alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Sudah Dipangkas, Insentif Tenaga Kesehatan Mataram Belum Juga Cair

MATARAM-Insentif yang dijanjikan kepada tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Mataram tak kunjung cair. “Untuk Nakes di RSUD Kota, kita ajukan Rp 6 miliar,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr HL Herman Mahaputra, Kamis (16/7).

Dari informasi yang didapat, insentif yang akan diberikan, hanya setengah dari usulan. ”Kita syukuri saja. Cuma ya ini belum kita terima,” kata Jack, sapaan karibnya.

Usulan Rp6 miliar itu rencananya diberikan untuk nakes dan non nakes. Jack sendiri tidak mengetahui pasti berapa jumlahnya. Diperkirakan lebih dari 100 petugas. Terdiri dari unit-unit yang terkait langsung dengan pelayanan covid.

”Ada dokter spesialis, dokter umum, paramedis, sampai non medis juga,” ujarnya.

Kata Jack, pihaknya sebenarnya ingin ideal. Insentif yang diberikan sesuai dengan usulan. Tapi, ia mengembalikan lagi kepada pemerintah pusat. Berapa jumlah anggaran yang tersedia.

Penyesuaian juga dilakukan terkait nominal yang akan diberikan kepada nakes. Dengan jumlah anggaran disetujui, RSUD Kota Mataram tidak mungkin memberikan nominal seperti yang disebutkan pemerintah pusat. Misalnya Rp15 juta untuk dokter spesialis.

”Kita sesuaikan dengan jumlah penerima dan dananya. Semoga dana cepat cair, jadi bisa kita distribusikan,” tandas Jack.

Bahkan, jika dana dicairkan secara bertahap pun, baginya tak masalah. “Misalnya dicairkan setengahnya dulu. Pembagiannya kita sesuaikan dengan dana yang turun,” jelasnya.

Karena menurutnya, para nakes sangat mengharapkan insentif itu. Mereka hingga kini masih menunggu. Sebab, yang menjanjikan insentif ini tidak hanya pemerintah daerah, tapi juga pemerintah pusat.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr Usman Hadi mengatakan, insentif untuk tenaga kesehatan di Kota Mataram sudah disiapkan oleh pemerintah pusat. Nilainya Rp 3,8 miliar. “Tapi, kapan pastinya akan dicairkan, saya tidak tahu. Yang pasti tahun ini,” kata Usman.

Insentif itu akan dibagi kepada tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Kota Mataram, sebelas puskesmas, dan tenaga kesehatan di Dikes Kota Mataram. Untuk nominal kata dia, tergantung dari lama kerja dan banyaknya pasien Korona yang ditangani Nakes tersebut. “Satu Nakes kan, beda-beda jumlah pasien yang ditangani,” ungkapnya.

Selain nakes di RSUD Kota Mataram, insentif juga turun untuk nakes di Dikes Kota Mataram. Nilainya sekitar Rp80 juta. Insentif ini akan dibayar menggunakan bantuan operasional kesehatan (BOK). Yang diberikan pemerintah pusat.

Meski sudah ada kepastian angkanya, Usman mengaku belum berani memastikan kapan anggaran akan turun. Pencairannya tinggal menunggu surat keputusan yang dikeluarkan pemerintah pusat.

”Cairnya belum tahu. Kita monitor dulu. Mudah-mudahan bisa tahun ini,” ujarnya.

Mengenai jumlah insentif, Usman mengatakan, banyak nama nakes yang dicoret. Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan pemerintah pusat. Ia sendiri tidak mengetahui dengan pasti alasannya.

”Mungkin ada kriteria sendiri. Yang pasti, untuk insentif ke puskesmas itu sudah ada uangnya. Nakes di RSUD dan Dikes, masih berupa angka saja. Kita tunggu pencairannya,” tandas Usman.(jay/dit/r3)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

2021, Pemkot Mataram Usulkan 400 Formasi CPNS

Pemkot Mataram mengusulkan 400 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari kebutuhan pegawai daerah ini pada tahun 2020 dan 2021.

VIDEO : Pilwali Mataram Dianul-Badrun Maju ke Tahap Verfak

Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang maju melalui jalur perseorangan melaju ke tahap verifikasi faktual (Verfak). “Dari hasil Vermin (verifikasi administrasi) syarat dukungan pasangan DR (Dianul-Badrun) sudah melebih target. Lanjut ke tahap verfak,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Selasa (4/8).

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

Libur Korona Semakin Panjang, Anak-anak Lupa Pelajaran Sekolah

"Kita sudah lupa (pelajaran)," kata Rio, salah satu anak di Pagutan, Kota Mataram saat ditanya, apakah ia masih ingat materi pelajarannya di sekolah.

Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Sebanyak 262 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada tahun 2018 lalu harus bersabar. Sebab, pelantikan mereka harus ditunda karena wabah Korona.

Di NTB, Keluarga Kini Boleh Ikut Pemulasaraan Jenazah Pasien Korona

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mendatangi RSUD Kota Mataram, Senin (3/8) lalu. Ia melihat bagaimana proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan pihak rumah sakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

NTB Waspada, Penularan Korona Terdeteksi di Usaha Rumahan

Penularan virus Korona di NTB kian tidak terkendali. Transmisi lokal kian merajalela. Hampir tidak ada ruang yang bebas dari penularan virus. Bahkan rumah pun mulai tidak aman. Terutama bagi mereka yang membuka usaha di rumah.

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications.    Ok No thanks