alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Korona Tak Terkendali, Mataram Berstatus Risiko Tinggi

MATARAM-Status risiko penularan covid di Kota Mataram berubah. Dari risiko sedang ke tinggi. ”Iya dari rilis BNPB per hari ini, Mataram kembali masuk risiko tinggi,” kata juru bicara gugus tugas penanganan covid Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, Kamis (16/7).

Perubahan status risiko ini tak lepas dari tren kenaikan kasus di Kota Mataram selama dua pekan terakhir. Merespons itu, kata Suwandiasa, pemkot sudah mengeluarkan sejumlah kebijakan. Yang dinilai bisa mengendalikan laju pertumbuhan kasus covid.

Seperti, menggratiskan swab dan rapid test di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan milik Pemkot Mataram. Kemudian, memperkuat lagi edaran yang pernah dikeluarkan di awal masa pandemi. Salah satunya soal pembatasan jam malam.

Suwandiasa mengatakan, mulai pekan ini, akan diaktifkan kembali posko di perbatasan kota. Rencananya ada tujuh titik yang akan dijaga Dinas Perhubungan. Melibatkan juga TNI dan Polri. Untuk mengecek orang-orang yang hendak masuk ke kota.

Pemkot Mataram juga melakukan penutupan terhadap ruang terbuka hijau. Juga seluruh destinasi wisata di Kota Mataram. Termasuk belum memberi izin pelaksanaan car free day setiap Minggu pagi.

”Patroli gabungan juga kita gencarkan lagi. Untuk meyakinkan masyarakat mengenai bahayanya covid. Supaya masyarakat bisa disiplin,” ujarnya.

Apa yang dilakukan Pemkot Mataram, sebenarnya bukan barang baru. Ini kebijakan lama yang diulang kembali. Soal hal tersebut, Suwandiasa juga mengakuinya. Menurutnya, dari berbagai cara dan pendekatan, kebijakan saat ini dirasa yang paling baik.

”Kalau kita mengidentifikasi pendekatan ini, memang hanya ini yang bisa kita lakukan. Tapi bukan berarti kita berputus asa,” imbuh Suwandiasa.

Dengan naiknya status risiko penularan covid, Pemkot Mataram membutuhkan terobosan ekstrem. Kata Suwandiasa, gugus tugas sejauh ini akan mencoba mengintensifkan kembali kebijakan yang ada.

Mereka juga terus melakukan evaluasi. Guna melibat apakah ada kekurangan dalam implementasi di lapangan. ”Tapi saya rasa, kelemahan yang ada sekarang ini dialami juga semua gugus tugas di daerah lain,” tuturnya.

Mengenai sanksi tegas, misalnya pemberian denda, Suwandiasa menyebut belum ada hukum positif yang mengatur itu. Sehingga pemkot tidak bisa melangkah terlalu jauh. Terkait pemberian hukuman untuk masyarakat yang tidak disiplin.

Meski begitu, dua hari lalu, kata Suwandiasa, Presiden Joko Widodo tengah memformulasikan perangkat pranata hukum yang tegas. Yang mengatur sanksi soal pelanggar protokol pencegahan covid. Apakah berupa denda atau kerja sosial.

”Itu juga yang jadi kajian dari gugus tugas provinsi akan dibuatkan semacam Perda. Pemkot nantinya akan mengikuti,” tandas Suwandiasa.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh sebelumnya mengatakan, peran untuk menurunkan angka positif covid harus melibatkan masyarakat. Bersama-sama dengan pemerintah. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks