alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

42 Ribu Keluarga Terdampak Korona di Mataram Bakal Dapat Paket Sembako

MATARAM-Rencana pemberian bantuan untuk warga terdampak pandemi Korona, masih belum matang. ”Yang pasti baru 42 ribu di BDT itu. Untuk tambahannya sedang diusahakan secepatnya,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, kemarin.

Ahyar ingin memastikan bantuan harus tepat sasaran. Terutama penerima yang di luar Basis Data Terpadu (BDT) di Dinas Sosial. Data yang digunakan harus juga berbasis lingkungan. Nama dan alamat penerima harus tertera di lingkungan masing-masing. Bukan nama dan alamat fiktif.

OPD terkait diminta untuk segera memberi data penerima bantuan tambahan. Setiap nama harus dilakukan verifikasi. Sehingga bantuan bisa diberikan kepada mereka yang berhak. Verifikasi ulang juga dilakukan untuk 42 ribu nama yang masuk di BDT. ”Harus verifikasi lagi. Jangan sampai ada yang dobel. Datanya juga harus sampai di 325 lingkungan,” ujarnya.

Bantuan yang nanti diberikan berupa sembako. Beras, minyak goreng, telur, daging kornet, sampai mie instan. Ahyar meminta OPD terkait memastikan pihak ketiga siap untuk mengadakan program ini.

Selain itu, yang harus dipikirkan juga adalah mengenai skema penyaluran. Jangan sampai menyalahi aturan mengenai physical distancing. ”Bisa diantar ke rumah. Atau diminta secara bergiliran untuk mengambil di kantor lurah,” kata Ahyar.

April ini, Pemkot menargetkan memberi bantuan untuk sekitar 62 ribu warga Kota Mataram. Sebanyak 42 ribu sudah terdata melalui BDT. Mereka yang sudah masuk BDT, sebelumnya menerima bantuan reguler dari Dinsos. Seperti program keluarga harapan atau bantuan pangan non tunai, yang sekarang dikenal dengan program sembako.

Untuk tambahannya, sebanyak 20 ribu kepala keluarga, diambil dari pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan. Penyandang disabilitas, lansia, dan anak terlantar. Juga pekerja dari sektor informal.

Hanya saja, meski rencana program sudah dilontarkan wali kota beberapa hari sebelumnya, OPD yang ditugaskan masih belum siap. Khusus untuk data tambahan penerima yang sebanyak 20 ribu KK tersebut.

Sejauh ini Dinas Sosial (Disos) Kota Mataram hanya menyuguhkan penerima dari BDT. Kata Kadisos Kota Mataram Hj Baiq Asnayati, data tambahan di luar BDT harus dikerjakan bersama. Bukan dinasnya saja.

Apalagi, calon penerima bantuan beragam. Ada yang dari pekerja informal. Tenaga kerja yang terkena PHK. Data-data tersebut berada di Dinas Tenaga Kerja atau Dinas Pariwisata. ”Harus keroyokan kerjanya ini,” kata Asna.

Asna juga menjelaskan, yang mendapat bantuan harus menunjukkan kartu domisili dari RT atau RW maupun lurah setempat. JPS akan diberikan untuk 60 ribu keluarga dengan menyiapkan data by name by address.

Kriteria penerima bantuan adalah yang belum menerima bantuan apapun, seperti PKH, bansos atau yang lainnya dari pemerintah. “Pemkot akan menyalurkan JPS ini kepada yang berhak selama tiga bulan berturut-turut,” ucap perempuan berjilbab ini.

Pemkot telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 350 miliar untuk JPS. Masing-masing keluarga akan menerima Rp 250 ribu per bulan dalam bentuk sembako. (dit/jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Buntut Penutupan Savana Propok, TNGR Perketat Pemeriksaan Pengunjung

”Dengan penutupan ini semua akan lihat, kalau berbuat begitu pasti akan ditutup,” kata Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady, Rabu (5/8/2020).

Kasus Sewa Lahan Desa Sesela, Penyidik Perdalam Keterangan Saksi

Berkas penyidikan kasus dugaan korupsi penyewaan lahan untuk pembangunan tower tahun 2018 masih dilengkapi. Sejumlah saksi diperiksa maraton untuk melengkapi berkas penyidikan. ”Yang sudah kita periksa baru Ketua RT dan ada juga dari BPD (Badan Permusyawaratan Desa),” kata Kajari Mataram Yusuf, Rabu (5/8).

Efek Pandemi, Omzet Penjual Perlengkapan Sekolah di Mataram Merosot

”Tak hanya buku paket dan buku tulis saja. Hampir seluruh jenis peralatan sekolah alami penurunan penjualan. Bahkan menjalar ke barang-barang peralatan kantor,” katanya.  

Totalitas dalam Melindungi Hak Pilih

SALAH satu asas penting dalam pelaksanaan pemilu/pemilihan adalah asas jujur. Kata jujur ini tidak hanya muncul sebagai asas penyelenggaraan pemilu/pemilihan, namun juga hadir sebagai prinsip dalam penyelenggaraannya. Setiap kata yang disebut berulang-ulang apalagi untuk dua fondasi yang penting (asas-prinsip) maka kata itu menunjukkan derajatnya yang tinggi.

Sanksi Tak Pakai Masker, Bayar Denda atau Bersihkan Toilet Pasar

Peraturan daerah (Perda) tentang Penanggulangan Penyakit Menular berlaku efektif bulan ini. Denda bagi aparatur sipil negara (ASN) yang melanggar lebih berat dibandingkan warga biasa.

Pertama Sejak 1998, Ekonomi RI Kembali Minus, Resesi Sudah Dekat

Usai dua dekade berlalu, kini sejarah kelam pertumbuhan ekonomi minus kembali terulang. Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin (5/8) melaporkan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 tercatat -5,32 persen.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Ungkap Dugaan Pembunuhan LNS, Polres Mataram Periksa 13 Saksi

Penemuan jasad LNS, 23 tahun dalam posisi tergantung di dalam sebuah rumah di di perumahan BTN Royal, Jempong Baru, Sekarbela, Mataram menyisakan tanda tanya. Penyidik Polresta Mataram  memeriksa sejumlah saksi secara maraton.
Enable Notifications.    Ok No thanks