alexametrics
Minggu, 20 September 2020
Minggu, 20 September 2020

Akibat Virus Korona, ASN Pemkot Mataram Boleh Bekerja dari Rumah

MATARAM-Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Mataram bisa bekerja dari rumah mulai hari ini. ”Baru selesai rapat untuk aturan teknisnya. Sudah diputuskan untuk ASN bekerja dari rumah,” kata Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito, Selasa (17/3).

Tapi jangan keburu senang dulu. Aturan ini, hanya berlaku untuk staf dan jabatan fungsional. Itupun yang telah mendapat persetujuan dari pimpinan OPD masing-masing. Adapun untuk pejabat eselon II, III, dan IV, tetap harus masuk kantor.

Eko mengatakan, pimpinan OPD yang memberi stafnya untuk bekerja dari rumah harus mempertimbangkan sejumlah hal. Seperti, tingkat kesehatannya. Kemudian sarana transportasi yang digunakan.

”Kalau dia pakai kendaraan umum, bisa jadi pertimbangan untuk dia kerja dari rumah,” tuturnya.

Yang harus diingat, lanjut Eko, aturan ini bukan untuk pegawai berlibur. Pergi ke tempat wisata atau menghabiskan waktu di pusat berbelanjaan. Mereka tetap melakukan pekerjaan. Sesuai dengan instruksi dari pimpinan OPD.

”Ada laporannya. Ingat, di rumah bukan libur, tapi ada yang dikerjakan. Seperti membuat laporan,” ujar Eko.

Karena itu, pengawasan langsung dilakukan pimpinan OPD. Mereka juga yang akan mengatur siapa-siapa saja yang harus bekerja dari rumah. ”Aturannya berlaku sampai 31 Maret. Kita lihat nanti apakah nanti akan ada perpanjangan atau seperti apa. Tergantung kondisi di lapangan lagi,” tutur Eko.

Sementara itu, Asisten III Setda Kota Mataram Hj Baiq Evi Ganevia mengatakan, aturan bekerja dari rumah tidak berlaku untuk mereka yang bekerja di pelayanan kesehatan. Seperti di RSUD Kota Mataram dan Puskesmas.

”Itu tetap masuk. Tidak boleh tidak masuk. Karena itu pelayanan publik,” kata Evi.

Untuk pelayanan publik lainnya, seperti di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, itu bergantung pada pimpinan OPD. Jika memang masih ada pelayanan, bisa diberlakukan dengan sistem shift.

”Nanti diatur seperti apa baiknya. Yang penting pelayanan tetap jalan,” ujar dia.

Pemberlakuan aturan ASN bekerja dari rumah untuk menindaklanjuti Surat Edaran MenPANRB Nomor 19 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Sistem Kerja ASN dalam Upaya Pencegahan Covid-19.

Aturan ini dimaksudkan sebagai pedoman OPD. Guna melakukan pencegahan dan meminimalisasi penyebaran virus Korona. Di instansi pemerintah dan masyarakat.

Meski bekerja dari rumah, pemerintah harus memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi kinerja masing-masing OPD berjalan dengan baik. Termasuk pelayanan publik dapat tetap efektif.

Ruangan Semprot Disinfektan

Sementara itu, para petugas Badan Penangggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram kemarin mulai menyemprotkan disinfektan di ruang Wali Kota Mataram. Meja, kursi, karpet, dan barang-barang di dalam ruangan orang nomor satu di Kota Mataram itu disemprot. Guna mengantisipasi virus korona. “Pokoknya semua ruangan di kantor wali kota kita semprot,” kata Kepala BPBD Kota Mataram Mahfuddin Noor, kemarin (17/3).

Selain penyemprotan, sejumlah pejabat di Kota Mataram juga discreening menggunakan thermal gun. Guna mendeteksi suhu tubuh mereka. Tak hanya kantor wali kota, sekolah-sekolah di Kota Mataram juga akan disemprot disinfektan. “Kalau sekolah besok (Hari Ini, Red) kita semprotkan,” terang dia.

