alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Begini Cara Mengantisipasi Serangan Ular Berbisa

Ular menjadi binatang yang cukup menakutkan bagi masyarakat. Paradigma warga tentang ular selalu negatif. Berbahaya dan akan menggigit. Namun paradigma tersebut ternyata tidak benar.

ALI ROJAI, Mataram

==================

ULAR ada di mana-mana. Bahkan kehidupan ular tidak jauh dari kehidupan manusia. Tak jarang ular ini masuk ke rumah warga yang membuat warga panik dan langsung membunuhnya. Paragdigma orang tentang hewan satu ini selalu berbahaya dan akan mengigit orang.

Kini,  ular menjadi hewan yang cukup menakutkan. Banyaknya paradigma negatif tentang ular membuat Yayasan Ular Indonesia Sioux tergerak untuk datang ke Lombok. Kemarin (17/3) yayasan yang pusatnya di Jakarta ini menggandeng rumah sakit Universitas Mataram (Unram) memberikan edukasi tentang ular.

Dalam sosialiasi yang dilakukan di lantai dua RS Universitas Mataram cukup menegangkan. Mereka membawa ular piton dengan panjang sekitar lima meter yang membuat para peserta seminar tegang. Biasanya ular-ular piton ini ia lihat di televisi, namun kini ularnya langsung didatangkan.

Anggota Yayasan Ular Indonesia Andika Hidayat Kurniawan terlihat tidak ada rasa takut memegang ular piton panca yang cukup panjang tersebut. Ia ingin tenaga medis dan mahasiswa Unram lebih akrab dengan ular.

Sejauh ini kata dia, tidak semuanya ular berbahaya. Dari sekitar 450 spesies ular di Indonesia, hanya 15 persen yang berbahaya. Ia ingin mahasiswa atau tenaga medis ada kesadaran tentang ular. Jangan menganggap ular selalu negatif.

Sejauh ini ular paling dekat habitatnya dengan manusia. Hampir  semua rumah kemasukan ular. Ia ingin berbagi tentang ular, mulai dari biologi ular. Cara membedakan ular berbisa dan tidak, bagaimana cara penagangan digigit ular, cara makan ular, karakter ular. “Setiap spesies ular ini memiliki karakter berbeda,” terangnya.

Sioux fokus untuk melindungi ular dan mengetahui masing-masing karakter ular. Anggota Sioux tidak diwajibkan memiliki ular, selain dipelihara yayasan. Namun jika ingin tahu seperti apa karakter ular maka ia mempersilakan warga untuk memelihara ular. Dengan cara itu warga bisa tahu cara makan, menyerang, dan sifat-sifat.

Di Lombok ia menargetkan nantinya ada anggota Sioux. Menjadi anggota  Sioux tidak boleh jual beli ular, makan ular, dan memanfaatkan ular untuk menakut-nakuti orang. Di dalam ular ini terdapat sapu atau yang lebih dikenal dengan serum bisa ular. Serum ini akan mengobati orang yang digigit ular dengan cara disuntik. “Serum ini cairan bisa,” sebutnya.

Serum bisa ular ini cukup mahal. Jarang  didapatkan di Indonesia bernagai jenis serum. Selain harganya mahal, penyimpanan serum ini juga khusus. Di rumah sakit serum ini pun jarang ada karena langka. Serum ini dibuat dengan cara digigitkan di kuda. Cairan dari kuda inilah yang diambil menjadi serum. Di Indonesai sendiri Bio Farma ja yang memproduksi serum. Itu pun hanya tiga jenis serum bisa ular. Yakni ular beling, kobra, dan ular tanah. “Kalau ular hijau ekor merah belum ada,” sebutnya.

Guna menghindari gigitan ular ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pertama, tidak boleh bergerak karena ular tidak memiliki telinga. Bisa berteriak karena tidak  memiliki pengaruh. Namun jika ada gerakan maka ular akan terasa terancam. Padahal itu belum tentu mengancam. “Hindari bergerak kalau ada ular,” sebutnya.

Kedua harus perpikir. Bila perlu menjauh dari tempat ular. Ketiga, liat lingkungan sekitar. Bila perlu hindari ular dengan menggunakan  tongkat atau sapu lantai. “Kalau ada ular masuk di rumah pakai saja sapu lantai mengusirnya,” tuturnya.

Andika selalu mengupgrade data dari WHO terkait bagaimana menolong orang dari gigitan ular. Sebab jika digigit ular detak jantung akan bertambah kenceng yang membuat bisa ular cepat menyebar. Selain menyebar ke pembuluh darah, bisa ular juga menyebar ke getah bening. Bahkan bisa melalui otot. “Makin banyak gerak makin cepat penyebaran bisa ular,” sebutnya.

Dulu kata dia,  ketika digigit ular maka orang akan diikat dekat gigitan agar bisa ular tidak menyebar. Namun hal itu ternyata salah. Jika itu dilakukan maka bisa ular akan mengendap di bagian yang digigit kemudian akan membusuk. Selain itu  tidak boleh dihisap. Karena ditakutkan yang mengisap ada sariawan atau gigi berlubang ini akan membuat korban baru. (*/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks