alexametrics
Senin, 21 September 2020
Senin, 21 September 2020

Proyek Perbaikan Pasar Cakranegara Tak Tepat Sasaran

MATARAM-Cantik di luar, rusak di dalam. Gambaran ini terlihat di Pasar Cakranegara. Proyek untuk perbaikan atap senilai Rp 1,8 miliar membuat tampilan pasar lebih bagus. Tapi itu jika dilihat dari luar.

Di bagian dalam pasar kondisinya cukup memprihatinkan. Terutama di bagian atapnya. Bolong di sana-sini. Lubangnya cukup lebar. Juga memanjang. Beberapa bagian bahkan harus ditambal secara swadaya. Dilakukan sendiri pedagang pasar. Menggunakan seng dan terpal. Ala kedarnya.

Kondisi tersebut dikeluhkan pedagang. Terutama mereka yang berada tepat di bawah atap seng yang bolong. H Humaidi misalnya. Katanya, ia terpaksa mencari tukang sendiri. Termasuk membeli bahan-bahan untuk menambal atap yang bolong.

”Kalau gak begitu, banjir semua ini pas hujan,” kata Humaidi.

Zohriah menyatakan hal serupa. Air yang jatuh dari atap yang bocor bukan lagi dengan cara menetes. Tapi tumpah dengan deras. ”Sampai tutup kita, gak jualan pas kemarin hujan besar itu,” tuturnya.

Perempuan berhijab ini merasa tak ada perhatian dari petugas pasar. Juga pemerintah. ”Kalau retribusi aja gak bisa telat-telat sedikit. Tapi atap malah dibiarkan bolong begitu,” ujar dia.

Pedagang lainnya, Hairil bahkan menyindir pemerintah. ”Mungkin tunggu rubuh dulu ini baru mau diperbaiki,” katanya sambil menunjuk atap yang berada tepat di atas lapaknya.

Atap yang ditunjuk Hairil kondisinya memang cukup mengenaskan. Kayu yang menopang seng, sudah patah. Beberapa bagian bahkan sudah cukup lapuk.

Kata Hairil, pedagang sebenarnya berharap pemerintah memprioritaskan perbaikan atap di bagian dalam. Bukan atap di bagian luar pasar. Yang tahun lalu proyeknya bermasalah dan tak tuntas dikerjakan pihak ketiga.

Pedagang juga sudah melakukan inisiatif. Dengan memperbaiki secara swadaya. Tapi perbaikan yang dilakukan pedagang bersifat temporer dan tidak parsial. Sehingga sewaktu-waktu bisa rusak kembali.

”Kita cuma tambal pakai terpal, kalau seperti ini, umurnya jelas tidak lama. Seharusnya, proyek kemarin itu untuk atap di bagian dalam ini,” kata Hairil.

Sementara itu, Kepala Pasar Cakranegara I Nengah Sukardi mengatakan, atap yang rusak sudah diajukan untuk perbaikan. ”Tapi kita belum tahu apa sudah di acc atau tidak,” kata Sukardi.

Sukardi tak menampik terjadi kebocoran saat hujan. Terutama di sebelah selatan. Di bagian proyek yang bermasalah. ”Itu karena masalah proyek belum selesai,” tuturnya.

Persoalan kebocoran tersebut, Sukardi memilih untuk menyerahkannya kepada pedagang. Katanya, pedagang ada inisiatif untuk memberbaiki. Tapi sampai sekarang tidak terlihat swadaya dari pedagang.

”Mestinya kalau pedagang merasa, harusnya dia ada swadaya sedikit. Tapi ini tidak ada. Kalau pedagang ngontrak, baru berani dia,” sebut Sukardi. (dit/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Simulasi KBM Tatap Muka SMA Sederajat di NTB Pekan Kedua Dimulai

Simulasi KBM tatap muka untuk SMA sederajat di NTB memasuki pekan kedua. ”Sambil kami tetap memantau perkembangan penyebaran Pandemi Virus Korona,” kata Kepala Dinas Dikbud NTB H Aidy Furqan, pada Lombok Post, Minggu (20/9/2020).  

Mendikbud Pastikan Wacana Penghapusan Mapel Sejarah Hoaks

”Tidak ada sama sekali kebijakan regulasi atau perencanaan penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum nasional,” tegas dia.

HARUM Goda Pemilih Millenial Lewat Lomba Film Pendek dan E-Sport

Bakal Calon Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mencoba menggoda pemilih milenial. Caranya, dengan menggelar film pendek dan e-sport. "Orang yang menggeluti dunia film tidak banyak. Bagi sebagian orang ini ekslusif. Prosesnya panjang," kata Mohan Sabtu malam (19/9) lalu.

Cerita Shaina Babheer saat Memerankan Sosok Kikin dalam film MOHAN

Shaina Azizah Putri dipilih untuk memerankan sosok Kikin Roliskana dalam film pendek berjudul "Mohan". Ini menjadi tantangan baru bagi dara yang sudah membintangi beberapa sinetron dan FTV nasional ini.

“Menara Eiffel”di Desa Seruni Mumbul Lombok Timur Ramai Pengunjung

Pengelola wisata Denda Seruni, Desa Seruni Mumbul, Kecamatan Pringgabaya tak ingin puas dengan keberhasilannya menyedot wisatawan. Realisasi target PADes Rp 30 juta per bulan harus dapat bertambah.

Bale Mediasi Lotim Damaikan Delapan Perselisihan

SELONG-Permohonan mediasi terus berdatangan ke Bale Mediasi Lotim. “Sudah ada 36 permohonan yang masuk,” kata Koordinator Administrasi Bale Mediasi Lotim Lalu Dhodik Martha Sumarna pada Lombok Post, kemarin (18/9).

Paling Sering Dibaca

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks