alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Hati-Hati, Jangan Sebar Kabar Bohong soal Korona!

MATARAM-Hati-hati menyebar informasi lewat media sosial di tengah pandemi Korona. Apalagi yang menjurus ke kabar bohong alias hoaks. ”Mohon kearifan dan kebijaksanaan dari seluruh masyarakat. Ingat saring sebelum sharing,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang, Kamis (16/4).

Selasa, 15 April, beredar video pemeriksaan di Gang Mawar, Kelurahan Dayen Peken, Kecamatan Ampenan. Masyarakat berkerumun di depan gang. Mengambil video dan foto. Objeknya satu ambulans beserta petugas medis yang lengkap memakai alat pelindung diri (APD).

Beberapa jam setelah peristiwa tersebut, video dengan durasi 30 detik hingga 34 detik mulai beredar. Dibagikan ribuan kali di platform media sosial seperti facebook. Juga pesan aplikasi seperti whatsapp.

Video tersebut dibumbui narasi. Dihubungkan dengan seseorang yang terjangkit virus Korona. Yang kemudian menjadi masalah, informasi yang dibagikan ternyata tidak benar.

Kata Martawang, semua lapisan masyarakat seharusnya sama membagi informasi yang benar. Saling memotivasi. Agar bisa bersama-sama menyintas pandemi Korona dengan segera. Bukan sebaliknya. Mengabarkan informasi yang belum tentu benar. Bahkan, sampai merugikan orang lain.

Yang diperlukan adalah masyarakat saling support. Memberikan empati kepada mereka yang tertimpa musibah. Juga saling menguatkan. ”Tentu sangat elok dan membanggakan sebagai masyarakat perkotaan, saling membangun kekuatan moral untuk melewati bencana ini,” ujarnya.

Sekarang seluruh masyarakat berada pada psikologis yang sama. Khawatir dan was-was mencermati pandemi Covid-19. Martawang mengatakan, merespons situasi tersebut seharusnya informasi yang memotivasi, yang harus lebih sering dibagikan.

Yang bisa memberi kegembiraan untuk semua. Dengan begitu, lanjutnya, bisa menaikkan imunitas dalam tubuh. ”Tujuan pemerintah dan masyarakat sama. Sama-sama ingin cepat melewati pandemi ini,” kata Martawang.

Kehati-hatian diperlukan dalam merespons seluruh informasi yang beredar saat pandemi. Setiap kabar harus disaring. Jika tidak ada sanksi pidana yang menanti. Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto mengatakan, kepolisian sudah melakukan penindakan. Terhadap pemilik akun facebook yang diduga menyebar kabar hoaks.

Penindakan kepolisian diharapkan bisa menjadi pelajaran. Untuk tidak asal membagi berita yang tidak jelas kebenarannya. ”Penyebar hoaks jadi atensi kepolisian. Siapapun yang menyebar hoaks terkait Korona, akan ditindak tegas,” jelas Artanto.

Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra mengatakan, masyarakat tak usah khawatir berlebihan. Apabila melihat petugas medis di lapangan yang memakai APD lengkap. ”Memang sudah begitu SOP penanganan di lapangan. Harus memakai APD,” kata dr. Jack, sapaan karibnya.

Dengan pola penyebaran virus Korona, menjadi keharusan bagi tenaga medis untuk berhati-hati. Salah satu caranya tentu dengan memakai perlindungan diri.

”Kita kan gak mau juga kalau tenaga medis kita justru yang terpapar virus,” ujarnya.

Sementara itu, setelah beredarnya video dan narasi yang cenderung menyesatkan, salah satu akun facebook dengan nama Chintya Agustin Mariant memberi klarifikasi. Dia menyebut kedatangan petugas kesehatan hanya untuk melakukan rapid test. Yang hasilnya non reaktif. Bukan untuk menjemput secara paksa. Apalagi dinyatakan positif Covid 19.

Dia sangat menyayangkan informasi yang beredar. Bahkan Chintya merasa kabar tersebut telah memfitnah keluarga dan usaha mereka. Kabar bohong tersebut juga merugikan karyawan di tempat usahanya. Mereka sampai dikucilkan di lingkungannya. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks