alexametrics
Kamis, 18 Agustus 2022
Kamis, 18 Agustus 2022

Pemkot Mataram Ubah Pasar Rembiga Jadi Pasar Malam

MATARAM-Rencana Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram untuk mengubah Pasar Rembiga menjadi pasar malam tidak main-main. Hal ini dilakukan guna meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar.

“Kita sudah siapkan anggaran Rp 200 juta di APBD Perubahan,” kata Kepala Disdag Kota Mataram Uun Pujianto.

Sekadar diketahui, Pasar Rembiga merupakan salah satu pasar dari 19 pasar tradisional di Kota Mataram. Keberadaannya dinilai kurang efektif karena tempatnya yang berada di belakang rumah toko (ruko). Retribusi Pasar Rembiga sangat kecil dibandingkan pasar tradisional lainnya. Per hari sekitar Rp 100 ribu lebih.

Uun, sapaan karibnya akan memanfaatkan anggaran tersebut untuk penataan los pasar. Los akan dibangun permanen agar pedagang bisa menanfaatkan lapak tersebut dari sore sampai malam. Pedagang Pasar Malam Rembiga akan menjajakan kuliner, sembako, daging, dan ikan segar yang selama ini tidak ada.

Baca Juga :  Sembilan SPBU di Mataram Jual Pertalite Seharga Premium

“Pasar malam Rembiga akan menjadi  alternatif bagi masyarakat yang tidak sempat membeli kebutuhan pokok pada pagi karena kesibukan,” tutur Uun.

Dia berharap dengan perubahan konsep ini dapat meningkatkan retribusi pasar. Sejauh ini kata dia, retribusi Pasar Rembiga sekitar Rp 100 ribu per hari dengan jumlah pedagang sekitar 29 orang.

Dulu kata Uun, pedagang di pasar ini lumayan banyak. Tapi mereka banyak beralih ke Pasar Cemara dan Sayang-Sayang. “Dengan konsep pasar malam kita berharap bisa mengoptimalkan fungsi pasar sebagai pusat transaksi masyarakat,” tuturnya.

Dijelaskan, mengubah konsep Pasar Rembiga menjadi pasar malam karena potensi pada sore hari cukup menjanjikan. Biasanya pada sore hari pasar ini dipenuhi pedagang makanan seperti sate, urap, dan berbagi kuliner tradisional lainnya. “Potensi ini yang  kita kembangkan agar pasar ini tetap ramai dari sore hingga malam,” ujar dia. Bahkan pihakna akan menyiapkan  live musik sebagai daya tarik pengunjung. “Di sini juga nanti ada kedai kopi,” imbuhnya.

Baca Juga :  Tak Terkendali, Harga Cabai di Mataram Tembus Rp 180 Ribu

Disamping itu, Uun juga berencana akan mengalihkan aktivitas pedagang yang menggunakan kendaraan keliling di  Pasar Selak Mandalika ke Pasar Rembiga. Sehingga nantinya aktivitas di pasar malam tetap ramai yang ujungnya meningkatkan retribusi pasar.

Azami, kepala Pasar Rembiga sebelumnya mengatakan, Pasar Rembiga tidak terlihat dari luar. Terhalang rumah toko (ruko) yang ada di depannya. “Pasar ini tertutup sama ruko didepannya,” kata dia.

Kini, dengan perubahan konsep Pasar Rembiga dari pasar pagi menjadi pasar malam dia berharap ada peningkatan retribusi. Apalagi nanti ada ikan yang akan dijajakan di pasar ini. “Kita berharap perubahan ini bisa memberikan retribusi yang lebih besar,” harapnya. (jay/r3)

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/