alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Warga Kota Panik! Gempa 5,8 SR Guncang Lombok

MATARAM-Gempa bumi bermagnitudo 5,8 Skala Richter (SR) menggucang Lombok sekitar pukul 14.07 Wita, kemarin (17/3). Gempa ini juga terasa hingga Ibu Kota Mataram. Hingga berita ini diturunkan kerusakan dan korban belum terkonfirmasi dari institusi yang berwenang.

 Lombok Post memantau kondisi RSUD Kota Mataram. Hingga pukul 17.31 Wita, tidak ada korban bencana gempa bumi yang dilarikan ke tempat itu. “Sejauh ini ahamdulillah masih aman, belum ada report,” kata Direktur RSUD Kota Mataram HL Herman Mahaputra.

Kepanikan dituturkan beberapa pengunjung sempat terjadi. Gempa membuat orang-orang berlarian mencari tempat terbuka. Tidak hanya pengunjung, tetapi pasien-pasien pun sempat dievakuasi ke luar gedung. “Ada yang teriak takbir dan lari ke lapangan!” tutur salah seorang pengunjung RSUD Sulastri.

Suasana mencekam terasa. Tembok dan kaca jendela bergetar hebat. Tapi untungnya bangunan RSUD cukup kokoh. Hingga tidak ada reruntuhan yang mengancam keselamatan pengunjung, pasien, dan para petugas medis di sana. “Kita semua ketakutan,” akunya.

Kepala Bidang Pelayanan Medis dr Emirald Isfihan membenarkan pasien sempat dievakuasi ke luar ruangan. Langkah ini ditempuh sebagai upaya menenangkan para pasien agar tidak panik. Tapi beberapa jam kemudian setelah situasi kondusif, semua dikembalikan ke tempat semula. “Sudah masuk lagi,” kata Emir.

Sementara itu Agus Rianto dari BMKG Kota Mataram mengatakan, gempa yang terjadi bersumber dari flores back arc thrust. Di sumber ini ada potensi gempa mencapai 7,4 SR. Tapi sudah terlepaskan pada gempa 29 Juli 2018 dan 5 Agustus 2018. “Jadi (setelah gempa ini) seharusnya butuh waktu 40 tahun lagi untuk mencapai energi maksimal,” kata Agus.

Namun demikian Agus berharap bencana ini bisa memicu semangat literasi. Mempelajari gempa dan potensi tsunami di daerah. Dengan demikian masyarakat bisa lebih waspada dan tanggap menghadapi bencana. Bila kembali terjadi lagi gempa di luar prediksi.

“Apa yang harus kita lakukan sebelum dan setelah gempa, lebih dari sekedar penjelasan tetang magnitudo dan penjelasan teknis tentang sesar lokal,” ulasnya.

Sementara,  puluhan pengunjung Trans Mart berhamburan keluar. Kondisi ini membuat Jalan Selaparang mengalami kemacetan meski hanya sebentar.  “Gempanya terasa kuat makanya saya lari keluar gedung,” ucap salah seorang pengunjung Risma.

Pantaun koran ini, puluhan pengunjung terlihat berada di luar. Sejauh ini belum diketahui dampak kerusakan bangunan dan korban jiwa akibat gempa tersebut. “Pasukan kita sudah turun, tidak ada laporan ada korban jiwa dan rumah rusak,” kata Kabid Pencegahan Kebencanaan Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Kurnia Mulyadi.

Pascagempa, dia langsung menerjunkan timnya untuk mengecek mana bangunan yang rusak dan korban jiwa. Namun sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa atau pun bangunan rusak.

Ia berharap gempa ini tidak terjadi lagi. Karena menurutnya warga sudah cukup susah dengan gempa pada Agustus 2018 lalu yang menelan korban jiwa dan ratusan bangunan rusak. “Kita berharap tidak ada gempa lagi,” tutupnya. (zad/jay/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.
Enable Notifications    Ok No thanks