alexametrics
Jumat, 18 September 2020
Jumat, 18 September 2020

Izinkan Toko Pakaian Buka, Dewan Kritik Kebijakan Wali Kota Mataram

MATARAM-Pemkot Mataram mengeluarkan kebijakan ambigu dalam penanganan Covid-19. Yang terbaru, soal diperbolehkannya toko pakaian tetap buka di masa pandemi. ”Ini bentuk ketidaktegasan pemkot mengamankan kebijakannya sendiri,” kata Ketua Komisi I DPRD Kota Mataram Ismul Hidayat, kemarin.

Ada keanehan dalam kebijakan yang diambil Pemkot Mataram. Kontradiksi. Ismul mengatakan, dalam edaran yang sudah disebarkan jauh-jauh hari, pemkot meminta melakukan social hingga physical distancing.

Tapi bagaimana social hingga physical distancing bisa diwujudkan jika pemkot sendiri tidak tegas. Bahkan, terkesan membiarkan aktivitas di ruang publik berlangsung secara normal. Seolah tak ada yang namanya pandemi Covid-19.

”Gimana mau social atau jaga jarak, kalau ruang publik dibuka lebar,” ujarnya.

Selama satu pekan terakhir, muncul kerumunan baru. Lokasinya di sejumlah toko pakaian di Kota Mataram. Masyarakat berbondong-bondong ke sana untuk membeli baju baru untuk lebaran nanti.

Wali Kota Mataram memberi kelonggaran untuk pengusaha toko pakaian. Boleh tetap buka, asal menjalankan protokol Covid-19. Salah satunya mewajibkan untuk penerapan physical distancing. Jika melanggar, diberi sanksi berupa penutupan operasional.

Aturan-aturan yang dikeluarkan wali kota serupa macan kertas. Di lapangan tak ada terlihat sama sekali mengenai physical distancing, apalagi ketika sore dan malam hari. Meski beberapa pengunjung tetap menggunakan masker dan dicek suhu tubuhnya.

Bagi Ismul, kebijakan pemkot membuat ia keheranan. Di satu sisi kegiatan ibadah di masjid, gereja, vihara, dan pura diminta untuk ditiadakan. Tapi pemkot justru membuka lebar dengan memberi izin kepada toko pakaian untuk tetap beroperasi.

”Kegiatan ibadah kita diminta setop. Terus toko tetap buka, padahal ini kebutuhan tersier yang masih bisa disetop sementara,” kata Ismul.

Yang menjadi korban tentu masyarakat. Ada kebingungan dari masyarakat yang ditangkap Ismul. Setelah pemkot memberi kelonggaran di ruang publik dengan alasan ekonomi, tapi memperketat persoalan ibadah.

”Kita sudah refocusing anggaran besar-besaran, tapi kenapa (pemkot) tidak serius,” kritik politisi PKS ini.

Ismul meminta pemkot meninjau kembali kebijakan yang mereka keluarkan. Terutama mengenai edaran yang telah dibuat. Jika memang mengharuskan physical dan social distancing, maka harus diterapkan untuk seluruh aspek.

”Kalau objek pencegahan difokuskan kepada masjid, kegiatan ibadah, inikan perlu dipertanyakan,” tuturnya.

Seharusnya, dimanapun potensi masyarakat berkumpul, seharusnya bisa ditutup. Jika memang harus tetap buka, seperti pasar maupun toko bahan pokok, pemkot harus memastikan dengan ketat mengenai physical distancing.

”Tapi ini juga sulit dilakukan. Kita lihat saja kondisinya di lapangan,” tandas Ismul.

Ketua Komisi III DPRD Kota Mataram Abd Rachman mengatakan, wali kota seharusnya tidak hanya mengizinkan toko baju saja yang buka. ”Semua aktivitas yang dilarang dan ditutup, itu dibuka lagi. Berjalan normal seperti biasa,” katanya.

Kafe, tempat ibadah, destinasi wisata, harus juga dibuka wali kota. Sehingga kebijakan yang dikeluarkan tidak setengah hati. Ingin mencegah penyebaran Covid-19, tapi membuka peluang terjadinya kerumunan baru. Ingin mempertahankan ekonomi, tapi yang dipilih usaha milik pengusaha-pengusaha besar.

”Buka saja semuanya. Jangan lagi ada dibuka dan ada ditutup. Sekalian saja buka semuanya,” ucapnya.

Jika ingin serius menangani Covid-19 pemkot seharusnya mengambil langkah ekstrem. Langsung menutup semua aktivitas di Kota Mataram. Tanpa terkecuali. Buka tutup kegiatan ekonomi yang setengah-setengah seperti sekarang ini, tak juga menjamin kasus Korona akan menurun.

Menurut Rachman, masyarakat sekarang ini tidak terlalu khawatir dengan pandemi. Mereka juga semakin mengerti seperti apa harus bersikap. Sehingga jika pemkot membuka seluruh akses kegiatan yang sempat ditutup, secara tidak langsung membuat masyarakat beradaptasi.

Ia juga sepakat dengan anjuran Presiden Joko Widodo. Mengenai anjuran untuk berdamai dengan virus Korona. ”Masyarakat memilih menjaga diri mereka sendiri dengan hidup bersih dan mengonsumsi makanan yang mengandung banyak vitamin,” tandas Rachman.

Sementara itu, pantauan Lombok Post, sejumlah toko pakaian di kawasan Cakranegara jelang lebaran semakin ramai. Sayangnya, sebagian besar toko tak mampu menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

“Jumlah pengunjung harusnya diatur. Ada jarak. Bukannya numpuk,” ungkap Kasi Operasional dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Mataram I Made Agus Jewe, kemarin.(dit/jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pilwali Mataram, Polres Petakan 12 Potensi Kerawanan

Polresta Mataram memetakan 12 titik potensi kerawanan di Kota Mataram. “Sebenarnya ini kejadian (yang kami himpun) dulu dan pernah terjadi,” kata Wakasat Intelkam Polres Mataram, Ipda Gunarto, kemarin (17/8).

Pilkada Serentak NTB, Potensi Saling Jegal Masih Terbuka

Bawaslu NTB mengantisipasi potensi sengketa usai penetapan Pasangan Calon (Paslon) 23 September mendatang. Baik sengketa antara penyelenggara pemilu dengan peserta dan peserta dengan peserta.

Bukan Baihaqi, Isvie Akan Menangkan HARUM di Pilwali Mataram

Golkar dipastikan solid memenangkan setiap pasangan yang diusung. “Sebagai kader Golkar kita harus loyal (pada perintah pertai),” kata Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi NTB Hj Baiq Isvie Rupaeda.

Gubernur Ingatkan Jaga Kerukunan di Musim Pilkada!

”Partai boleh beda, calon boleh beda, tapi senyum kita harus senantiasa semanis mungkin dengan tetangga-tetangga kita," kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah saat menyapa umat Hindu di Pura Dalem Swasta Pranawa, Abian Tubuh, Kamis (17/9/2020).

Koreksi DTKS, Pemprov NTB Coret 215.627 Rumah Tangga

”Data ini dari hasil verifikasi dan validasi yang dilakukan kabupaten/kota,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) NTB H Ahsanul Khalik, Kamis (16/9/2020).

53 SPBU di NTB Sudah Go Digital

”Upaya ini untuk menjawab tantangan di era digital. Pertamina memantau distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) end to end process, yang akan memberikan layanan kepada pelanggan lebih aman, mudah dan cepat,” kata Unit Manager Communication Relations & CSR Pertamina MOR V Rustam Aji, Kamis (17/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks