alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Ahyar Ingatkan PNS Mataram Tetap Netral, Tak Berpolitik Praktis

MATARAM-Politisi senior yang juga Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh nampaknya tak mau ketinggalan dalam dinamika politik Pilkada Kota Mataram. Meski gerakannya tak terlihat, bukan berarti Ahyar tinggal diam menjelang pesta demokrasi lima tahunan di ibu kota Provinsi NTB.

Buktinya, Kamis (13/8) lalu, Ahyar bertemu dengan Ketua DPD Gerindra NTB H Ridwan Hidayat di Pendopo Wali Kota. Meski menampik pertemuannya dengan Ridwan terkait agenda politik, namun sulit untuk tidak diinterpretasikan jika Ahyar tak membahas Pilkada. Mengingat, putra pertamanya H Badruttamam Ahda maju menjadi bakal Calon Wakil Wali Kota Mataram mendampingi HL Makmur Said.

“Saya ini wali kota. Kapasitas saya wali kota sebagai pejabat pembina kepegawaian,” ujar Ahyar ditanya Lombok Post apakah pertemuannya dengan H Ridwan Hidayat ada kaitannya dengan dukungan terhadap putranya Ahda.

Ahyar menjelaskan Ahda sudah punya pilihan dan cara sendiri. Tidak harus bergantung padanya. Mengingat jabatan yang melekat padanya saat ini adalah Wali Kota yang memiliki kewajiban menjaga kondusivitas Kota Mataram menjelang masa akhir jabatannya.

“Saya sampaikan saat mengambil sumpah janji CPNS yang dilantik. Saya pejabat pembina kepegawaian yang harus mentaati semua aturan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ungkapnya.

Ahyar pun mengingatkan kepada ASN mengingat sumpah dan pakta integritasnya saat dilantik. “Kalau tidak netral. Nanti ada badan pengawas yang akan menilai. Kalau ada faktanya, nanti bisa disampaikan KASN, nanti rekomendasi KASN itu saya lakukan. Makanya saya minta netralitasnya,” tegasnya.

Jika kemudian ada ASN Kota Mataram yang bergerak ikut terlibat politik praktis tanpa diminta, Ahyar menegaskan, semua ada konsekuensinya. Yang jelas ia tetap berupaya menjaga netralitas ASN. “Kalau ada yang bergerak, itu mereka. Yang jelas saya tetap pada pendirian, menjaga netralitas ASN di Kota Mataram,” tandasnya.

Sementara Ketua DPD Gerindra NTB H Ridwan Hidayat juga mengaku dirinya bertamu dengan Ahyar tak ada kaitannya dengan agenda politik. “Harus dipisahkan ya nanti,” cetusnya.

Namun ditanya mengenai dukungan Gerindra, ia tak menampik jika SK B1KWK Gerindra memang diberikan kepada pasangan bakal calon Makmur-Ahda. SK tersebut sudah dikantongi dan tinggal diserahkan ke pasangan tersebut. “Sudah final dan tinggal diserahkan saja,” ucapnya.

Ia menegaskan, alasan Gerindra mendukung pasangan Makmur-Ahda bukan lantaran Ahda merupakan putra wali kota yang merupakan saudaranya. Tetapi lebih pada pasangan ini diinginkan oleh masyarakat.

“Kami selalu dengungkan, kalau kami ini ingin bersama masyarakat. Dan mereka ini punya kapasitas yang tidak diragukan lagi. Dan kami tanya masyarakat, ternyata yang diinginkan Makmur-Ahda,” ujarnya.

Ini juga yang menjadi alasan Gerindra tak mengusung kader sendiri. Karena masyarakat lebih menginginkan Makmur-Ahda membawa perubahan baru di Kota Mataram. “Kalau dipaksakan kader kami, kemudian tidak diterima masyarakat, kan susah juga,” kata dia.

Pasangan Makmur-Ahda diyakininya akan bersaing ketat dengan pasangan lainnya seperti HARUM (H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman) dan Salaman (Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan). Mengingat Gerindra menjadi salah satu partai yang meraup suara terbanyak dalam Pilpres dan Pileg di NTB.

“Bisa dibaca sendiri nanti kami gerakkan itu,” ucapnya tersenyum penuh makna. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks