alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Mohan Tetap Pilih Mujib, Makmur-Ahda di Ujung Tanduk

MATARAM-Harapan Putra Sulung Wali Kota Mataram H Badruttamam Ahda mendampingi H Mohan Roliskana bertepuk sebelah tangan. Sebab, Mohan yang kini menjabat Wakil Wali Kota Mataram itu tetap memilih TGH Mujiburrahman sebagai pendampingnya.

“Kita (paket Mohan-Mujib, Red) sudah pegang dua model surat. Yakni, surat sementara dan surat tugas,” kata Mohan, kemarin.

Itu artinya, ia dan TGH Mujib sudah mendapat tugas dari DPP Golkar untuk melakukan konsolidasi dan koalisi dengan parpol lain. Dan, Mohan mengaku sudah melakukan tugas itu. “Setelah surat tugas, akan dilanjutkan dengan surat rekomendasi. Ini tentu akan dikeluarkan partai dalam bentuk paket,” ujar dia.

Ia melihat respons masyarakat terhadap paket Mohan Mujib sangat baik. Mesin-mesin partai yang sempat dingin karena Covid-19 juga mulai memanas.

“Kita ini (paket Mohan-Mujib, Red) enak turun ke masyarakat. Karena sudah dalam bentuk paket,” kata pria yang juga menjabat Ketua DPD II Partai Golkar Kota Mataram itu.

Ia memprediksi, surat rekomendasi dari DPP Golkar akan diterimanya pada Agustus mendatang. “Kami optimis karena kami ini merupakan kader Golkar,” ungkapnya.

Sementara terkait dengan partai koalisi, Mohan menyebut sudah membangun komunikasi dengan sejumlah parpol. Hanya saja, arah dukungannya masih belum mengerucut. ”Artinya perlu lebih dalam lagi kita bicara. Menyatukan misi dan komitmen politik bersama,” tuturnya.

Terpisah, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga DPD I Golkar Hasan Mahsat menuturkan, DPP Golkar sudah memberikan tugas kepada Bapaslon Wali dan Wakil Wali Kota yang akan diusung. Namun, katanya, itu belum final. Bisa saja berubah di tengah jalan. “Tapi kalau di Kota Mataram Paket H Mohan-TGH Mujib bisa final,” ujarnya.

Alasannya, elektabilitas dan poularitas paket ini terus naik. “Karena itu, kami berharap surat rekomendasi bisa keluar secepatnya,” harapnya.

 

Makmur-Ahda Bubar?

Sementara itu, bakal pasangan calon HL Makmur Said-H Badruttamam Ahda di ujung tanduk. Partai Gerindra, yang memberikan surat tugas, belum melihat progres lobi-lobi politik yang dilakukan keduanya.

”Kita akan panggil untuk melakukan evaluasi,” kata Ketua DPC Gerindra Kota Mataram I Gde Sudiartha, kemarin.

Partai Gerindra, Februari lalu, telah memberikan surat tugas kepada Makmur-Ahda. Dengan harapan mereka bisa menarik dukungan dari partai politik (parpol) lain. Untuk menggenapi persyaratan mengusung satu paket pasangan calon di Pilwali 2020.

Gede Batu, sapaan karib Sudiartha mengatakan, Makmur-Ahda memang diberikan keleluasaan. Untuk melibat parpol lain. ”Kalau cuma Gerindra, kan tidak bisa mengusung. Cuma enam kursi di DPRD Kota Mataram. Makanya kita berikan surat tugas,” tuturnya.

Setelah tiga bulan surat tugas diberikan, Gede Batu menyebut Makmur-Ahda belum memberikan laporan. Terkait hasil lobi-lobi politiknya. Karena itu, hari ini atau besok, Makmur-Ahda akan dipanggil untuk dilakukan evaluasi.

Langkah evaluasi perlu dilakukan. Gerindra tak ingin pasangan yang telah diberikan surat tugas, justru tak serius menjalankannya. ”Kalau tidak bisa tarik partai lain, artinya kan kami kurang. Tidak bisa mengusung. Bisa bubar,” tuturnya.

Kata Gede Batu, sejauh ini komunikasi politik dilakukan kepada semua partai. Secara de facto, ia menyebut Partai Hanura dan PKB, yang masing-masing memiliki satu kursi, siap mendukung pencalonan Makmur-Ahda.

Namun, Gerindra perlu bentuk dukungan konkret. Tentunya berupa surat rekomendasi dari kedua partai tersebut, untuk mendukung bapaslon Makmur-Ahda. Hanya saja, Gede Batu melihat Makmur-Ahda belum menunjukkan surat rekomendasi dari partai lain.

”Di evaluasi nanti, kalau bisa ada surat rekom dari partai lain. Kalau tidak, nanti kita berikan lagi kesempatan kedua,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gede Batu mengatakan, partainya tidak akan mengingkari apa yang telah diputuskan. Begitu juga sebaliknya, bapaslon yang sudah diberikan surat tugas, harus juga bisa meyakinkan mereka. Apalagi ini terkait dengan strategi politik ke depannya.

”Kalau sudah konkret, tentu kita bisa bertemu dengan partai pengusung lain. Untuk membicarakan strategi pilwali,” tandas Gede Batu.(dit/jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks