alexametrics
Jumat, 7 Agustus 2020
Jumat, 7 Agustus 2020

Sembuh 11 PDP Korona di Mataram Boleh Pulang, Dua Pasien Lainnya Harus Tes Sekali Lagi

MATARAM-Kabar baik datang dari hasil swab pertama untuk dua pasien dalam pengawasan (PDP) berinisial FE dan NK. ”Hasilnya negatif. Kita terima sore ini (kemarin),” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra, kemarin.

Meski negatif, RSUD Kota Mataram belum memulangkan keduanya. Kata dr. Jack sapaan karibnya, mereka harus menunggu hasil pengambilan swab yang kedua kali. Untuk memastikan sudah tak ada virus Korona di dalam tubuh FE dan NK.

Hasil negatif untuk swab pertama memberi harapan. Bagi kesembuhan keduanya. ”Biasanya kalau swab pertama negatif, yang kedua Insya Allah negatif,” ujarnya.

FE dan NK sementara ini masih menjalani isolasi di RSUD Kota Mataram. Kondisi kesehatan keduanya cukup baik dan stabil, kata Jack.

Rencananya hari ini FE dan NK akan dilakukan pengambilan swab. Spesimen swab kemudian dibawa ke RS Universitas Mataram, untuk dicek. ”Mungkin satu atau dua hari hasilnya keluar. Semoga sama dengan yang pertama, negatif juga,” tuturnya.

Hasil swab yang negatif juga diperoleh dari 14 PDP lainnya. Berbeda dengan FE dan NK, ke-14 PDP tersebut langsung dipulangkan. Mereka sebelumnya menjalani isolasi di Wisma Nusantara dengan pengawasan ketat.

”Kita sedang menunggu hasil dari klaster Gowa. Beberapa orang kan sudah kita swab kemarin itu,” kata Jack.

Sementara itu, juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa mengatakan, penyebaran Korona terus ditekan Pemkot Mataram. Di sisi lain, pemerintah juga turut mencari solusi atas perekonomian yang turun akibat pandemi.

”Anggaran sudah disiapkan. Dari total perencanaan, lebih dari 50 persen digunakan untuk jaring pengaman sosial. Bantuan kepada masyarakat,” kata Suwandiasa.

Terkait dengan perkembangan laju virus Korona, hingga kemarin tercatat ada 23 PDP degan hasil rapid tes reaktif. Dua di antaranya telah meninggal dunia. Dan satu orang sembuh. Pemkot menunggu hasil swab kedua untuk FE dan NK. Jika negatif, menambah jumlah PDP positif yang telah sembuh.

Selain itu, terjadi peningkatan jumlah orang dalam pemantauan (ODP). Meski tidak secara signifikan, kata Suwandiasa. Per kemarin, ada 98 orang yang masuk dalam pemantauan. Dari sebelumnya sebanyak 93 orang.

”Kalau yang sudah selesai dipantau itu sebanyak 313 orang,” ujarnya. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks