alexametrics
Rabu, 4 Agustus 2021
Rabu, 4 Agustus 2021

Rumpil Ingez Kelurahan Mataram Barat Bikin Wagub NTB Terpana

MATARAM-Sempat ditiadakan tahun 2020 lalu, Pemerintah Kota Mataram tahun ini kembali menggelar lomba kelurahan. Sebagai tindak lanjut dari lomba kelurahan dan desa yang akan dilaksanakan pemerintah provinsi dan Kementerian Dalam Negeri. Untuk Kecamatan Selaparang, Kelurahan Mataram Barat dipilih untuk menjadi perwakilan.

“Kami dipilih mewakili Kecamatan Selaparang dengan setiap kecamatan masing-masing satu perwakilan,” ujar Lurah Mataram Barat Sri Sulistiowati, Rabu (16/6).

Bukan tanpa alasan kelurahan ini dipilih pemerintah kecamatan. Mataram

Sejak awal tahun 2021, lurah membuat gerakan mengajak warga mulai memilah sampah dari rumah. Sampah yang sudah dipilah kemudian dibawa ke Rumpil Ingez. Sampah organik dijadikan pupuk sementara sampah plastik di daur ulang. “Alhamdulillah Rumpil Ingez bisa mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPS maupun TPA sampai empat ton,” terang Lurah.

Hal inilah yang membuat Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah datang ke Rumpil Ingez kemarin. Ia terpana melihat bagaimana pengelolaan sampah di Kelurahan Mataram Barat dilakukan di Rumpil Ingez.

“Beliau mengapresiasi dan terus mendorong kami agar semangat melakukan inovasi pennaganan sampah sebagai bagian dari program zero waste,” ucapnya.

Tak hanya menghadirkan Rumpil Ingez, kini lurah juga menggencarkan gerakan pengunaan tong komposter di tiap lingkungan. Agar warga bisa langsung mengolah sampahnya menjadi pupuk di rumahnya masing-masing. “Jadi sampah organik dimasukkan ke tong komposter ini. Kemudian itu bisa menjadi pupuk cair dan pupuk padat,” jelasnya.

Diakui lurah, menyadarkan masyarakat untuk mau memilah sampah dari rumah bukan persoalan mudah. Butuh waktu panjang karena ini berkaitan dengan mengubah kebiasa masyarakat yang ingin instan membuang sampah. “Tapi masyarakat kami sekarang sudah 60 persen mulai memilah sampahnya dari rumah,” terangnya.

Sementara Kabag Pemerintahan Kota Mataram I Putu Sudarsana mengaku lomba kelurahan tahun ini memang kembali diadakan. “Kami diminta pemerintah provinsi melakukan penilaian terhadap kelurahan masing-masing. Setiap kecamatan satu kelurahan. Dari hasil evaluasi dan penilaian ini kami akan dapatkan satu kelurahan menjadi wakil Pemerintah Kota Mataram,” terangnya.

Kelurahan tersebut kemudian akan bersaing di lomba kelurahan dan desa tingkat provinsi. Baru kemudian juara ditingkat provinsi akan bersaing menjadi juara nasional.

Putu, sapaanya menyampaikan ada tiga fokus penilaian dan evaluasi di kelurahan. Dantaranya yakni kewilayahan, pemerintahan dan kemasyarakatan. “Penilaian akan dilaksanakan dua hari. Hari ini (kemarin, Red) di tiga kelurahan. Besok (hari ini, Red) di dua kelurahan. Satu kecamatan yakni Kecamatan Mataram tidak mengirimkan wakil,” bebernya.

Tujuan pelaksanaan lomba desa dan kelurahan adalah untuk mengevaluasi dan memotivasi pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan. Agar meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat. (ton/r3)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks