alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Penghuni Huntara Lingkungan Pondok Perasi Mulai Diserang Penyakit Kulit

MATARAM-Pengungsi Hunian Sementara (Huntara) bagi warga Lingkungan Pondok Perasi Ampenan terserang penyakit kulit. “Banyak anak yang koreng (gatal-gatal),” kata Solihin, salah seorang pengungsi setempat, kemarin (16/3).

Penyakit gatal-gatal ditimbulkan karena lingkungan kurang bersih. Kamar mandi yang dibangun warga tidak memiliki sanitasi yang baik. Begitu juga dengan air sumur yang digunakan warga. Tidak terlalu bersih.

Tak hanya itu kata Solihin, hujan yang terus menerus juga menjadi salah satu pemicu genangan di sekitar Huntara. Akibatnya, nyamuk dan lalat cukup banyak. “Kayak kita pelihara nyamuk sekarang ini,” ujarnya.

Diungkapkan, banyaknya nyamuk ini membuat salah seorang anak terkena Deman Berdarah Dengue (DBD). Belum lama ini salah seorang anak dilarikan ke puskesmas untuk mendapat perawatan. Namun sampai di puskemas tidak ada dokter yang menangani. Yang ditemukan anak-anak magang yang lagi piket. “Harusnya ada dokter stand by,” kata dia.

Solihin tidak ingin DBD menjangkiti warga lainnya. Oleh sebab itu, ia meminta Dinas Kesehatan Kota Mataram melakukan fogging di Huntara. Apalagi sekarang ini musim hujan. “Kita minta Huntara ini di fogging,” pintanya.

Selain itu, Solihin  juga mengeluhkan ketersediaan air bersih. Jangan sampai air ini datang setelah warga teriak-teriak. “Mestinya ada jadwal untuk pengisian air bersih,” terangnya.

Camat Ampenan Syamsul Irawan mengatakan, penyakit gatal-gatal diderita penghuni Huntara tidak kepas dari sumber air mandi. Serta sanitasi yang buruk. Kendati demikian, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan kepala puskesmas Ampenan. Ia meminta warga yang terjangkit penyakit gatal-gatal agar mendatangi puskesmas untuk ditangani.

“Kalau mendatangkan tenaga medis ke Huntara mungkin belum bisa. Karena saat ini mereka banyak tugas untuk antisipasi korona,” terangnya.

Syamsul juga tahu betul warga yang terkena penyakit gatal-gatal. Oleh karena itu, ia menyarankan agar ke puskemas setempat. “Silakan berobat ke puskemas,” kata Syamsul menyarankan. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks