alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

Kasus Korona Terus Meningkat, Pemkot Mataram Belum Berencana Ajukan PSBB

MATARAM-Jumlah warga positif korona di Mataram terus meningkat. Hingga Jumat (17/4) tercatat ada 29 kasus.Lebih dari separo pasien positif korona di NTB berada di kota ini. Rinciannya 23 masih dalam perawatan, empat sembuh dan dua meninggal dunia.

Meski demikian Pemkot Mataram masih percaya diri. Bisa melawan virus Korona dengan siasat yang sedang dijalankan saat ini.

Pemkot belum akan mengusulkan pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ke pemerintah pusat.

“Masih belum sampai ke arah sana (PSBB),” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram Mahfuddin Noor, kemarin.

Saat ini, kata dia, pihaknya hanya menyiapkan kajian terkait peningkatan status penyebaran Covid-19 di Kota Mataram. “Ini yang sekarang kita petakan,” kata Fudin.

Disamping itu, pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan di pintu masuk Kota Mataram. “Setiap orang dari luar daerah terus kita awasi. Kita juga terus memaksimalkan peran semua pihak dalam melawan pandemi ini,” ucapnya.

Sementara itu Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang menegaskan, setiap orang dalam pemantauan (ODP) tidak dibolehkan keluar rumah. Mereka harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah. “Ini harus ada pengawasan dari masyarakat,” ucap pria yang karib disapa Aweng ini.

Aweng juga sudah meminta kepada setiap lurah untuk mendata warga yang datang dari luar daerah. Mereka harus benar-benar dicek kesehatannya dan dilakukan isolasi mandiri. Jika dalam pemeriksaan ada gejala, harus dibawa ke Wisma Nusantara untuk dilakukan karantina. “Kalau sudah di Wisma Nusantara, baru dilakukan tes Swab,” tukasnya. (jay)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks