alexametrics
Rabu, 15 Juli 2020
Rabu, 15 Juli 2020

H Mohan : Pemakaman Pasien Korona Harus Jaga Perasaan Keluarga

MATARAM-Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana meminta cara pemakaman jenazah korban Covid-19 diubah. “Harus ada pembacaan talkin dan takziah. Paling tidak kita menjaga perasaan keluarga yang ditinggalkan,” kata Mohan.

Dia mengatakan, pemakaman jenazah korban Korona tetap bisa dilakukan dengan cara menerapkan protokol kesehatan. Jaga jarak, gunakan masker, cuci tangan, dan tidak berkerumun di satu tempat.

“Memang yang meninggal urusannya selesai dengan dunia. Tapi bagaimana dengan perasaan keluarga yang ditinggalkan,” kata dia.

Mohan melihat proses pemakaman jenazah korban Korona tak lazim. Dia ingin pemakaman seperti ini tak lagi dilakukan. “Paling tidak, dalam proses pemakaman jenazah melibatkan keluarga yang ditinggalkan,” sarannya.

Sementara itu Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Swandiasa mengatakan, pemakaman jenazah Covid-19 bisa saja dilakukan seperti biasa. Namun tetap menerapkan protokol kesehatan. Seperti gunakan masker, jaga jarak, cuci tangan, dan hindari kerumunan.

“Kalau ada keluarga yang mau ikut pemakanan maka harus menggunakan APD (alat pelindung diri) lengkap,” terang dia.

Tidak hanya jenazah pasien positif yang dimakamkan menggunakan protokol Covid-19. Melainkan orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP)  harus dimakamkan sesuai protokol Covid-19 meski hasil swabnya belum keluar. “Kita tidak ingin mengambil risiko,” terang dia.

Jika menunggu hasil swab keluar, ujar dia, tentu membutuhkan waktu. Bisa sampai satu minggu. Jadi, mau tidak mau jenazah pasien ODP atau PDP yang meninggal dimakamkan sesuai protokol Covid-19.

Dia tidak menampik, banyak keluarga yang menolak terkait pemakaman pasien jenazah status ODP dan PDP dengan protokol Covid-19. Tak hanya di Kota Mataram, namun hampir di semua daerah. “Penolakan pemakaman sesuai protokol Covid-19 hampir terjadi di semua daerah,”  ungkapnya. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Korona Tinggi, Pola Pencegahan Covid 19 di Mataram Perlu Dievaluasi

emkot Mataram memang bekerja. Mereka berupaya memutus mata rantai penularan virus Korona. Sayangnya, kerja para pemangku kebijakan di Pemkot Mataram itu tanpa inovasi.

Enam Bulan, 19 Kasus Kekerasan Terhadap Anak Terjadi di Mataram

Kasus kekerasan anak di Kota Mataram masih sering terjadi. Buktinya, hingga Juli  tercatat sudah terjadi 19 kasus. “Kebanyakan dari kasus ini perebutan hak asuh,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Mataram Hj Dewi Mardiana Ariany, Selasa (14/7).

Larangan Dicabut, PNS Sudah Boleh Lakukan Perjalanan Dinas

Kebijakan pembatasan perjalanan dinas aparatur sipil negara (ASN) resmi dicabut. Kini ASN dibolehkan ke luar kota. Namun, dengan syarat-syarat khusus.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Mataram, Tanpa Masker Tak Boleh Masuk Pasar

Saat ini, sebagian besar masyarakat NTB memang sudah menggunakan masker. Tapi, banyak pula yang memakai masker hanya sampai dagu atau di leher. Sementara di Kota Mataram dan Lombok Barat yang merupakan dua daerah zona merah dengan kasus Covid-19 terparah, banyak pedagang dan pengunjung pasar yang masih bandel. Mereka ngelencer di pasar tanpa masker.

Sukseskan Kampung Sehat, Tiga Pilar di Loteng Kompak

Pemkab, Polres dan Kodim 1620/Lombok Tengah siap menyukseskan lomba kampung sehat. “Harapannya masyarakat mempunyai kemampuan dan kemandirian dalam penanganan covid-19,” papar Kapolres AKBP Esty Setyo Nugroho saat memimpin upacara tiga pilar di Bencingah Alun-Alun Tastura, Praya, Selasa (14/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Korona NTB Masih Parah, Sekolah Hanya Bisa Dibuka di Kota Bima

Ketentuannya, kegiatan di sekolah pada tahun ajaran baru hanya diperbolehkan untuk daerah zona hijau. Karena itu, manakala ada pemerintah daerah yang nekat membuka sekolah non zona hijau. pemerintah pusat memastikan akan memberi sanksi.

Beli Honda ADV150, Hemat Rp 5,7 Juta

Honda ADV150 merupakan skutik penjelajah jalanan canggih dengan desain bodi yang futuristik dan manly. Skutik ini dibekali mesin 150cc eSP yang menyuguhkan performa responsif.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.
Enable Notifications.    Ok No thanks