alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Bank NTB Syariah Lengkapi Fasilitas, Kini Bisa SMS dan QR Banking

MATARAM-Bank NTB Syariah terus berupaya untuk melengkapi fasilitas layanan bagi nasabahnya. Khusus yang menjadi perhatian kini menyediakan layanan pembayaran nontunai.

”Sekarang nasabah kami sudah bisa melaksanakan transaksi SMS dan QR Banking,” kata Direktur Utama Bank NTB Syariah H Kukuh Rahardjo pada media di Lombok Epicentrum Mall, Sabtu (16/3).

Dijelaskan, kerja sama SMS Banking ini dikerjasamakan bersama Telkomsel. Dengan ini nasabah semakin terbuka menggunakan layanan bank. Layaknya nasabah sebagai bank itu sendiri. ”SMS Banking ini punya tiga jenis koneksi, bisa dengan SMS, bisa dengan GPRS, dan USSB,” jelasnya.

Dengan tiga jenis koneksi akan memberikan kemudahan nasabah untuk transaksi. Bila nasabah ke suatu daerah yang tidak ada sinyal bisa menggunakan USSB tanpa sinyal. ”Ketiga fungsi koneksi ini bisa untuk transaksi. Itulah keunggulannya kenapa kita gandeng SMS Banking ini,” jelasnya.

Cara pembayaran lainnya yang bisa digunakan nasabah Bank NTB Syariah QR Code Banking. Ini sebagai pelengkap cara pembayaran yang sudah ada selama ini. Kalau tidak ada EDC bisa menggunakan QR Code untuk transaksi. Pembayaran ini tinggal scan QR, dan melakukan pembayaran.

”Nasabah cukup dimudahkan dengan transaksi ini,” ujarnya.

Bank NTB Syariah menyiapkan dua model QR yaitu QR dinamik dan QR statik. Bedanya, kalau QR dinamik nasabah sebagai pembeli bisa memasukkan nominal yang ditentukan untuk dibayar. Sedangkan QR Statik, nominal ditetapkan oleh penjual.

”Melalui program ini, kami ingin membantu pemerintah mengupayakan pembayaran nontunai,” tambahnya.

Dijelaskan dengan pembayaran nontunai akan mempermudah dalam pemberian layanan akses ke nasabah. Ini juga sebagai antisipasi menurunkan biaya produksi dan operasional uang tunai yang cukup besar. ”Dengan ada kemudahan ini nasabah punya alternative transaksi. Selain itu nasabah yang mengetahui manfaatnya besar, bisa menjadi nasabah Bank NTB Syariah,” imbuhnya.

Plt Deputi Kantor Perwakilan Bank Indonesia NTB Harisuddin mengatakan, gerakan pembayaran nontunai harus digalakkan ke masyarakat. Hal ini karena pencetakan uang kartal baru membutuhkan biaya yang cukup tinggi. ”Sebenarnya kita agak tertinggal dengan Negara lainnya dalam penerapan pembayaran nontunai,” katanya.

Jadi diharapkan dengan menggeliatnya pembayaran nontunai nantinya akan lebih memudahkan masyarakat. Termasuk bisa mengurangi biaya produksi uang kartal nantinya BI akan terus mendorong penggunaan uang nontunai. ”Karena banyak manfaatnya seperti meminimalisir kejahatan, meminimalkan peredaran uang palsu, mudah, dan praktis,” jelasnya.

Kepala OJK NTB Farid Faletehan mengatakan pengembangan pembayaran nontunai harus sudah mulai sejak kini. Apalagi bagi anak-anak milenial sekarang, mau tidak mau pasti akan menggunakan pembayaran nontunai baik itu dengan aplikasi atau kartu. Tapi masih ada kalangan masyarakat lagi yang harus disosialisasikan gerakan ini.

”Maka ini harus disosialisasikan untuk sama-sama mengenalkan jenis transaksi keuangan,” katanya.

Kedepannya ini akan mempermudah karena masyarakat akan lebih melirik transaksi digital. Jadi khusus perbankan untuk bisa menyiapkan semua produk yang akan mendukung transaksi ini.

”Kami sangat berharap perbankan bisa melengkapi produknya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat nantinya,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BPKAD Kota Mataram HM Syakirin Hukmi mengatakan Pemerintah Kota Mataram menyambut baik pembayaran nontunai ini. Karena pembayaran nontunai mulai diterapkan lintas sektoral Pemerintah Kota Mataram melalui cash management system (CMS) yang kerja sama dengan Bank NTB Syariah.

Sedangkan di Kota Mataram menjadi daerah dideklarasikan pembayaran nontunai beberapa SPBU saat HUT NTB 17 Desember 2017 lalu. ”Kota Mataram sangat mendukung Gerakan Nasional Non Tunai ini untuk diterapkan di daerah,” tandasnya. (nur/r5/adv)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks