alexametrics
Minggu, 12 Juli 2020
Minggu, 12 Juli 2020

Korona Meluas, Semua Kelurahan di Mataram Masuk Zona Merah

MATARAM-Kelurahan Gomong dan Sapta Marga akhirnya jebol. Setelah bertahan tiga bulan tanpa paparan covid, kedua kelurahan ini akhirnya berstatus zona merah.

”Semua kelurahan statusnya sekarang zona merah,” kata juru bicara penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin.

Awal Juni ini, tren penambahan kelurahan yang masuk zona merah mulai terlihat. Di akhir Mei kemarin, ada 11 kelurahan yang zona hijau. Kemudian menjadi hanya empat kelurahan saja ketika berganti bulan.

Kelurahan Cakranegara Selatan; Cakranegara Utara; Cilinaya, sekarang sudah jadi zona merah di Kecamatan Cakranegara. Hanya tersisa dua kelurahan, yakni Mayura dan Sapta Marga yang tetap zona hijau.

Di Kecamatan Selaparang, tersisa Kelurahan Gomong. Satu kelurahan lain yang zona hijau berada di Kecamatan Sandubaya, yakni Dasan Cermen. Adapun tiga kecamatan lain seluruh kelurahannya berstatus zona merah.

Satu per satu kelurahan yang zona hijau berubah menjadi merah akibat covid. Dasan Cermen dan Mayura jadi zona merah di minggu pertama Juni. Kemudian menyusul Sapta Marga dan Gomong pada pertengahan minggu ini.

”Kalau dilihat skala lingkungan ada sekitar 149 yang masuk zona merah,” tuturnya.

Kata Suwandiasa, penyebaran covid sekarang ini didominasi transmisi lokal. Tiga klaster yang dulunya ada, sudah tuntas diselesaikan gugus tugas. ”Tersisa transmisi lokal. Itu yang berusaha kita tekan terus,” ujar Suwandiasa.

Suwandiasa menyebut soal penanganan covid berbasis lingkungan atau PCBL. Yang digaungkan Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh.

Hanya saja, efek PCBL tak begitu terasa. Justru sebaliknya, PCBL seolah hanya jadi program di kertas. Program ini tak mampu membendung laju pertumbuhan covid di Kota Mataram.

Mengenai itu, Suwandiasa menyebut pelaksanaan PCBL memang belum tertib. Sehingga gugus tugas tetap melakukan evaluasi setiap saat. ”Terus kita evaluasi. Apa yang kurang dibenahi,” katanya.

Evaluasi terakhir dilakukan akhir pekan lalu. Wali Kota Mataram sempat mengumpulkan camat dan kepala puskesmas se-Kota Mataram. Ada skenario yang dirancang untuk menekan kasus covid.

”Itu untuk swab massa. Konsepnya masih disusun untuk segera dilaksanakan,” tandas Suwandiasa.

Soal program PCBL ini, disoroti Kepala Lingkungan (Kaling) Gapuk Selatan Johan Rahmatulloh. Kata Johan, pemkot setengah hati menerapkan PCBL.  ”Ada inkonsistensi dalam pelaksanaannya. Terlihat tidak serius,” kata Johan.

Johan lalu memberi contoh, soal pemakaman pasien JA dan S asal Dasan Agung. Almarhum JA dimakamkan dengan standar covid. Sementara S, dimakamkan dengan cara biasa. Tanpa protokol covid.

”Ini kan aneh. Akhirnya sempat muncul gejolak di masyarakat bawah,” tuturnya.

Kata Johan, Wali Kota Mataram selaku ketua gugus tugas, seharusnya melakukan evaluasi. Terutama terhadap garis koordinasi dan komunikasi dalam program PCBL. ”Jangan orientasi cuma pengadaan barang. Terus dilupakan substansinya, soal koordinasi dan komunikasi,” tandas Johan.

Hingga Selasa (16/6) akumulasi kasus korona di Mataram menjadi 397 kasus. Rinciannya 236 pasien sembuh, 139 masih dirawat dan 22 orang meninggal dunia. Angka-angka ini membuat Mataram masih menjadi daerah dengan penularan korona tertinggi di NTB.(dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Mataram Sorot Kualitas Makanan untuk Pasien Korona

Pansus pengawasan covid DPRD Kota Mataram mengkritisi penanganan pasien di Wisma Nusantara (Wisnu). ”Pas kunjungan ke sana, kita tanyakan beberapa hal. Salah satunya soal makanan,” kata Ketua Pansus Abdurrachman,

Ke Praya Tak Pakai Masker, Siap-siap Dihukum Push Up

Menurunnya kesadaran warga menggunakan masker membuat jajaran Polres Lombok Tengah menggelar razia. “Kami sasar pasar-pasar dan pusat pertokoan di wilayah Praya,” kata Kasatnarkoba Polres Loteng Iptu Hizkia Siagian, Jumat (10/7).

JPS Gemilang III Segera Disalurkan, Mudah-mudahan Tepat Sasaran

antuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang tahap III segera disalurkan. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta penyaluran JPS yang terakhir ini dilakukan tanpa cela.

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7

Kompak Lawan Korona, Kelurahan Cakra Timur Bertahan di Zona Hijau

Kelurahan Cakranegara Timur patut dicontoh. Saat keluarahan lain di Kota Mataram zona merah Covid-19, justru Cakra Timur berada pada zona hijau. Strategi para pemimpin di wilayah ini membuat virus Korona tak berani mendekat. Apa resepnya?

Berkurban di Masa Korona, Ini Fatwa MUI

Jumat (10/7) malam Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa terbaru bernomor 36/2020 tentang salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. MUI di antaranya meminta kegiatan penyembelihan tidak tekonsentrasi pada saat Idul Adha saja.

Paling Sering Dibaca

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Duka di Lombok Utara, Suami Tewas Tergantung, Istri Tergeletak di Ranjang

Warga Dusun Sumur Jiri, Desa Santong Mulia, Kecamatan Kayangan, Lombok Utara, geger. Pasangan suami istri (pasutri) berinisial S, 25 tahun dan R, 20 tahun ditemukan tewas di dalam rumahnya, Minggu malam (5/7).

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Pakai Narkoba, Satu Anggota Polisi Ditangkap di Mataram

Tim Subdit II Ditresnarkoba Polda NTB menangkap jaringan narkoba di salah satu hotel di mataram dua pekan lalu. Sebanyak empat orang berinsial E, LA, AD, dan SL. “E adalah polisi aktif, LA dan AD pecatan polisi, SL warga sipil,” kata Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra Rauf, kemarin (10/7).

PKS Berpeluang Kocok Ulang Figur di Pilbup Lombok Tengah

Peta kekuatan politik Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) di Lombok Tengah (Loteng) tampak berimbang. Ini terlihat dari hasil survei yang dilakukan PKS bekerja sama dengan Olat Maras Institute (OMI).
Enable Notifications.    Ok No thanks