alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Mengkhawatirkan, 420 Warga Mataram Terjangkit Demam Berdarah

MATARAM-Dinas Kesehatan (Dikes) Kota Mataram mencatat 420 warga terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). “Beberapa hari ini ada saja yang terkena DBD,” kata Kepala Dikes Kota Mataram dr H Usman Hadi pada Lombok Post, kemarin.

Diungkapkan, warga yang terjangkit DBD di Kota Mataram menyebar. Ada di semua kecamatan. Paling banyak, kata dia, masih di Kelurahan Monjok, disusul Kelurahan Karang Baru. “Sekarang Karang Baru mulai banyak warga terjangkit DBD,”ucapnya.

Sebagian besar yang terjangkit DBD anak-anak. Meski demikian, tidak ada korban yang meninggal. “Mudah-mudahan tidak ada,” harap dia.

Peningkatan jumlah warga yang terjangkit DBD terjadi pada Maret. Cuaca hujan dan pola hidup kurang bersih menjadi penyebab utama warga terkena DBD. “Kebersihan lingkungan yang harus dijaga,” ujarnya.

Dia juga sudah meminta setiap dokter di Puskesmas meningkatkan ketajaman anamnesa terhadap pasien yang berobat dengan keluhan demam. Sedangkan untuk pasien yang datang dengan keluhan demam di hari kedua sampai hari ketiga, dilakukan pemeriksaan trambosit.

Diutarakan, antisipasi DBD paling bagus dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Tempat-tempat yang berpotensi nyamuk akan berkembangbiak dibersihkan. Seperti kaleng bekas, bak mandi, selokan, dan gantung pakaian. Jika tidak, nyamuk ini akan berkembangbiak. “Intinya bersihkan lingkungan tempat tinggal,” ujarnya.

Jika fogging kata dia, hanya membunuh nyamuk dewasa. Tidak memberantas jentik yang berkembangbiak sebagai nyamuk baru. “Fogging hanya membunuh nyamuk dewasa saja,” ucapnya.

Kepala Puskesmas Karang Taliwang dr Dewi Nurlita mengatakan, pasien DBD yang dirawat di Puskemas Karang Taliwang kondisinya beda-beda. Ada yang baru terjangkit dan ada juga yang kondisinya dalam keadaan lemas dengan trambosit tinggi. “Kalau yang sudah lemas dirawatnya cukup lama,” kata perempuan berjilbab ini.

Bahkan jika tak bisa ditangani kata dia, pihaknya merujuk ke RSUD Kota Mataram. “Pasien DBD kita rawat inap,” ungkapnya. (jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Turunkan Angka Pernikahan Anak, Lobar Apresiasi Program Yes I Do

"Sudah pas Peran NGO melalui Program Yes I Do sangat bagus menekan tingkat pernikahan anak," kata Kepala DP2KBP3A Lobar Ramdan Hariyanto.

Tetap Tumbuh, Sektor Tambang Topang Ekonomi NTB di Masa Pandemi

Sektor pertambangan memang tak lepas dari fondasi ekonomi provinsi NTB. Di triwulan II 2020, sektor pertambangan dan penggalian yang tumbuh sebesar 47,78 persen mampu menahan laju penurunan ekonomi NTB. Pada triwulan II, ekonomi NTB kontraksi 1,4 persen, namun tanpa sektor pertambangan dan penggalian, kontraksi akan lebih dalam lagi hingga mencapai 7,97 persen.  

Taspen Lindungi JKK JKM Non ASN

PT Taspen kini memberikan jaminan dan perlindungan penuh terhadap pegawai non Aparatur Sipil Negara (ASN)

Nomor 4, Era BARU, Industri 4.0, Menang!

Aqi berkomitmen membuat lompatan besar membawa Kota Mataram lebih maju, nyaman, dan beradab. Ia yakin dengan dukungan semua pihak yang menginginkan ibu kota provinsi NTB bersinar terang. “Sebagai putra Mataram, saya ingin memberikan karya terbaik saya buat tanah kelahiran saya,” katanya dengan suara bertenaga.

UT Mataram Beri Beasiswa KIP-K dan CSR se-NTB

“Penerima beasiswa KIP-K mendapatkan bebas biaya kuliah, buku dan uang saku Rp 700 ribu per bulan yang dibayar di akhir semester,” terang Raden.

Dorong Industri Kreatif : HARUM Rancang Mataram Creative District

ebagai sebuah kota yang terus berkembang, Kota Mataram harus menangkap peluang ini sebagai salah satu penguat daya saing global di masa mendatang.  Bagaimana rencana pengembangan Industri Kreatif di Mataram di masa mendatang berikut petikan wawancara kami dengan H Mohan Roliskana calon wali kota Mataram.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks