alexametrics
Jumat, 10 Juli 2020
Jumat, 10 Juli 2020

Korban Berjatuhan, Pemkot Mataram Larang Warga Main Layangan

MATARAM-Satpol PP Kota Mataram akhirnya turun tangan. Setelah banyak masyarakat yang jadi korban dari benang layangan yang melintang di jalanan.

”Situasinya sudah termasuk aktivitas yang mengganggu ketertiban,” kata Komandan Satpol PP Kota Mataram Bayu Pancapati, Rabu (17/6).

Satpol PP setidaknya mencatat empat potensi berbahaya dari kegiatan ini. Pertama, benang layangan putus yang melintang di jalanan, mengakibatkan kecelakaan serius. Bagi pengguna jalan. Bahkan sudah ada korban hingga menderita cacat.

Salah satu korban, kata Bayu, merupakan anggota Satpol PP Kota Mataram. Saat itu, korban pulang untuk istirahat siang dengan mengendarai motor. Tak disangka, ketika ketika melintas, terdapat benang layangan yang melintang di jalanan. Akibatnya leher korban robek. Korban juga jatuh dari motornya.

”Kena leher. Jatuh dari motor terus terguling,” ujarnya.

Ada juga korban yang sobek pelipis matanya terkena benang layangan. “Itu anaknya pak Sekcam Sandubaya jadi korban,” tutur Bayu.

Kemudian, anak-anak yang mengejar layangan, tak jarang mengalami kecelakaan. Ketika mereka berlarian dan tiba-tiba menyeberang jalan. Kata Bayu, terdapat juga potensi keributan antar warga. Akibat perkelahian anak-anak karena berebut layangan putus.

”Belum lagi soal bahaya dari korsleting karena benang layangan nyangkut di kabel listrik,” tutur Bayu.

Satpol PP kemudian melakukan upaya preventif. Dimulai dari imbauan kepada seluruh camat dan lurah. Meminta mereka menginstruksikan warga di masing-masing lingkungan, untuk sementara tidak bermain layangan.

”Nanti di sana disampaikan bahayanya. Korbannya sudah banyak ini,” katanya.

Selain itu, anggota Satpol PP juga sudah turun ke lapangan. Melakukan razia, pelarangan, dan penyitaan terhadap layangan dan benangnya. Apabila didapati masih ada yang bermain layangan tidak pada tempatnya.

”Kita juga ingatkan pengendara, khususnya yang roda dua, untuk tetap waspada di jalanan,” imbau Bayu.

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah akan menyisir kios atau toko yang menjual layang-layang dan benang layangan. “Bila perlu kalau tidak mau patuh, kita akan tutup tokonya,” ucapnya.

Kasi Operasional dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Mataram I Made Agus Jewe menambahkan, bermain layang-layang tidak hanya dilakukan anak-anak. Namun juga orang dewasa.

Kini, kata dia, mau tidak mau pihaknya akan memberikan sanksi jika ada warga yang bermain layang-layang. “Kalau ada sanksi paling tidak ada efek jera,” ucapnya.

Di Kecamatan Cakranegara lanjut dia, banyak warga bermain layang-layang di jalan protokol. Tentu ini sangat membahayakan pengguna jalan. Buktinya, banyak pengguna jalan yang menjadi korban gara-gara layang-layang putus. “Ini kan sangat bahaya bagi pengendara jika terkena leher,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mataram M Saleh mengatakan, akan ada petugas patroli dari jajarannya. Dengan menggunakan sepeda. Untuk mengecek seluruh ruas jalan di Kota Mataram. Mengamankan benang layangan yang membahayakan pengendara roda dua.

”Ini jadi atensi. Kita lakukan patroli saja,” kata Saleh.

Selain benang layangan, ancaman lain datang dari anak-anak yang bermain. Apalagi ketika mereka mengejar layangan putus hingga jalan raya. Tak jarang, anak-anak langsung menyeberang tanpa melihat kendaraan.

”Bahaya buat mereka sama pengendara juga. Kadang ada yang rem mendadak. Jadi kita imbau supaya bermain dengan tertib,” ujarnya. (dit/jay/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mataram Bisa Tiru Depok, Tak Pakai Masker Denda Rp 200 Ribu

Pemkot Mataram merespons kritikan Wakil Gubernur NTB. Kemarin, tim gabungan yang terdiri dari Satpol PP, TNI, dan Polri melakukan penertiban di pagi buta. Sasarannya, para pedagang di Pasar Kebon Roek, Ampenan.

Kuliah ke Luar Daerah, Warga Mataram Harus Bebas Korona

Warga Kota Mataram yang kuliah di luar daerah cukup banyak. Kemarin kata dia, sekitar 50 mahasiswa mengajukan permintaan melakukan rapid test. Dari jumlah tersebut tidak ada yang hasilnya reaktif.

12 Karyawan Bank di Cilinaya Mataram Positif Korona

Di Kelurahan Cilinaya misalnya. Di sini tercatat ada 12 karyawan salah satu bank terpapar virus Korona. “Sebenarnya hanya satu. Namun setelah kita tracing, menjadi 12 orang yang positif,” kata Lurah Cilinaya I Gusti Agung Nugrahini, Kamis (9/7)

Di Kediri Lobar, Ibu Rumah Tangga Diduga Jual Narkoba

WM, 28 tahun, warga asal Kediri Selatan ditangkap Satres Narkoba Polres Lobar. Ia bersama kedua rekannya MA dan MU diduga menjadi penjual dan penyalahguna narkotika jenis sabu. Bahkan, WM alias Dewi ini diketahui sebagai penjual obat penenang tanpa izin pihak instansi kesehatan.

Pariwisata Lesu, Pengusaha Travel Lombok Bertahan lewat Promo

Agen travel perjalanan wisata terus berupaya bertahan dalam ketidakpastian Pandemi Korona. Sektor ini menjadi salah satu yang paling terdampak akibat turunnya kunjungan wisatawan. ”Kami upayakan tetap bangkit seiring dengan penerapan new normal yang sedang digaungkan,” kata Kukuh Laro, pemilik Duta Lombok Transport.

Berdayakan UMKM Lokal, Bappeda NTB Tunggu Pergub

Pergub Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) hingga kini belum rampung. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB masih menunggu kelanjutan masukan dan revisi dari gubernur. ”Sampai hari ini (kemarin,Red) kita belum terima. Jika sudah ada, akan langsung kita jadikan landasan dalam memberdayakan UKM/IKM,” kata Kepala Bappeda NTB Amry Rakhman, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/7/2020).

Paling Sering Dibaca

Jika Masih Tak Patuh, Seluruh Pasar di Mataram Bakal Ditutup Paksa

akil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah mengancam akan menutup pasar yang mengabaikan protokol kesehatan. Ancaman tersebut disampaikan Wagub saat menggelar inspeksi mendadak di Pasar Mandalika, kemarin (8/7). Dia mendapati langsung banyak pedagang dan pembeli tidak mengenakan masker.

Zona Merah Korona, Wagub NTB : Mana Pol PP Mataram, Kenapa Sembunyi?

Pemkot Mataram dinilai lemah dalam merespon dan menangani Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun begitu geregetan. Meski zona merah dengan kasus positif dan kematian tiap hari, penerapan protokol kesehatan di ibu kota justru sangat longgar. Tak lagi ada pengawasan macam sedang tidak terjadi apa-apa.

Istri Model Suami Youtuber, Bantah Cari Sensasi “Mahar Sandal Jepit”

Pernikahan dengan mahar sandal jepit Iwan Firman Wahyudi dan Helmi Susanti bukan bermaksud mencari  sensasi di media sosial. Menurut mereka ikatan mereka tulus beralas kasih sayang.

Pilbup Loteng, Lale Prayatni Mulai Goyang Posisi Pathul Bahri

Lobi politik tersaji di DPP Partai Gerindra. Dari informasi yang dihimpun Lombok Post, diam-diam SK Gerindra dibidik Prayatni melalui ‘lorong’ Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo.

Turun dari Rinjani, Warga Lombok Tengah Tewas Jatuh ke Jurang

Pendakian di Gunung Rinjani kembali memakan korban jiwa. Sahli, 36 tahun, warga Desa Tampak Siring, Lombok Tengah meninggal setelah terjatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Senin (6/7).
Enable Notifications.    Ok No thanks