alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Pintu Masuk Mataram Kembali Dijaga, Pengendara Wajib Pakai Masker

MATARAM-Pemkot Mataram memastikan akan kembali menjaga pintu masuk daerah ini. Utamanya di tujuh titik dari 13 pintu masuk Kota Mataram.

“Sabtu sudah kita terapkan,” kata Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, Kamis (16/7)

Kali ini, kata Nyoman, penjagaan di pintu masuk Kota Mataram akan difokuskan pada penggunaan masker dari para pengendara. Karena, sejauh ini, banyak warga tidak disiplin dalam menggunakan masker. “Ini menjadi persoalan serius,” cetusnya.

Menurutnya, mengubah kebiasaan masyarakat itu tidak mudah. Perlu ada ketegasan. Paling tidak, kata dia, ada kebijakan berupa sanksi denda atau pidana. “Mungkin ini yang akan kita terapkan. Tapi masih dalam kajian,” tuturnya.

Sementara saat ditanya mengenai perkembangan kasus Korona di Kota Mataram, Nyoman mengaku mulai membaik. Ia melihat tingkat kesembuhan pasien di Kota Mataram cukup tinggi. Mencapai 67 persen dari jumlah pasien yang dirawat.

“Sampai saat ini, jumlah pasien Korona di Kota Mataram sebanyak 733 pasien. Rinciannya, 423 pasien sembuh, 260 masih dalam perawatan, dan 50 pasien meninggal. Lebih banyak pasien yang sembuh daripada dirawat,” rincinya.

Menurutnya, status zona merah untuk Kota Mataram tidak berarti semua kelurahan dan lingkungan zona merah. Karena faktanya, masih banyak lingkungan berstatus zona oranye dan kuning, bahkan hijau. “Yang jelas, kita terus berupaya untuk memutus mata rantai virus Korona ini,” jelas Nyoman.

Terpisah, Kepala BPBD Kota Mataram Mahfuddin Noor mengatakan, pengawasan pintu masuk di Kota Mataram tidak seperti sebelumnya. Tim gugus tugas Covid-19 hanya mengawasi pengendara yang tidak menerapkan protokol kesehatan. “Tidak ada pemeriksaan suhu tubuh seperti sebelumnya,” kata Mahfuddin.

Warga dari luar Mataram, tetap boleh ke ibu kota Provinsi NTB ini. Syaratnya, menggunakan masker. “Kalau tak bawa masker kita suruh balik,” ungkapnya. (jay/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks