laki duduk dekat ember untuk menampung air yang bocor dari atap Islamic Center, Kota Mataram, Jumat (13/3/2020). (Ivan/Lombok Post)

Bila diperhatikan, keretakan di beberapa bagian masjid cukup mencemaskan. Namun dia merasa aman karena banyak orang datang beribadah. Pemerintah juga sudah membuka sehingga merasa aman. ”Mudahan tidak ada apa-apa,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) NTB H Azhar mengakui jika kerusakan masjid Islamic Center cukup parah. ”Kebocoran di mana-mana, sekarang masih kami analisa,” katanya.

Kerusakan itu merupakan dampak gempa 2018. Tahun lalu mereka sudah memperbaiki dan menghabiskan Rp 3 miliar lebih. ”Namun perbaikan fokus pada bagian dinding, menara, dan kubah yang rusak,” katanya.

Kala itu perbaikan dilakukan pada musim kemarau, setelah musim hujan baru diketahui ternyata banyak bagian masjid yang bocor. ”Airnya masuk dan membuat besi karatan,” katanya.

Karena bocor, akhirnya air masuk ke beberapa bagian bangunan sehingga terjadi kerusakan baru. Titik kebocoran yang ditemukan baru 12 titik. Dia memperkirakan masih banyak. ”Tingkat kesulitan memperbaikinya cukup tinggi,” katanya.

Ia mencontohkan, di dalam masjid terdapat banyak talang, kemudian ada pipa di dalam tiang sehingga air masuk dalam beton. Lambat laun itu bisa merusak konstruksi. ”Kalau mau diperbaiki harus bongkar satu-satu, bisa dibongkar semua masjidnya,” kata Azhar.

Air-air yang masuk ke dalam masjid menyebakan beberapa fasilitas tidak bisa berfungsi, seperti lift dan eskalator. ”Eskalator macet karena kemasukan air,” katanya.

Selain itu, eskalator juga tidak pernah dirawat. Ibarat kendaraan kalau tidak dirawat akan rusak. ”Butuh Rp 77 juta untuk perawatan setahun, belum dianggarkan,” katanya.

Dia khawatir, kebocoran atap masjid membuat besi-besi di dalam masjid karatan. Bila tidak ditangani cepat kerusakan lebih parah bisa terjadi. ”Kami akan cari kontraktor yang mengerjakan dulu supaya kami bisa cepat memperbaikinya,” katanya.

Menurut Azhar, bila ingin memperbaiki secara menyeluruh dibutuhkan dana Rp 15 miliar. Namun tahun lalu baru dialokasikan Rp 3 miliar, ditambah tahun ini Rp 900 juta. Masih jauh dari kebutuhan ideal. ”Jadi kami harus maksimalkan dana yang ada,” katanya.

Dana Rp 900 juta hanya cukup untuk menambal bagian atas bagunan. ”Target kita sebelum puasa selesai,” katanya.

Dia berharap kerusakan masjid tidak semakin parah. ”Mudahan ada tambahan dana perbaikan ke depan ini,” harapnya.

Kepala UPTD Dinas Pariwisata M Ilham menjelaskan, kejadian ini sudah terjadi sejak gempa 2018 lalu. Sementara kebocoran ini disebabkan item di atas kubah yang jatuh. “Dan secara gak langsung menyebabkan bocor hingga sekarang,” katanya Lombok Post saat ditemui di kantor UPTD Islamic Center, kemarin.

Menurut Ilham, wisatawan yang berkunjung, baik domestik maupun asing cukup memaklumi kondisi yang dialami IC. Untuk memperbaiki bagian atap yang bocor, Ilham menilai perbaikan harus dilakukan oleh orang-orang tertentu. Mengingat, masjid ini cukuplah tinggi.

“Mungkin, nantinya memerlukan drone dulu untuk melihat bagian mana yang bocor. Atau bisa juga menggunakan crane,” tutupnya.

Sebelumnya, Sekertaris Daerah (Sekda) NTB H Lalu Gita Ariadi mengatakan, pihaknya akan turun memperbaiki fasilitas-fasilitas di Islamic Center yang rusak. Seperti atap yang bocor hingga eskalator yang tidak beroperasi.

“Kita sudah rapatkan beberapa kali, dan Dinas PUPR NTB sudah dalam tataran teknisnya akan bagaimana. Intinya akan segera diperbaiki,” katanya, beberapa waktu yang lalu.

Ia menjelaskan, pihaknya di bawah PUPR NTB akan segera melakukan perbaikan secara teknis. Mengingat, Islamic Center menjadi ikon penting bagi NTB.

“Kita akan selesaikan (dengan cepat), kita punya anggaran dari APBD untuk perbaikan ini,” tuturnya.

Rencananya, perbaikan fasilitas-fasilitas yang rusak ini akan dibagi ke dalam beberapa tahap. “Untuk saat ini, kami prioritaskan perbaikan atap-atap yang bocor dulu. Sisanya akan menyusul, intinya akan kita selesaikan,” tandasnya. (ili/tea/r5)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Memenangkan Pilkada dengan Survei

ADALAH sahabat saya satu almamater, Denny JA, yang pertama kali memopulerkan survei untuk pemilihan umum melalui lembaganya yang bernama Lingkaran Survey Indonesia.  Baik untuk pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kisah Wenri Wanhar, Lima Tahun Kaji Sejarah Borobudur

Borobudur bukan sekadar mahakarya untuk wisata atau ber-selfie ria. Tapi, secara tersembunyi merekam ajaran dan teknologi masa lampau. Wenri menemukan ajaran dan teknologi itu tersebar di pelosok Indonesia.

Lomba Kampung Sehat NTB Bangkitkan Semangat dan Kekompakan

WAKAPOLDA NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengunjungi dua Kampung Sehat di Sumbawa. Yakni Kampung Sehat Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, di Sumbawa Besar, dan Kamung Sehat Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, di Pulau Moyo.

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks