alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Toko Pakaian di Mataram Ramai, Semoga Tak Ada Klaster Korona “Baju Lebaran”

MATARAM—Upaya pembatasan social untuk mencegah penularan korona di Kota Mataram terancam gagal. Skema pembatasan yang dirancang sulit terjadi terutama di totookoko pakaian yang diizinkan buka jelang lebaran.

Pantauan Lombok Post, Minggu (17/5) sejumlah toko pakaian di kawasan Cakranegara jelang lebaran semakin ramai. Sayang, padatnya pengunjung membuat  sebagian besar toko tak mampu menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

“Jumlah pengunjung harusnya diatur. Ada jarak. Bukannya numpuk,” ungkap Kasi Operasional dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Mataram I Made Agus Jewe, kemarin.

Satpol PP Kota Mataram bersama pihak kecamatan Cakranegara turun melakukan patroli. Mereka melihat sejumlah toko pakaian padat pengunjung.

“Seperti Fahion One, Roxy, Apollo Fashion sudah sangat ramai,” tuturnya.

Sayangnya, lanjut Made, pelaku usaha tidak mengindahkan protokoler penanganan Korona. Padahal, mereka sudah membuat kesepakatan dengan Pemkot Mataram untuk menerapkan protokol pencegahan Covid-19.

“Alasan pelaku usaha kadang tidak masuk akal. Tidak bisa membendung pengunjung yang masuk,” kesal Made.

Dia cukup geram mendengar pelaku usaha menyalahkan pengunjung. Karena menurutnya, pengunjung secara otomatis akan menuruti aturan yang diterapkan pelaku usaha. Apalagi mereka butuh.

Mestinya, ujar dia, pengunjung yang masuk dibatasi. Bukan dibiarkan masuk semuanya tanpa ada pembatasan. Belum lagi, pengunjung yang tak pakai masker diberikan masuk begitu saja.

“Ini rumahnya di Ampenan, datang ke Cakranegara tak pakai masker,” tutur Made.

Jika para pelaku usaha tidak mengindahkan penanganan Covid-19, dia tidak akan segan-segan merekomendasikan penutupan toko tersebut. “Daripada Korona ini terus menyebar,” terangnya.

Made tak ingin kejadian di Hotel Maktal terulang. Sudah mulai beroperasi tiba-tiba ada pasien positif menginap. “Sampai sekarang Maktal ditutup,” kata Made.

Dia melihat ada tren penurunan jumlah pasien positif di Kota Mataram. Sebelumnya, ia selalu mengawal pasien positif yang dijemput di Wisna Nusantara untuk dilakukan perawatan di RSUD Kota Mataram. “Beberapa hari ini tidak ada penjemputan,” kata dia.

Kini lanjut dia, NTB masuk peringkat kedua terbaik soal jumlah pasien sembuh. Jangan sampai tingkat kesembuhan pasien sembuhdimanfaatkan pelaku usaha semaau-maunya. Harus tetap waspada dengan penyebaran Korona. “Kami tak ingin gara-gara pelaku usaha lalai, jumlah pasien bertambah,” katanya.

Camat Cakranegara M Erwan tidak menampik beberapa pelaku usaha lalai menerapkan protokoler penanganan Korona. Jaga jarak belum bisa diterapkan. Bahkan ada juga para pengunjung yang tidak mengenakan masker. “Saya rasa pelaku usaha harus tegas,” katanya.

Dia tidak ingin para pelaku usaha hanya mengejar keuntungan saja. Tanpa mengindahkan protokoler penanganan Covid-19. “Jika tak sanggup mengindahkan protokoler lebih baik tutup,” ungkap Erwan.

Erwan hanya mengingatkan kepada pelaku usaha untuk menerapkan protokoler Covid-19. Karena sejauh ini ia melihat social dan physical distancing tidak jalan. (dit/jay/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Penataan Kawasan Wisata Senggigi Dimulai

Penataan kawasan wisata Senggigi direalisasikan Dinas Pariwisata (Dispar) Lombok Barat (Lobar). Sayang, dari tujuh proyek dalam perencanaan, hanya lima yang bisa dieksekusi.

LPPOM MUI NTB Target Sertifikasi Halal 125 Usaha Rampung Tahun Ini

”Rinciannya, dari Dinas Perindustrian NTB dan pusat sebanyak 75 usaha, serta Dinas Koperasi Lombok Barat sebanyak 50 usaha,” katanya, kepada Lombok Post, Rabu (23/9/2020).

Solusi BDR Daring, Sekolah Diminta Maksimalkan Peran Guru BK

Jika terkendala akses dan jaringan internet, layanan dilaksanakan dengan pola guru kunjung atau home visit. ”Di sanalah mereka akan bertemu dengan siswa, orang tua, keluarga. Apa permasalahan yang dihadapi, kemudiann dibantu memecahkan masalah,” pungkas Sugeng.

Subsidi Kuota Internet, Daerah Blank Spot di NTB Pertanyakan Manfaat

”Kalau jangkauan towernya luas, tentu ini sangat menunjang sekaligus mendukung pemanfaatan kebijakan pusat,” tandasnya.

Anugerah Pewarta Astra 2020 Kembali Digelar

Astra mengajak setiap anak bangsa untuk menebar inspirasi dengan mengikuti Anugerah Pewarta Astra 2020. ”Di NTB sendiri kami membina warga Kelurahan Dasan Cermen yang merupakan wilayah Kampung Berseri Astra. Harapannya, masyarakat dapat menggambarkan dukungan Astra untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih optimis demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa,” ujar Gusti Ayu.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.
Enable Notifications    Ok No thanks