Noor juga akan melakukan pemyemprotan di tempat-tempat publik dan peribadatan. Seperti masjid, gereja, dan pura. “Semua tempat-tempat berkumpul masyarakat akan kita semprotkan,” cetusnya.

Diungkapkan, penyemprotan ini akan dilakukan tiap hari guna mengantisisapi Korona. Karena sampai saat ini menurutnya, virus ini cukup ganas dan belum ditemukan obatnya. “Obatnya kita lakukan dengan mengantisipasi,” ujarnya.

Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengatakan, untuk sementara kegiatan yang sifatnya pertemuan dengan skala besar akan ditunda. Begitu juga dengan sekolah telah diliburkan guna mengantisipasi Korona.

Adapun agenda yang akan ditunda seperti STQ tingkat kota dan perayaan HUT Kecamatan Sandubaya. “Ini akan kita tunda dulu,” ucap pria Dasan Agung ini.

Ia meminta kepada siswa yang libur sekolah untuk tidak berkeliaran. Tetap diam di rumah atau melakukan proses belajar mengajar secara online dari rumah. “Siswa bisa belajar secara online dari rumah,” pinta orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Ahyar juga ingin warga menjaga lingkungan agar tetap bersih. Jika ada gejala demam tidak turun-turun  ia meminta langsung dibawa ke puskesmas atau rumah sakit. “Atau bisa call center respons cepat,” terangnya. (dit/jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

14 Ribu UMKM Lombok Utara Diusulkan Terima Banpres

Jumlah UMKM KLU yang diusulkan menerima bantuan presiden (Banpres) Rp 2,4 juta bertambah. Dari sebelumnya hanya 4. 890, kini tercatat ada 14 ribu UMKM. ”Itu berdasarkan laporan kabid saya, sudah 14 ribu UMKM yang tercatat dan diusulkan ke pusat,” ujar Plh Kepala Diskoperindag KLU HM Najib, kemarin (18/9).

Cegah Penyimpangan, Bupati Lobar Amankan 640 Dokumen Aset Daerah

Dinas Arsip dan Perpustakaan Lombok Barat (Lobar) terus mencari dokumen-dokumen aset milik pemkab. ”Kalau arsip (dokumen) hilang, aset daerah juga melayang,” kata Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Lobar H Muhammad Yamil.

Penuh Sampah, Warga Dasan Geres Turun Bersihkan Sungai

Pola hidup bersih digalakkan warga di Lingkungan Dasan Geres Tengah. Salah satunya melalui program sungai bersih. ”Kita ciptakan lingkungan bersih dan asri,” kata Lurah Dasan Geres Hulaifi, kemarin.

Perintah Menteri, RT Wajib Bentuk Satgas Penaganan Covid-19

Upaya menekan penyebaran virus COVID-19 masih harus gencar. Salah satu kebijakan baru yang digagas adalah mewajibkan membentuk satgas penanganan COVID-19 hingga level kelurahan, dusun atau RT/RW. Satgas tersebut nantinya bertugas mengawal pelaksanaan kebijakan satgas pusat di lapangan.

Senggigi Telah Kembali (Bagian-2)

SELAMA berminggu-minggu “kegiatan tidak berarti ini” dilaksanakan tanpa ada maksud apa-apa kecuali biar sampah tidak menumpuk. Namun keberartian “kegiatan tidak berarti ini” justru menjadi simpul efektif dari kebersamaan dan rasa senasib sepenangungan seluruh komponen yang ikut bergotong royong.

Gowes di Jalan Raya Kini Tak Bisa Lagi Serampangan, Ini Aturannya

Belakangan tren bersepeda marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 Tentang Keselamatan Pesepeda di Jalan pada 14 Agustus lalu. Kemenhub rutin untuk melakukan sosialisasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Pemda di NTB Wajib Daftarkan Honorer Ikut BPJS Ketenagakerjaan

"Seluruh tenaga kerja di NTB, baik yang ada di lingkungan pemerintah atau pun swasta, baik sektor formal maupun informal wajib mendapatkan jaminan sosial ketenagakerjaan," tegas Wisma.
Enable Notifications    Ok No thanks