alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Sengketa Lahan 53 Are di Sandubaya, Pemkot Mataram Menang di PN Mataram

MATARAM-Aset milik Pemkot Mataram di Lingkungan Gerung Butun Barat, Kecamatan Sandubaya, berhasil dipertahankan. ”Gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Mataram, pemkot dimenangkan,” kata Kasubbag Pemberi Bantuan Hukum (PBH) Bagian Hukum Setda Kota Mataram I Ketut Surya Bawana, Rabu (17/6).

Aset berupa tanah seluas 53 are sebelumnya digugat Erlina Susanty Ersan. Dia mengklaim sebagai pemiliknya. Gugatan kemudian dimasukkan ke PN Mataram pada 17 Oktober 2019. Selain Wali Kota Mataram, Erlina menggugat juga Bupati Lombok Barat dan Kepala Kantor Pertanahan Kota Mataram.

Surya mengatakan, aset tersebut sebelumnya milik Pemkab Lobar. Setelah pemekaran sekitar 1993, tanah menjadi milik Pemkot Mataram.

Gugatan bermula ketika Erlina mengajukan permohonan pendaftaran tanah pertama kali, di Kantor Pertanahan Kota Mataram. Pada September 2019.

Namun, sebelum permohonan pendaftaran tanah, Sekda Kota Mataram telah lebih dulu mengirim surat permohonan pencegahan. Dengan Nomor 900/698.a/BKD/XI/2019. Surat ini menyatakan bahwa tanah yang hendak dibuatkan sertifikat tersebut merupakan aset Pemkot Mataram.

”Karena permohonannya tidak difasilitasi, akhirnya penggugat mengajukan gugatan ke PN Mataram,” ujar Surya.

Dalam putusan yang dibacakan 3 Juni lalu, majelis hakim menolak gugatan Erlina untuk seluruhnya. Dia juga dinyatakan sebagai pihak yang kalah dalam gugatan tersebut. ”Gugatan penggugat ditolak seluruhnya,” tuturnya.

Majelis hakim menilai, penggugat tidak berhasil membuktikan dalil pokok gugatannya. Sebaliknya, tergugat telah berhasil membuktikan dalil sangkalannya.

Surya mengatakan, soal aset tersebut, Pemkot Mataram memiliki bukti-bukti kuat terkait penguasaannya. Salah satunya berita acara serah terima aset dari Pemkab Lobar ke Pemkot Mataram.

”Bukti itu yang kita sodorkan juga saat persidangan kemarin,” kata Surya.

Mengenai upaya banding yang bisa saja dilakukan penggugat, Surya tak ingin mendahului. Jika memang ada banding, Pemkot Mataram tetap siap menghadapi. ”Siap. Kita juga tidak kerja sendirian, ada JPN dari kejaksaan yang ikut membantu,” tandasnya. (dit/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks