alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Ditimbang Ulang, Berat Gula Bantuan JPS Mataram Ternyata Kurang

MATARAM-Tim asistensi kembali menemukan berat item bantuan jaring pengaman sosial (JPS) tidak sesuai ketentuan. ”Ada di gula, beratnya kurang. Kita sudah minta untuk ditimbang ulang,” kata Inspektur Inspektorat Kota Mataram Lalu Alwan Basri, Kamis (16/7).

Temuan tersebut didapati tim asistensi ketika melakukan pengecekan item di bantuan JPS. Tim mendatangi empat gudang, sesuai dengan jumlah rekanan penyalur JPS. Alwan bersama rombongan mengecek gudang milik CV Bangil Persada dan CV Niaga Jaya Mandiri.

Alwan mengatakan di gudang milik Bangil Persada, tidak ditemukan kekurangan. Dari segi jumlah berat maupun volume barang. ”Cuma di beras saja. Kita lihat di gudangnya itu cuma ada sekitar 20 ton. Sisanya yang 10 ton, katanya disimpan di gudang di Bertais,” ujarnya.

Tim asistensi tetap ingin memastikan kesiapan CV Bangil Persada. Karena itu, mereka meminta fisik beras sebanyak 10 ton bisa dihadirkan di gudangnya.

Kemudian, di CV Niaga Jaya Mandiri, petugas menemukan kekurangan untuk gula. Dari sekitar 50 sampel gula yang ditimbang, hampir setengahnya memiliki berat kurang dari 1 kilogram. Bahkan terdapat gula yang beratnya hanya 950 gram.

”Penyedia sudah sanggup untuk packing ulang. Sesuai dengan berat 1 kilogram itu,” tuturnya.

Alwan menyayangkan masih terdapat kekurangan untuk item JPS. Padahal ini bukan pemeriksaan yang pertama. Tim asistensi juga telah memberikan rekomendasi berdasarkan hasil pengecekan sebelumnya.

”Kita sudah minta gunakan alat timbangan yang standar. Yang digital atau yang sudah ditera. Tapi, tidak dijalankan,” kata Alwan.

Kata Alwan, kekurangan yang ditemukan kemarin akan dicek lagi hari ini. Tim asistensi ingin memastikan seluruh rekomendasi mereka dijalankan rekanan. ”Kita timbang lagi besok. Jadi harus klir sebelum sampai ke masyarakat,” imbuhnya.

Pengecekan kemarin merupakan prosedur yang harus dilakukan. Sebelum penyedia mengirimkan bantuan JPS ke kelurahan untuk dibagikan ke masyarakat. Selain itu, dalam setiap paket sudah ditaruh informasi pengaduan.

Masyarakat penerima bantuan, lanjut Alwan, bisa melapor ke nomor yang tertera. Terkait kekurangan berat dalam item JPS atau apabila menemukan barang yang sudah kedaluwarsa. ”Kita juga minta masyarakat proaktif melaporkan kalau ditemukan kekurangan,” tandas Alwan.

Direktur CV Niaga Jaya Mandiri Suryo mengatakan, siap mematuhi rekomendasi dari tim asistensi. Gula yang beratnya kurang, akan ditimbang ulang. Dan beratnya disesuaikan dengan ketentuan.

”Itu kesalahan kita karena gunakan timbangan biasa. Ini kita sudah pinjam timbangannya Disdag, untuk mengecek jumlah berat semuanya,” kata Suryo.

Sementara itu, Wakil Ketua Pansus pengawasan penanganan covid DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati mempersoalkan bantuan JPS yang belum mengakomodasi UMKM. Padahal, Dinsos sudah menyampaikan kesanggupannya saat rapat bersama pansus.

”Termasuk asisten II juga. Dalam rapat Banggar disebut akan menggunakan produk UMKM,” kata Nyayu.

Kondisi tersebut bertolak belakang dengan bantuan JPS Gemilang yang disalurkan Pemprov NTB. UMKM di Kota Mataram, terutama yang kue kering, mendapat kepercayaan dan kesempatan mengisi paket JPS Gemilang tahap ketiga.

Nyayu menyayangkan Dinsos dan penyedia yang tidak memfasilitasi UMKM. ”Kita sangat kecewa. Ini uang besar, miliaran rupiah. Tentu akan sangat membantu ekonomi masyarakat di tengah kondisi seperti ini,” ujarnya.

Sejauh ini, produk UMKM di paket bantuan JPS Kota Mataram meliputi kerupuk kulit dan abon. Adapun item seperti biskuit, masih mengambil dari pabrikan. Menurut Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kota Mataram Hj Baiq Asnayati, produk UMKM akan dilibatkan secara penuh di tahap kedua dan ketiga.

”Kalau yang ini kan sisa dari tahap pertama. Biar sama dengan pembagian sebelumnya,” kata Asna. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks